Sukses

Glioblastoma, Kanker Otak yang Merenggut Nyawa John McCain

John McCain meninggal dunia akibat kanker otak jenis glioblastoma. Kenali jenis kanker ini untuk mencegah sejak dini.

Klikdokter.com, Jakarta Senator asal Amerika Serikat John McCain meninggal dunia pada usia 81 tahun, Sabtu (25/8). Ia mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker otak yang telah diderita selama kurang lebih satu tahun. Jenis kanker otak yang dialaminya adalah glioblastoma.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, glioblastoma adalah tipe kanker otak ganas yang memerlukan terapi intensif hingga operasi sebagai upaya menghambat penyebarannya.

“Bila pada salah satu area dalam jaringan lunak di kepala berkembang suatu sel yang tidak normal, seperti tumor, rasa nyeri kepala dengan intensitas sedang hingga berat akan terjadi. Atas dasar teori ini, sakit kepala bisa menjadi salah satu tanda awal kanker otak,” katanya.

Fakta tentang glioblastama

Tidak seperti tumor otak lain yang mulai di dalam tubuh dan menyebar ke otak, glioblastoma dimulai dari otak atau sumsum tulang belakang. Melansir CNN, tumor muncul dari sel-sel otak berbentuk bintang yang dikenal sebagai astrosit. The American Brain Tumor Association memberi label kanker otak jenis ini sebagai "sangat ganas".

Glioblastoma dikenal sebagai kanker otak yang paling umum. Penyakit ini dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, dan mengantuk. Namun balik lagi, hal ini tergantung di mana tumornya, karena setiap sisi otak yang terjangkit bakal memberikan pengaruh berbeda.

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani glioblastoma, meski terdapat sejumlah pendekatan yang bisa dilakukan oleh dokter. Operasi, kemoterapi, lalu melakukan radiasi adalah cara umum yang dapat dilakukan dalam mengatasi glioblastoma.

Penanganan glioblastoma

Bagaimana dengan angka harapan hidup penderita kanker ini? Hal tersebut bergantung pada tingkat penyebaran dan dan pengobatan yang digunakan. Pasien glioblastoma disebut memiliki angka harapan hidup yang berkisar dari 14 bulan hingga tiga tahun. Namun hal ini tak dapat dipatok secara pasti karena pada sebuah studi tahun 2009, ditemukan 10 persen pasien pengidap glioblastoma dapat hidup lima tahun bahkan lebih lama.

Selain operasi, kemoterapi dan radiasi, terdapat cara lain yang dijelaskan oleh dr. Dyan sebagai berikut:

  • Tumor treating fields (TTF) therapy

TTF dilakukan dengan menempelkan lempeng di kepala yang terhubung dengan sebuah mesin. Mesin ini akan mengeluarkan gelombang elektrik yang akan membantu menekan perkembangan sel kanker di otak.

  • Targeted drug therapy

Obat yang digunakan pada metode targeted drug therapy bekerja menekan pengaruh sel kanker pada sel-sel sekitarnya.

  • Pengobatan paliatif

Pengobatan paliatif dilakukan untuk membantu meringankan berbagai gejala. Contohnya adalah pemberian antinyeri, antimual, dan antikejang pada pasien yang mengalami gejala-gejala tersebut.

“Panjangnya proses pengobatan dan berbagai efek samping terapi kerap membuat penderitanya lelah dan menyerah. Dalam situasi seperti ini, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat menjadi andalan utama,” kata dr, Dyan

Kenali dan pahami glioblastoma, jenis kanker otak yang merenggut jiwa senator Amerika Serikat John McCain. Bila Anda memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ganas ini, dukungan dan perhatian Anda akan sangat membantu penderita. Lalu jika Anda merasa memiliki gejala yang mengarah pada glioblastoma, segera periksakan ke dokter agar dapat didiagnosis lebih lanjut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar