Sukses

Hati-hati, Diare Bisa Sebabkan Dehidrasi!

Kenali ancaman dehidrasi yang mungkin bisa terjadi ketika Anda mengalami diare. Berikut ini adalah penjelasan medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Diare masih menjadi salah satu keluhan penyakit yang sering ditemui di tengah masyarakat. Penyakit ini ditandai buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. Maka tidak mengherankan bahwa penderita diare bisa saja mengalami dehidrasi.

Berdasarkan durasinya, diare dapat dibagi menjadi akut (< 14 hari), persisten ( > 14 hari), dan kronik ( > 1 bulan). Sering kali diare disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau pun parasit.

Di samping itu, diare juga bisa disebabkan oleh intoleransi zat tertentu (laktosa, fruktosa), efek pasca operasi, efek samping konsumsi obat tertentu (antibiotik, antasida), dan beberapa gangguan pada saluran pencernaan (Crohn’s disease, ulcerative colitis, irritable bowel syndrome).

Diare berisiko sebabkan dehidrasi

Pada keadaan normal, usus besar akan menyerap cairan dari makanan yang kita konsumsi sehingga konsistensi feses menjadi setengah padat. Namun saat diare, cairan dari makanan tidak dapat diserap oleh usus dengan baik, dan akan dikeluarkan dalam bentuk feses yang cair.

Terkadang diare dapat disertai gejala muntah-muntah. Tidak jarang muntah yang muncul bersamaan dengan diare membuat semakin banyak cairan yang keluar dari dalam tubuh.

Kondisi ini dapat menyebabkan pengeluaran cairan dari dalam tubuh secara cepat disertai berbagai elektrolit tubuh, seperti natrium, kalium, klorida, dan bikarbonat. Itulah sebabnya diare yang tidak segera diatasi bisa menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya dehidrasi atau kekurangan cairan.

1 dari 3 halaman

Tanda dehidrasi saat terjadi diare

Jika dehidrasi sudah terjadi, berbagai fungsi organ tubuh dapat terganggu. Selama diare, volume cairan yang keluar dari tubuh dalam sehari bisa mencapai 5 ml/kg sampai 200 ml/kg berat badan. Jumlah ini tergantung dari seberapa parah diare yang terjadi.

Beberapa tanda dari dehidrasi meliputi perasaan lemas, mata cekung, bibir kering, tangan dan kaki teraba dingin, jantung berdebar, jumlah urine berkurang, hingga penurunan kesadaran.

Pada dehidrasi berat, mungkin seseorang harus mendapatkan terapi cairan pengganti melalui pemberian infus cairan dalam jumlah besar. Namun, sebelum sampai pada keadaan tersebut, lebih baik Anda mencegahnya dengan segera mengonsumsi cairan pengganti.

Usahakan Anda mengganti cairan yang keluar sejak diare mulai terjadi dan setiap buang air besar terjadi.

2 dari 3 halaman

Minuman pengganti cairan tubuh saat dehidrasi

Jika frekuensi diare semakin banyak, tentu semakin banyak pula air yang harus Anda minum. Beberapa minuman berikut ini dapat Anda minum sebagai pengganti cairan yang keluar selama diare.

  • Air putih

Sudah menjadi rahasia umum bahwa air putih memiliki serangkaian manfaat bagi kesehatan tubuh. Air putih jelas bisa menjadi sumber pengganti cairan yang mudah didapat untuk mencegah dehidrasi ketika diare. Saat diare, Anda harus minum air putih lebih banyak dari jumlah yang biasa Anda konsumsi sehari-hari.

  • Air kelapa

Mengandung banyak elektrolit, yaitu natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Perlu Anda ketahui bahwa kadar kalium dalam air kelapa 4 kali lebih besar dibandingkan dengan air putih. Dengan demikian, mengonsumsi air kelapa saat diare menjadi pilihan tepat untuk mengganti cairan dan elektrolit tubuh yang keluar.

  • Cairan oralit

Oralit merupakan cairan yang dibuat dengan memiliki konsentrasi yang sama seperti cairan tubuh. Kandungan utamanya adalah elektrolit (natrium, kalium) dan gula (glukosa atau sukrosa). Hal tersebut membuat cairan oralit sering kali menjadi pilihan untuk mencegah dehidrasi ketika diare.

Jangan pernah menganggap sepele diare yang sedang Anda alami, karena berisiko memicu dehidrasi. Selama diare, ganti kehilangan cairan dan elektrolit tubuh yang keluar dengan mengonsumsi berbagai minuman di atas. Di sisi lain, agar diare dapat diatasi dengan baik, ketahui penyebab diare dengan memeriksakan diri ke dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar