Sukses

Kenali Pantangan Makanan untuk Penderita Kanker Otak

Awas, makanan pun bisa menjadi salah satu penyebab kanker. Kenali pantangan makanan untuk penderita kanker otak, lewat artikel berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Politikus asal Amerika Serikat, John McCain, meninggal pada hari Sabtu, (25/8) lalu. Penyebab kematiannya adalah kanker otak jenis glioblastoma. Insiden tumor otak sendiri di dunia diperkirakan oleh Central Brain Tumor Regisitry of the United States  sekitar 3.4 per 100.000 penduduk.

Angka yang cukup besar ini ternyata sampai saat ini masih menyisakan tanda tanya besar apa penyebab pastinya.

Faktor yang memengaruhi risiko kanker otak

Sebagian besar masyarakat mungkin masih sulit membedakan antara tumor dan kanker. Cara mudahnya adalah, kanker mengarah pada sifat keganasan. Sedangkan tumor belum tentu mengarah pada kondisi tersebut. Untuk mengetahuinya, memang diperukan pemeriksaan oleh dokter.

Beberapa faktor dikatakan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker otak pada seseorang, termasuk makanan. Faktor-faktor tersebut termasuk:

1. Usia. Tumor otak lebih sering dialami oleh anak dan lansia.

2. Jenis kelamin. Apabila dibandingkan, pria lebih sering terkena tumor otak dibandingkan wanita.

3. Paparan terhadap infeksi virus. Infeksi Epstein-Barr virus (EBV) dikatakan dapat meningkatkan risiko limfoma pada sistem saraf pusat (otak). Pada penelitian lain disebutkan, Cytomegalovirus (CMV) juga pernah ditemukan pada jaringan tumor otak.

4. Riwayat keluarga. Sekitar 5% tumor otak berhubungan dengan faktor genetik, seperti tumor otak yang merupakan bagian dari penyakit Li-Fraumeni syndrome, neurofibromatosis, nevoid basal cell carcinoma syndrome, tuberous sclerosis, Turcot syndrome, and von Hippel-Lindau disease.

5. Paparan radiasi elektromagnetik. Banyak pemberitaan yang menghubungkan gelombang elektromagnetik pada telepon genggam akan meningkatkan risiko tumor otak pada dewasa. Meskipun belum dikonfirmasi secara penelitian mengenai berapa lama durasi aman penggunaaan telepon genggam, World Health Organization (WHO) merekomendasikan pembatasan penggunaan telepon genggam dan headset pada anak dan dewasa.

6. Komponen N-nitroso. Beberapa penelitian menyatakan bahwa komponen N-nitroso dalam makanan dapat meningkatkan risiko tumor otak pada anak dan dewasa. N-nitroso dibentuk oleh tubuh dari nitrit atau nitrat yang diperoleh dari daging, asap rokok, dan pemakaian kosmetik.

1 dari 2 halaman

Pantangan makanan pada penderita kanker otak

Pemilihan makanan bagi seseorang yang telah mengalami kanker otak, harus sangat diperhatikan. Hal ini dikarenakan pada kanker terjadi proses metabolisme yang tidak biasa.

Kanker menyebabkan perubahan metabolisme protein, sehingga menyebabkan kaheksia. Kaheksia adalah sindroma kehilangan berat badan, progresif, dan ditandai kehilangan jaringan lemak dan otot.

Tidak jarang ditemui seseorang yang terkena kanker dan tubuhnya makin kurus dan ototnya juga mengecil. Kondisi tersebut diakibatkan oleh perubahan metabolisme protein.

Perubahan metabolisme protein pada kanker disebabkan adanya produksi sitokin inflamasi atau zat-zat yang menyebabkan peradangan dan produksi lipid mobilizing factor (LMF) serta proteolysis inducing factor (PIF) yang menyebabkan jaringan lemak dan otot pasien kanker semakin berkurang.

Oleh sebab itu, pengaturan pemberian makanan serta mengenali makanan pantangan untuk penderita kanker otak sangat penting. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan?

1. Pemberian makanan disesuaikan dengan kebutuhan harian. Perhitungkan kondisi saat itu, karena beberapa pasien kanker tidak bisa menerima makanan dalam jumlah langsung banyak. Anda perlu mengonsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter gizi.

2. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat simpleks. Sumber makanan karbohidrat simpleks misalnya minuman manis, permen, kue bolu, dan sirup. Gula, khususnya karbohidrat simpleks, apabila jumlahnya berlebih di darah dapat meningkatkan produksi sitokin inflamasi. Pada pasien kanker, produksi zat yang menyebabkan peradangan ini sudah cukup banyak, jangan sampai makanan yang dikonsumsi akan memperburuk kondisi ini.

Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti serat pada buah dan sayuran. Karbohidrat kompleks akan lebih lama dipecah sehingga tidak langsung menaikkan kadar gula darah, lebih aman dibandingkan karbohidrat simpleks.

3. Hindari makanan yang mengandung lemak. Cara memasak, hindari memasak dengan menggoreng makanan. Konsumsi lemak - utamanya lemak jenuh dan trans fat - yang berlebih akan meningkatkan produksi sitokin inflamasi. Perbanyak konsumsi lemak tidak jenuh tunggal seperti pada alpukat.

4. Kurangi konsumsi daging. Daging seperti yang sudah disebut sebelumnya dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu beberapa sumber juga menyatakan, konsumsi daging juga mencetuskan dihasilkannya sitokin inflamasi.

Kualitas hidup penderita kanker otak memang bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Selain harus mematuhi aturan pantangan makanan, penderita kanker otak, juga memerlukan dukungan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidupnya.  Jika ada dari anggota keluarga yang menderita penyakit ini, berikan ia dukungan sepenuhnya, agar ia tidak terlalu fokus memikirkan penyakitnya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar