Sukses

Social Jet Lag Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, bermain medsos sampai mengalami social jet lag bisa menaikkan risiko penyakit jantung!

Klikdokter.com, Jakarta Bermain media sosial memang menyenangkan. Tak hanya untuk eksistensi diri, tapi juga menghibur penggunanya. Sampai lupa waktu, pengguna medsos bisa menghabiskan berjam-jam bahkan begadang di depan layar ponsel. Hati-hati, bahaya social jet lag mengancam hingga meningkatkan risiko penyakit jantung!

Social jet lag adalah ketidakcocokan antara irama sirkadian tubuh dengan kondisi sebenarnya. Irama sirkadian adalah pengaturan waktu pada tubuh kapan harus beraktivitas dan kapan harus beristirahat. Sebanyak 69% orang dewasa pernah mengalami social jet lag setidaknya 1 jam selama hidup.

Mengabaikan waktu beristirahat

Tanpa atau dengan disadari, manusia sering mengabaikan waktunya untuk beristirahat. Coba, deh, cek alarm Anda. Kebanyakan orang mengisi alarm dengan pengingat meeting, jadwal minum obat, deadline tugas, atau jam bangun tidur dibandingkan pengingat untuk tidur atau beristirahat.

Fakta yang sama diungkapkan peneliti pada tahun 2012, bahwa pada umumnya orang dewasa akan sering mengabaikan waktunya untuk beristirahat. Hal inilah yang akan mengacaukan irama alamiah tubuhnya sehingga terjadi social jet lag.

Bahayanya, social jet lag ini dapat menyebabkan penyakit, seperti kelainan metabolisme glukosa hingga penyakit jantung koroner. Mengapa bisa memicu risiko berbagai penyakit?

Selain punya jadwal istirahat dan bekerja yang alamiah, tubuh Anda juga memiliki jadwal metabolisme bekerja dan beristirahat. Jika tubuh beraktivitas di saat seharusnya tidur, secara tidak langsung tubuh “dipaksa” melakukan metabolisme yang tidak seharusnya karena saat tidur metabolisme tubuh berlangsung minimal.

  • Kelainan metabolisme glukosa dan gangguan lainnya

Social jet lag dihubungkan dengan peningkatan hormon kortisol. Hormon kortisol adalah hormon yang dikeluarkan tubuh pada kondisi stres. Kortisol ini berfungsi meningkatkan kadar gula darah untuk memenuhi kebutuhan energi saat begadang tadi.

Di samping itu, tidur yang tidak cukup secara kuantitas dan kualitas akan meningkatkan risiko resistansi insulin, peningkatan berat badan, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik.

Resistansi insulin adalah kondisi ketika tubuh menghasilkan insulin dalam jumlah cukup, tetapi insulin tidak dapat digunakan. Insulin dihasilkan untuk memasukkan gula yang beredar di dalam darah ke dalam sel, sehingga dapat disimpan atau digunakan untuk proses metabolisme seharusnya.

Pada kondisi resistansi insulin, penerima insulin di sel “bingung” dan tidak sensitif, atau tidak bisa mengenali kondisi gula darah yang meningkat.

  • Penyakit kardiovaskular

Peneliti mengungkapkan mereka yang memiliki jam kerja shift malam selama bertahun-tahun akan lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner. Tidak hanya itu, peningkatan kadar trigliserida darah, resistansi insulin, dan lingkar pinggang juga ditemukan pada mereka yang memiliki jam begadang malam hari lebih banyak.

Trigliserida darah adalah salah satu penanda lemak buruk di dalam darah. Peningkatan kadar trigliserida darah dikatakan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Banyak begadang juga disinyalir dapat menaikkan risiko kardiovaskular dengan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Banyak begadang sering kali juga diiringi dengan kebiasaan buruk lain, seperti konsumsi alkohol, merokok, dan makan makananan berkalori tinggi. Gaya hidup inilah yang juga akan meningkatkan risiko penyakit metabolik dan aterosklerosis jantung. Aterosklerosis merupakan penumpukan plak di pembuluh darah yang disebabkan salah satunya oleh  gaya hidup yang buruk.

Sangat membahayakan, bukan, dampak social jet lag itu? Anda bisa terkena kelainan metabolisme glukosa hingga penyakit jantung. Mulai sekarang, jangan lagi abaikan waktu beristirahat Anda dan hindari bermain media sosial sampai larut malam. Tidurlah minimal 7 jam sehari dengan jumlah dan kualitas yang baik sesuai dengan rekomendasi American Academy of Sleep Medicine.

[RS/ RVS]

1 Komentar