Sukses

Perlukah Protein Bubuk untuk Bangun Tubuh Bugar Jonatan Christie?

Sebelum Anda membeli protein bubuk untuk membangun tubuh bugar ala Jonatan Christie, pastikan baca artikel ini dulu.

Klikdokter.com, Jakarta Protein bubuk bukanlah hal asing, khususnya bagi kalangan yang ingin membangun tubuh bugar dan berotot seperti yang dimiliki atlet bulu tangkis Jonatan Christie. Jika Anda berencana atau sedang dalam program pembentukan otot, benarkah protein bubuk adalah jalan utama untuk mencapainya?

Protein bubuk dapat dikatakan sebagai cara yang mudah untuk memperoleh sumber protein yang komplet serta berkualitas tinggi. Protein bubuk dapat dibuat dalam bentuk shake (susu kocok) atau dikonsumsi dengan cara apa pun yang Anda suka. Bisa dibilang, protein bubuk juga merupakan cara paling sederhana untuk membangun otot dengan cepat.

Otot merupakan jaringan tubuh yang terbentuk dari dua tipe struktur yang disebut actin dan myosin. Kedua struktur dasar otot ini terbentuk dari protein. Tidak heran, semakin banyak otot yang ingin dibentuk atau diperbesar, maka semakin banyak pula asupan protein yang dibutuhkan.

Kebutuhan protein setiap orang tentunya berbeda-beda. Seseorang dengan aktivitas ringan sebaiknya mencukupi kebutuhan proteinnya sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya. Atlet, seperti Jonatan Christie maupun atlet Asian Games lainnya, perlu meningkatkannya hingga 2 kali lipat.

Ini juga berlaku pada Anda yang ingin fokus membentuk otot tubuh. Untuk itu, kebutuhan protein akan meningkat menjadi 1,2-1,7 gram protein per kilogram berat badan.

Protein bubuk jaminan dalam membangun otot tubuh?

Ketahuilah bahwa tidak semua protein bubuk cocok bagi setiap orang. Pertama-tama, mari kenali berbagai kandungan dari protein bubuk. Tiga kandungan yang paling sering ditemui adalah whey, kedelai, dan protein kasein.

Whey adalah bentuk yang paling sering digunakan karena merupakan protein susu yang larut dalam air. Selain itu, whey juga memiliki kandungan protein yang lengkap. Whey sendiri bersumber dari bagian cair yang terpisah dari dadih saat proses pembuatan keju. Dengan kata lain, whey adalah salah satu produk turunan susu sapi.

Oleh sebab itu, bila Anda memiliki gejala alergi susu sapi atau intoleransi laktosa, maka kebanyakan produk protein bubuk yang ada di pasaran bisa jadi tidak cocok untuk Anda.

Whey sebagai sumber protein

Whey memang salah satu contoh sumber protein yang baik untuk membentuk otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat whey dikombinasikan dengan latihan ketahanan otot, maka akan diperoleh hasil peningkatan lean body mass dan besar otot pada dewasa muda yang sehat.

Mengonsumsi protein bubuk whey juga dapat meningkatkan kecepatan berlari untuk para atlet. Selain itu, protein bubuk whey juga diketahui dapat mempercepat pemulihan pasca latihan berat pada orang-orang yang tidak terlatih.

Seperti halnya apa pun yang masuk ke dalam tubuh, konsumsi protein secara berlebihan juga dapat memunculkan efek samping. Protein bubuk whey pada dasarnya aman untuk remaja dan dewasa bila dikonsumsi secara tepat.

Sayangnya, bila dikonsumsi berlebihan, maka dapat menimbulkan beberapa efek samping. Dampak negatif yang bisa timbul seperti peningkatan aktivitas usus, mual, haus berlebihan, perut kembung, kram perut, penurunan nafsu makan, kelelahan, dan sakit kepala.

Untuk mendapatkan tubuh bugar dan berotot seperti Jonatan Christie, pemakaian protein bubuk bukanlah sebuah keharusan. Satu hal yang perlu Anda ingat, kebanyakan orang, sekalipun seorang atlet, juga dapat memperoleh gizi yang dibutuhkan dari makanan biasa. Dengan mengonsumsi berbagai sumber protein yang baik dan tepat seperti daging sapi, daging ayam, susu segar, Anda juga dapat memperoleh asupan protein dalam jumlah yang cukup.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar