Sukses

Lakukan 6 Hal Ini Jika Anak Mogok Sekolah

Jangan lantas mengamuk jika anak tiba-tiba mogok sekolah. Lakukan enam langkah ini untuk membujuknya!

Klikdokter.com, Jakarta Anak yang tiba-tiba malas, bahkan mogok sekolah, adalah “aksi” mengeluh anak yang membuat bingung kebanyakan orang tua. Apakah ini pernah terjadi pada Anda? Jika ya, Anda tak sendirian. Diperkirakan sekitar 20 persen anak di bawah usia 7 tahun pernah mengalami mogok sekolah.

Berbagai usaha untuk membujuk anak untuk pergi sekolah kadang bisa bikin orang tua frustasi, bahkan orang tua bisa kesal dan memarahi anak. Pada saat inilah Anda sebagai orang tua harus menenangkan diri. Lakukan beberapa cara ini jika anak mogok sekolah.

1. Hindari memarahi anak, jadilah pendengar yang baik

Sebisa mungkin, tahan amarah Anda. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak. Jika si Kecil sampai tidak mau bersekolah, ini bukan karena ia malas, melainkan bisa jadi karena ada masa-masa yang dirasakan anak berat.

Ajaklah anak bermain bersama. Sambil bermain, tanyakan pada anak tentang bagaimana teman-temannya di sekolah, bagaimana guru-gurunya, apa saja hal-hal yang menyenangkan di sekolah, bagaimana respons anak jika ia bertengkar dengan temannya di sekolah, dan sebagainya.

2. Diskusikan dengan guru

Jangan ragu untuk mendiskusikan keluhan anak dengan guru mengenai aktivitas dan perilaku anak di sekolah. Cari tahu berbagai kemungkinan mengenai kejadian apa yang menyebabkan keengganan anak untuk pergi ke sekolah. Misalnya, bisa jadi ada teman yang menyakitinya atau peristiwa tak menyenangkan lainnya yang dialami anak di sekolah.

Bicarakan hal ini dengan guru anak dengan netral, tanpa nada mengintimidasi guru. Usahakan untuk bisa menemukan pola tertentu yang mengakibatkan anak merasa enggan bersekolah. Misalnya anak mengeluh sakit perut ketika diminta maju ke depan kelas, anak selalu menangis jika diminta untuk mengutarakan pendapatnya, dan lain-lain.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Lakukan playdate

Hubungi beberapa orang tua dari teman-teman anak Anda di sekolah yang Anda kenal cukup baik. Ajaklah mereka bersama anak-anaknya untuk pergi bersama alias playdate. Selain Anda punya waktu untuk lebih mengenal orang tua teman-teman anak, playdate bisa membuat anak menjadi lebih nyaman dan lebih akrab dengan teman-temannya di sekolah. Ini bisa kembali memicu semangatnya untuk bersekolah.

4. Bicarakan dengan anak mengenai cita-citanya

Setiap anak pasti punya imajinasi dan impian ingin jadi apa saat ia besar nanti. Jelaskan kepada anak apa saja yang harus dilalui untuk bisa menggapai cita-citanya, yang salah satu modal utamanya adalah dengan bersekolah.

5. Berikan persepsi yang menyenangkan tentang sekolah, guru, dan teman-temannya

Ada tipe orang tua yang lebih suka memberikan ancaman kepada anak seperti dengan mengatakan, “Kalau kamu tidak menghabiskan makanan, nanti bu guru akan marah”, atau “Kalau kamu nakal, nanti akan Mama laporkan ke guru”. Kalimat semacam ini sebaiknya dihindari karena Anda akan menciptakan persepsi yang menakutkan tentang gurunya di sekolah.

Akan lebih baik memberikan anak cerita-cerita yang menyenangkan tentang kegiatan di sekolah, betapa baik guru dan teman-teman anak. Ciptakan persepsi yang baik tentang sekolah agar anak selalu bersemangat untuk sekolah.

6. Berkonsultasilah dengan psikolog

Kejadian mogok sekolah kadang dapat disebabkan oleh masalah psikologis seperti separation anxiety atau fobia sosial. Kedua hal ini patut dipikirkan bila anak tidak mau bersekolah selama empat minggu berturu-turut atau lebih, atau bila anak mengalami keluhan fisik tertentu seperti sakit perut, mual, muntah, atau pusing yang hanya terjadi saat anak berada di sekolah. Jika hal tersebut dialami anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mengeksplorasi hal yang terjadi pada anak Anda dan membantu mendiskusikan solusi terbaik.

Jika anak mogok sekolah, jangan memaksanya berlebihan yang malah bisa membuat anak merasa tertekan. Cari tahu penyebab anak enggan bersekolah dan lakukan langkah-langkah di atas agar sekolah kembali menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi si Kecil.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar