Sukses

Mengenal Tanda dan Gejala Infeksi Prostat pada Pria

Infeksi bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk prostat. Jangan abai bila Anda mengalami ciri-ciri infeksi prostat berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Prostat merupakan kelenjar pada pria yang terletak mengelilingi leher dari kandung kemih bagian bawah dan uretra (saluran kemih). Fungsi dari organ ini adalah memproduksi cairan prostat, yang merupakan cairan utama dari semen ketika pria ejakulasi.

Namanya organ tubuh, pasti ada saja gangguan kesehatan yang mengintai. Pada  prostat, salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi adalah infeksi. Keadaan ini harus ditangani dengan cepat dan tepat, sebelum terlambat.

“Kelenjar prostat bisa terkena peradangan dan infeksi. Ini dikenal dengan nama prostatitis. Infeksi prostat dapat menyebar ke skrotum (kantong zakar). Bila sudah demikian, skrotum akan membengkak, memerah, terasa nyeri hebat, yang berpotensi menyebabkan impotensi,” ujar dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

Tanda dan gejala infeksi prostat

Infeksi prostat memiliki kadar dan jenis berbeda. Kategori yang paling ringan dari kondisi ini adalah asymptomatic inflammatory prostatitis atau prostatitis dengan peradangan tanpa gejala. Sesuai namanya, penderita tidak akan menunjukkan tanda-tanda layaknya kategori prostatitis lainnya.

“Peradangan diketahui saat air mani diperiksa. Umumnya jenis ini tidak membutuhkan terapi, kecuali bila peradangan ditemukan pada pasien yang juga mengalami kemandulan,” kata dr. Astrid.

Sementara itu, pada kasus infeksi prostat yang akut dan kronis, tanda dan gejala yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Urine berbau tak sedap
  • Ada darah dalam air seni atau air mani
  • Pegal-pegal
  • Rasa sakit seperti terbakar saat buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil
  • Demam atau kedinginan
  • Sering buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Nocturia (buang air kecil 2–3 kali di malam hari)
  • Nyeri di perut bagian bawah atau punggung bagian bawah
  • Kebutuhan mendesak untuk buang air kecil
  • Kandung kemih terasa sakit
  • Ejakulasi terasa menyakitkan

“Prostatitis nonbakterial kronis adalah prostatitis kategori ketiga. Gejalanya mirip dengan prostatitis bakterial kronis, namun kemungkinan besar tidak disertai demam,” ujar dr. Astrid menjelaskan infeksi prostat kategori lainnya.

Diagnosis dan pengobatan infeksi prostat

Meski tanda-tanda infeksi prostat dapat dirasakan, namun butuh diagnosis lebih untuk mengetahui secara akurat. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan cara mengambil riwayat medis hingga memastikan gejala.

Setelah itu, dokter bakal melakukan pemeriksaan fisik termasuk ujian rektal digital, menganalisis sampel urine untuk tanda-tanda infeksi, hingga pengujian lainnya seperti tes darah dan analisis sperma demi memastikan benar atau tidaknya infeksi prostat tersebut.

Tes pencitraan pun biasanya dilakukan guna memeriksa penyumbatan serta masalah lain di saluran kemih atau prostat. Biopsi bahkan bisa saja dilakukan dengan melibatkan pengambilan beberapa jaringan dari prostat untuk diperiksa di bawah mikroskop

Tes-tes tersebut dapat mengonfirmasi diagnosis prostatitis dan mengesampingkan kondisi lain, seperti kanker. Hasilnya juga dapat membantu menentukan pengobatan terbaik.

“Walaupun ringan, prostatitis jangan pernah dianggap remeh. Karena itu, lumrah bila kaum pria disarankan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara rutin. Salah satunya adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan prostat Anda,” tutur dr. Astrid.

Kenali tanda dan gejala infeksi prostat, seperti yang telah dijelaskan di atas. Jika sewaktu-waktu Anda merasa mengalami gejala-gejala tersebut, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter. Semakin cepat dideteksi dan diobati, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

[NB/ RVS]

1 Komentar