Sukses

5 Komplikasi Mematikan Akibat Dehidrasi yang Dibiarkan

Dehidrasi alias kekurangan cairan yang tidak segera diatasi bisa berakibat sangat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Klikdokter.com, Jakarta Anjuran untuk minum delapan gelas air putih setiap hari pasti sudah tak asing lagi di telinga. Apakah Anda mematuhi anjuran tersebut? Jika ya, beruntunglah. Anda berarti memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan.

Faktanya, tubuh manusia terdiri dari 70 persen cairan. Setiap persen dari cairan tersebut berfungsi untuk membantu organ tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Jadi, di saat tubuh berada pada kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi, kinerja organ-organ penting akan mengalami gangguan, bahkan bisa berhenti berfungsi sama sekali.

Dehidrasi dan komplikasi mematikan di baliknya

Cairan yang ada di dalam tubuh bisa keluar dalam bentuk keringat, urine, uap napas, atau feses. Jika Anda tak mampu mengganti cairan yang keluar akibat proses tersebut, bukan tak mungkin dehidrasi akan terjadi kemudian.

Ketika berada pada kondisi dehidrasi, Anda akan mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Rasa haus yang berlebih
  • Badan lemas dan lelah
  • Kulit kering
  • Air mata tidak keluar
  • Mata cekung
  • Ubun-ubun cekung (pada anak-anak)
  • Derajat elastisitas kulit (turgor) menurun
  • Bibir dan mulut kering
  • Pusing
  • Penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut nadi meningkat

Bila merasakan gejala-gejala seperti di atas, Anda dianjurkan untuk segera minum air putih. Bila tidak demikian dan dehidrasi berlangsung hingga berlarut-larut, Anda memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengalami komplikasi seperti berikut:

1. Gagal ginjal

Salah satu fungsi penting ginjal adalah mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui produksi urine. Pada saat dehidrasi, zat sisa tersebut akan tetap menumpuk di dalam tubuh dan dapat menyebabkan sumbatan protein otot (myoglobin) di ginjal.

Tak berhenti di situ, dehidrasi juga bisa menyebabkan terjadinya batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Pada kondisi lanjut, keadaan-keadaan tersebut dapat berujung pada kejadian gagal ginjal.

2. Gangguan keseimbangan elektrolit

Elektrolit dibutuhkan oleh tubuh untuk menghantarkan sinyal listrik antar sel. Saat dehidrasi, jumlah elektrolit akan menurun dan menyebabkan proses tersebut mengalami gangguan. Pada akhirnya, yang terjadi kemudian adalah gangguan ritme jantung, kontraksi jantung yang tidak teratur, hingga kejang-kejang.

3. Syok

Kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Bila tekanan darah yang turun sangat drastis, yang akan terjadi kemudian adalah syok.

Syok merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan segera, karena kondisi itu bisa mengakibatkan terganggunya pasokan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ penting di dalam tubuh.

4. Penurunan kesadaran

Dehidrasi dapat menyebabkan sirkulasi darah―yang kaya oksigen dan nutrisi―mengalami gangguan. Keadaan ini menyebabkan organ-organ vital tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Ujung-ujungnya, yang terjadi adalah penurunan kesadaran, bahkan hingga memasuki fase koma.

5. Kematian

Penurunan kesadaran hingga fase koma akibat dehidrasi yang tidak segera diatasi bisa mengakibatkan berbagai organ penting di dalam tubuh benar-benar berhenti berfungsi. Bila sudah seperti ini, kematian tak mungkin lagi dihindari.

Mengetahui bahwa dehidrasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi mematikan, Anda sebaiknya selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi air putih. Di samping itu, usahakan juga untuk mengombinasikan perilaku tersebut dengan penerapan gaya hidup sehat setiap saat. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir akan dehidrasi dan kondisi mematikan yang ada di baliknya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar