Sukses

Waspadai 3 Cedera Ini Saat Pencak Silat

Berminat mendalami pencak silat? Kenali 3 cedera yang bisa terjadi di latihan untuk kewaspadaan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Betapa membanggakannya atlet pencak silat kita pada Asian Games 2018! Meski didera berbagai risiko cedera, mereka tetap mampu menorehkan prestasi luar biasa. Sebanyak 14 emas dipersembahkan cabang pencak silat di perhelatan besar yang berlangsung di Jakarta tersebut. Ya, olahraga pencak silat tentunya bukan aktivitas fisik yang tanpa risiko cedera berat.

Pencak silat adalah olahraga bela diri yang mengandung nilai-nilai seni tradisional Indonesia. Unsur kepribadian bangsa Indonesia tertanam dalam filosofi pencak silat. Sudah lama pencak silat diperkenalkan di Indonesia, bahkan sejak penjajahan Belanda.

Selain itu, begitu banyak legenda daerah yang dikenal dengan kemampuannya bersilat. Misalnya pendekar Betawi si Pitung, yang melawan penjajah Belanda dengan keahliannya melakukan pencak silat.

Pantaslah begitu banyak emas disumbangkan dari cabang olahraga pencak silat di Asian Games. Anda tertarik untuk mendalaminya? Sebelum memulai, kenali tiga cedera yang biasa terjadi saat pencak silat untuk menambah kewaspadaan Anda

1. Cedera pergelangan kaki (Peregangan ligamen pergelangan kaki / Sprained ankle)

Pencak silat erat dengan kemampuan kuda-kuda yang baik. Kestabilan dan kekuatan kuda-kuda mencerminkan kepiawaian seorang atlet pencak silat. Tak ayal, beban yang besar ditumpukan pada area pergelangan kaki.

Belum lagi saat melakukan tendangan dan ayunan kaki, manipulasi area pergelangan kaki ini sangat maksimal. Pergelangan kaki harus ikut melakukan putaran, hingga menumpu saat atlet kembali menapak pasca melakukan tendangan.

Saat ligamen pada pergelangan kaki mengalami peregangan berlebihan (bahkan bisa putus), kondisi ini disebut keseleo/ terkilir (sprained ankle). Ligamen adalah jaringan lunak yang menghubungkan tulang dan sendi.

Cedera pergelangan kaki terjadi saat pergelangan kaki dipaksa terputar atau tergerak dalam cara yang salah. Karena itu, keseleo pergelangan kaki menjadi salah satu cedera tersering dalam olahraga, tidak terkecuali pencak silat.

2. Cedera bahu (dislokasi sendi dan patah tulang bahu)

Cedera bahu tidak melulu meliputi masalah sendi, meskipun hal ini memang sangat sering ditemukan. Area tulang yang ada pada area bahu juga memiliki risiko cedera. Dislokasi sendi bahu (lepasnya sendi bahu) hingga patah tulang dapat terjadi.

Sendi bahu memiliki jangkauan gerak yang sangat luas. Mengingat penggunaan gerakan sendi bahu yang cukup banyak dalam pencak silat, maka cedera sendi bahu juga termasuk dalam daftar ini. Layangan pukulan, tangkisan, dan posisi menahan lawan dalam pencak silat salah satunya mengandalkan kekuatan sendi bahu. Kesalahan dalam postur maupun teknik pencak silat memungkinkan terjadinya dislokasi sendi bahu.

Bila ketahanan tulang tidak cukup kuat maupun terdapat kesalahan teknik dalam menumpu, dapat terjadi patah tulang area sendi. Hal ini disebabkan karena tulang menerima beban yang cukup besar, misalnya saat bahu menumpu pasca dijatuhkan lawan.

Itulah mengapa teknik yang benar sangat penting saat menjalani olahraga pencak silat.

3. Cedera lutut (terkilirnya ligamen lutut)

Kuda-kuda yang baik juga mengandalkan kekuatan dan kestabilan sendi lutut. Maka, sendi lutut juga memiliki risiko cedera dalam pencak silat.

Ligamen lutut cukup berisiko terkena cedera, terutama ligamen lutut yang berada di bagian depan (anterior cruciate ligament, atau ACL). Cedera ACL mudah terjadi pada aktivitas fisik yang meliputi gerakan melompat maupun perubahan arah gerak secara mendadak.

Cedera pada ACL yang berupa robekan dapat menyebabkan cedera berat yang butuh waktu pemulihan berbulan-bulan. Tanda-tanda telah terjadinya cedera ligamen lutut adalah rasa nyeri berat secara tiba-tiba di lutut, serta terdapat keterbatasan gerak lutut.

Cedera otot dan sendi menjadi cedera yang paling sering terjadi dalam aktivitas olahraga maupun atletik, dengan besar insiden yang dilaporkan hingga setinggi 55% dibandingkan seluruh cedera lain. Tak terkecuali dalam olahraga pencak silat.

Namun, bukan berarti Anda harus mengurungkan niat belajar pencak silat. Jadilah bagian dari upaya pemeliharaan warisan budaya Indonesia. Anda pun mendapat manfaat stamina yang meningkat, tubuh bugar, juga kemampuan bela diri yang tentunya berguna untuk keselamatan diri.

Dengan berbekal teknik yang benar, cedera sangat mungkin diminimalkan. Karena itu, pastikan Anda mematuhi ajaran pelatihan dengan baik saat mulai belajar pencak silat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar