Sukses

Faldy Albar, Putra Ahmad Albar, Meninggal Dunia

Putra Ahmad Albar, Faldy Albar, meninggal dunia pada usia 34 tahun karena penyakit liver dan mag.

Klikdokter.com, Jakarta Faldy Albar, putra ketiga Ahmad Albar dari pernikahannya dengan Rini S Bono, meninggal dunia, pada Rabu (29/8) sore akibat penyakit liver dan mag. Usianya 34 tahun. Jenazah disemayamkan lebih dulu di rumah duka di Cinere, Depok, sebelum dimakamkan pada Kamis, 30 Agustus.

Menurut sang ayah, kesehatan Faldy bermasalah terutama karena mag yang dia idap. “Liver dan mag, terutama mag-nya itu,” kata Iyek – pangilan Ahmad Albar – usai pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, seperti dilansir Liputan6.

Sebelum meninggal, Faldy sempat menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Pada 20 Agustus, Faldy masuk rumah sakit di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. “Tanggal 20 malam dirawat di rumah sakit, itu masih sehat saja, masih bisa berkomunikasi,” ungkap Iyek.

Selama delapan hari dirawat, kondisi Faldy belum stabil. Hingga akhirnya Faldy dilarikan ke ICU karena mengalami sesak napas. “Dari 20-28 (Agustus) dia dirawat di kamar biasa, tapi pas 28 (Agustus) malam, dia sesak napas. Penglihatannya agak kabur.”

Di ruang ICU, kondisi Faldy malah makin memburuk. Dia pun mengembuskan napas terakhirnya pada 29 Agustus 2018 pukul 17.20 WIB. 

Menurut Iyek, penyakit yang diidap Faldy timbul karena anaknya tak pernah teratur saat makan. Terkadang dalam sehari ia hanya makan sekali. Oleh karena itu, perutnya bermasalah dan merusak metabolisme dalam tubuhnya. Sebelumnya, Faldy juga pernah menjalani perawatan untuk penyakitnya itu.

 

1 dari 2 halaman

Mengenai sakit mag

Sakit mag, atau disebut juga dengan dispepsia, biasanya bukan gangguan yang serius dan pengidap dapat menanganinya sendiri.

Namun, menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, mag atau juga biasa disebut maag, bisa mengakibatkan kematian jika disertai komplikasi penyakit lambung lainnya. “Misalnya seperti pendarahan lambung, sobeknya dinding lambung, kanker lambung, anemia, serta gizi buruk akibat tidak pernah didiagnosis dan ditangani lebih lanjut,” katanya.

Ada banyak penyebab dari sakit mag, seperti adanya penyakit yang mendasari (GERD, gastroparesis, infeksi perut, pankreatitis kronis, tiroid, dll), obat-obatan (aspirin dan obat nyeri lainnya, obat steroid, beberapa antibiotik, obat tiroid), dan gaya hidup (makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, konsumsi makanan tinggi lemak, minum alkohol berlebih, merokok, serta stres).

Jika dihubungkan dengan penyakit liver, dikutip dari Medscape, pengidap penyakit liver kronis dapat mengalami nyeri perut, mual dan kembung dan ditemukan mengalami perubahan motilitas usus, yang semuanya mengarah pada pengembangan dispepsia fungsional.

Jika Anda telah memiliki mag, penting untuk lebih memperhatikan gaya hidup. Ini yang direkomendasikan oleh dr. Sara:

  • Tidak mengonsumsi makanan pedas, terlalu asam, dan yang mengandung gas (kol, sawi, minuman bersoda)
  • Makan sedikit-sedikit tetapi sering (porsi kecil dan sering), setidaknya lima kali dalam sehari
  • Jangan terlambat makan
  • Perbanyak sayur dan buah, serta pilih lemak yang sehat
  • Alihkan stres ke kegiatan lain bila stres memang sangat mengganggu, atau berbicara dengan psikolog

Penyakit apa pun, baik itu mag atau liver seperti yang diidap Faldy Albar, dapat menjadi fatal jika tak dikontrol dengan baik. Oleh karena itu, pola hidup sehat harus diterapkan secara konsisten. Jika memang memerlukan, Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan makanan yang sesuai agar maag tidak sering kambuh.

[RS/ RVS]

1 Komentar