Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Robot Seks Menurunkan Risiko Infeksi Menular Seksual?

Robot seks dinilai dapat menurunkan risiko seseorang untuk terkena infeksi menular seksual. Benarkah?

Kemajuan teknologi dapat terlihat dengan semakin banyaknya robot yang mengambil alih aktivitas manusia, termasuk adanya robot seks. Robot yang ditujukan untuk menunjang kehidupan seksual manusia ini juga diciptakan dengan tujuan untuk menurunkan risiko infeksi menular seksual. Namun, apa iya ini realistis untuk dicapai?

Meski disebut-sebut sebagai teknologi mutakhir, robot seks pada akhirnya tetaplah sebuah “mainan”, yang proses pembuatannya menggunakan bahan yang sama dengan mainan seks (sex toy) lainnya. Umumnya, bahan yang digunakan adalah silikon dan lateks untuk menyerupai kekenyalan dan tekstur kulit manusia itu sendiri.

Robot seks diciptakan dengan tujuan untuk membantu bidang kesehatan dan sosial. Produk ini pada dasarnya dibuat untuk memberi kepuasan pada orang yang kesulitan dalam membangun hubungan. Selain itu, robot seks juga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian infeksi menular seksual secara signifikan.

1 dari 3 halaman

Robot Seks Bisa Turunkan Risiko Penularan Infeksi Menular Seksual?

Terkait dengan infeksi menular seksual, robot seks tidak menghentikan penyebaran infeksi menular seksual. Materi apa yang digunakan, bagaimana cara penggunaannya, dan bagaimana cara membersihkan robot seks juga memengaruhi risiko penularan.

Artikel Lainnya: Robot Seks, Solusi untuk Kebutuhan Seks Manusia?

Nyatanya, beberapa sex toy dapat lebih rentan menularkan infeksi menular seksual dibandingkan mainan lainnya. Jika bahan dari mainan seks tersebut berpori (seperti lateks), maka penyebab infeksi dapat sembunyi di dalamnya.

Membersihkan robot seks secara seadanya saja mungkin tak cukup. Bahkan, mainan seks yang tidak berpori pun (termasuk yang terbuat dari silikon murni) jika digunakan secara bersama-sama juga dapat menjadi media penularan infeksi menular seksual.

2 dari 3 halaman

Cara Mengurangi Risiko Penularan dari Robot Seks

Infeksi menular seksual merupakan penyakit yang didapat saat melakukan hubungan seksual.

Infeksi ini terjadi saat ada kontak dengan cairan tubuh lain yang terinfeksi seperti darah, cairan vagina, atau semen. Infeksi ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan kulit yang terinfeksi atau membran mukosa seperti sariawan di mulut.

Penyebab infeksi menular seksual bisa dari virus, bakteri, dan protozoa. Infeksi ini terdiri dari berbagai penyakit menular seksual, seperti chlamydia, gonore, sifilis, HIV, herpes genital, hepatitis B, kutil genital, dan trikomoniasis. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang berbeda-beda.

Artikel Lainnya: Lakukan 7 Hal ini untuk Cegah Infeksi Menular Seksual

Pada wanita, kondisi ini dapat  berujung pada infertilitas, kehamilan di luar rahim, keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan infeksi pada bayi baru lahir. Sedangkan pada pria dapat menyebabkan infeksi pada saluran kencing, anus, dan prostat.

Kebanyakan infeksi menular seksual bersifat asimptomatik, yang berarti tidak menimbulkan gejala. Gejala bisa hilang sendiri tapi penyakit tak akan hilang sampai dilakukan terapi. Kebanyakan infeksi ini dapat disembuhkan jika dilakukan terapi secara optimal, meski ada beberapa infeksi menular seksual yang tidak dapat disembuhkan.

Untuk mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual dari robot seks, berikut beberapa caranya:

  • Tidak menggunakan robot seks secara bersama-sama atau bergantian dengan orang lain
  • Rutin membersihkannya setelah dipakai
  • Bersihkan dengan sabun dan air serta keringkan dengan seksama
  • Lakukan perendaman berkala atau gunakan pembersih antivirus atau antibakteri
  • Tetap gunakan pelindung seperti kondom saat memakainya sebagai langkah ekstra

Anggapan atau harapan penggunaan robot seks untuk menurunkan risiko penularan infeksi menular seksual tergantung pada cara perlakuan pemiliknya terhadap robot tersebut, sehingga berbagai langkah pencegahan tetap diperlukan.

Untuk membaca artikel kesehatan menarik lainnya, Anda bisa mengunduh aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar