Sukses

6 Hal yang Memicu Karies pada Gigi

Hampir semua orang pernah mengalami sakit gigi. Berikut ini adalah beberapa pemicu terjadinya karies pada gigi.

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak masalah yang dapat menimpa gigi, salah satunya adalah karies. Karies pada gigi dapat menyerang siapa saja, baik pada anak-anak, orang dewasa maupun lansia.

Terjadinya karies gigi

Karies pada gigi adalah kerusakan pada struktur gigi yang disebabkan oleh bakteri. Streptococcus mutans dan lactobacillus adalah bakteri penyebab terjadinya keluhan ini.

Tanda awal dari karies adalah munculnya area pada gigi yang tampak berkapur di permukaan. Hal ini menandakan gigi mengalami demineralisasi atau pengurangan kadar mineral pada gigi. Daerah ini dapat menjadi tampak coklat dan membentuk lubang.

Proses terjadinya karies gigi disebabkan oleh asam yang dihasilkan oleh makanan dan minuman kemudian bereaksi terhadap bakteri yang ada pada permukaan gigi. Asam tersebut menyebabkan hilangnya kalsium dari enamel gigi.

Pada tahap awal, seseorang yang mengalami karies tidak akan merasakan sakit pada giginya, sehingga terkadang kondisi ini diabaikan. Padahal, jika hal ini tidak segera diatasi, dapat menyebabkan gigi berlubang.

Penyebab timbulnya karies gigi

Gigi yang berlubang sebaiknya tidak dibiarkan lama tanpa perawatan, karena kerusakan dapat bertambah parah dan hal yang paling dikhawatirkan adalah kerusakan yang tidak dapat diatasi lagi dengan perawatan, sehingga gigi harus dicabut

Agar terhindar dari hal tersebut, ada baiknya Anda menjauhkan diri dari faktor-faktor yang menjadi pemicu terjadinya karies pada gigi, yaitu:

1. Jarang menggosok gigi

Perawatan gigi yang buruk dapat meningkatkan terjadinya karies. Jadi, gosoklah gigi 2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gosok gigi selama 2-3 menit agar seluruh permukaan gigi bersih.

2. Pemilihan sikat gigi yang kurang tepat

Memilih sikat gigi yang tepat adalah salah satu hal yang penting untuk menghindari terjadinya karies gigi. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dengan ujung kepala yang mengecil agar seluruh permukaan gigi Anda dapat terjangkau.

3. Teknik menyikat gigi yang kurang tepat

Salah dalam cara menggosok gigi dapat menyebabkan sisa-sisa makanan masih tertinggal dalam permukaan gigi Anda. Lakukan teknik menggosok gigi dengan metode bass, yaitu arahkan bulu sikat gigi sebesar 45 derajat ke arah permukaan gigi.

4. Terlalu sering mengonsumsi makanan manis

Sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi dapat menyebabkan gigi berlubang. Bahkan, kondisi gigi Anda bisa semakin parah bila setelah makan sesuatu yang manis gigi tidak segera dibersihkan.

5. Gigi bertumpuk

Gigi yang berjejal dan tumpang tindih dapat meningkatkan terjadinya karies karena sisa-sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi. Lakukan pembersihan pada sela-sela gigi dengan menggunakan dental floss setelah makan untuk mengurangi risiko karies gigi. Dengan penggunaan dental floss, Anda dapat membersihkan hingga ke sela-sela gigi, sehingga terhindar dari penumpukan makanan yang menyebabkan karies.

6. Mulut kering (xerostomia)

Air liur atau saliva merupakan sistem pertahanan mulut karena berfungsi untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri dari gigi. Selain itu, saliva mampu melawan produksi asam dari sisa makanan yang menumpuk di gigi. Semakin sedikit jumlah saliva, mulut Anda akan terasa kering dan gigi semakin rentan terkena karies.

7. Kekurangan fluoride

Fluor adalah zat alami yang mengandung mineral. Zat ini dapat membantu mencegah terjadinya lubang dan dapat memperbaiki kerusakan gigi pada tahap awal. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride agar lubang pada gigi dapat dicegah.

Merawat gigi dan gusi adalah hal yang penting untuk dilakukan untuk meminimalkan penyakit gigi. Lakukan dengan rutin dan tepat untuk membantu Anda terhindar dari penumpukan bakteri yang terjadi di dalam mulut, sebagai salah satu faktor penyebab karies pada gigi.

[NP/ RVS]

1 Komentar