Sukses

Orang dengan Gangguan Kesehatan Ini Jangan Ikut Lari Maraton

Lari maraton merupakan salah satu olahraga yang cukup berat, sehingga tidak semua orang diperbolehkan mengikutinya. Siapa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Lari merupakan salah satu olahraga kardio yang baik untuk kesehatan, terutama jantung. Sekarang ini, olahraga lari kian populer, baik lari santai atau jarak jauh seperti lari maraton. Meski lari merupakan olahraga “sejuta umat”, tapi sebaiknya lari maraton tidak diikuti orang-orang dengan gangguan kesehatan tertentu.

Olahraga kardiovaskular merupakan jenis olahraga yang dianjurkan untuk dilakukan demi kesehatan jantung dan tubuh. Meski demikian, lari maraton yang merupakan lari jarak jauh sepanjang 42 km ini bisa dikategorikan sebagai olahraga berat. Begitu beratnya, para pelari maraton perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan latihan rutin dan menjaga pola makan.

Latihan yang rutin ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh (endurance) untuk mencapai jarak yang diinginkan. Inilah yang menyebabkan banyak hal yang harus diperhatikan jika ingin menekuni olahraga ini, termasuk ada atau tidaknya kondisi kesehatan tertentu.

Gangguan kesehatan dapat menjadi ancaman dalam lari maraton. Pelari maraton bisa berisiko mengalami kegawatan medis, atau bahkan kematian jika memiliki gangguan kesehatan. Bahkan, pernah ada kasus orang sehat yang meninggal dunia ketika sedang lari maraton, walaupun penyebabnya hingga saat ini tidak diketahui. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pelari maraton untuk melakukan tes kesehatan sebelum berlari, terutama bagi yang sudah berumur karena tubuh mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia.

Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai

Berikut di bawah ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang menjadikan para penderitanya harus menghindari lari maraton.

  1. Gangguan jantung

Penyebab tersering pelari maraton meninggal dunia ketika berlari adalah serangan jantung. Serangan jantung sering kali sulit untuk ditangani dan skenario terburuknya adalah dapat menyebabkan kematian mendadak. Sehingga, penderita gangguan jantung baik akibat kelainan jantung bawaan lahir, kelainan denyut jantung (aritmia), kelainan katup jantung, gagal jantung, dan sebagainya sebaiknya menghindari olahraga lari maraton. Melakukan pemeriksaan jantung secara lengkap sebelum maraton sangatlah penting.

  1. Diabetes

Karena tergolong olahraga berat, lari maraton dapat menyebabkan turunnya kadar gula darah. Penderita diabetes mengalami kelainan insulin sehingga kesulitan mengatur kadar gula dalam tubuh. Pada penderita diabetes, kadar gula rendah atau hipoglikemi dapat membahayakan jiwa, sehingga sebaiknya penderita diabetes menghindari lari maraton.

  1. Tekanan darah tinggi

Ketika berlari, tekanan darah akan meningkat untuk mengedarkan darah bersih yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh. Karenanya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi menjauhi lari maraton karena bisa berakibat fatal. Tekanan darah yang sangat tinggi dapat berujung pada terjadinya stroke.

  1. Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi terutama low-density lipoprotein (LDL) dapat menyebabkan gangguan jantung. Kolesterol dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat dengan plak kolesterol. Sumbatan tersebut bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke, tergantung dari pembuluh darah mana yang tersumbat.

  1. Gangguan ginjal

Ginjal merupakan organ penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama air dan garam. Saat berlari maraton, keseimbangan cairan tubuh tentunya terganggu. Studi dari Universitas Yale, Amerika Serikat, membuktikan bahwa sebagian besar (tercatat 82 persen) pelari maraton mengalami gagal ginjal akut tipe 1 setelah lari.

Gagal ginjal akut dapat berbahaya dan menyebabkan racun tubuh menumpuk pada darah, sehingga ginjal sulit untuk bekerja menjaga keseimbangan cairan. Para penderita gangguan ginjal sebaiknya mencari alternatif olahraga lain yang sesuai dengan kondisi.

  1. Anemia

Anemia terjadi akibat penurunan kadar hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Penderita anemia mudah mengalami kelelahan dan lemas, terutama ketika berolahraga. Penyebabnya adalah karena lebih sedikit oksigen yang disebarkan, terutama ke otot.

Pada penderita anemia, olahraga yang sebetulnya ringan pun bisa terasa berat, apalagi lari maraton yang jelas merupakan olahraga berat. Oleh sebab itu, lari maraton sebaiknya dicoret dari daftar olahraga para penderita anemia.

Lari maraton merupakan jenis olahraga berat yang tak semua orang bisa dengan baik melakukannya. Orang-orang dengan gangguan kesehatan seperti gangguan jantung, diabetes, hipertensi, gangguan ginjal, dan anemia sebaiknya tidak melakukan lari maraton, untuk menghindari berbagai risiko akibat lari maraton yang tidak diinginkan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar