Sukses

Sering Sariawan, Haruskah Khawatir?

Sariawan biasanya akan hilang dan sembuh dengan sendirinya. Namun, bagaimana jika Anda sering mengalami sariawan? Apa yang harus dilakukan?

Hampir setiap orang pernah mengalami sariawan. Umumnya, kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya. Tetapi jika sariawan muncul terlalu sering, perlu dicurigai adanya penyakit tertentu.

Sariawan didefinisikan sebagai peradangan yang terjadi pada mukosa mulut. Kondisi ini dapat muncul pada bagian-bagian mulut, seperti bibir bagian dalam, pipi bagian dalam, lidah, gusi maupun langit-langit. 

Biasanya kondisi sariawan tidak berbahaya dan tidak memerlukan terapi khusus. Namun, jika sariawan cukup besar dan terasa nyeri, Anda dapat menggunakan obat untuk mengatasinya sesuai tingkat keparahan.

Lalu, bagaimana jika sariawan terjadi terlalu sering? Apa yang harus dilakukan? 

Artikel lainnya: 6 Bahan Alami untuk Mengatasi Sariawan yang Mengganggu

1 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Sariawan

Terdapat beberapa jenis sariawan berdasarkan ciri khas dan ukurannya, yaitu:

  • Sariawan Tipe Minor

Sariawan ini yang paling sering dijumpai dalam masyarakat. Berukuran kecil kurang dari 1 cm, berbentuk oval dengan bagian tepi yang berwarna kemerahan. Umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu 7 hari hingga 2 minggu tanpa meninggalkan bekas luka.

  • Sariawan Tipe Mayor

Umumnya jarang terjadi. Berukuran lebih besar dari sariawan tipe minor. Berbentuk oval dengan batas yang jelas dan terasa lebih dalam. Diperlukan waktu sekitar 4 minggu atau lebih untuk sembuh. Biasanya sariawan dengan tipe ini akan sembuh dan meninggalkan bekas luka.

  • Sariawan Tipe Herpetiform

Pada kondisi ini, sariawan dapat berjumlah 10 hingga 100 luka di dalam mulut. Berukuran kecil dan tipis sehingga kadang sariawan ini membentuk satu ulkus yang besar.

Bila sariawan tak kunjung sembuh dalam waktu 2 minggu dan bertambah banyak atau muncul secara berulang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan oleh dokter gigi.

Artikel lainnya: 6 Cara Mengobati Sariawan Saat Puasa

Dalam kebanyakan kasus, sariawan dapat muncul secara berulang, disebut juga dengan istilah recurrent aphthous stomatitis (RAS). Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti.  Namun, beberapa faktor diyakini sebagai pemicunya, di antaranya:

  • Trauma fisik, seperti tergigit.
  • Perubahan hormonal pada wanita (saat menstruasi).
  • Defisiensi zat gizi (kekurangan vitamin B12, zat besi dan asam folat).
  • Faktor genetik.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Stres.
  • Kelainan sistem kekebalan tubuh.
2 dari 4 halaman

Sariawan Terlalu Sering, Pertanda Apa?

Anda patut mencurigai sariawan yang muncul secara berulang atau yang tak kunjung sembuh. Hal ini perlu dilakukan pemeriksaan oleh seorang dokter gigi untuk memastikan penyebabnya.

Artikel lainnya: Sariawan di Bibir Kering, Bolehkah Dibiarkan?

Dokter akan menanyakan lebih lanjut mengenai keluhan yang dirasakan, gejala-gejala lain yang muncul, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang. Infeksi virus, jamur atau bakteri bisa saja terjadi. Bila terdapat kecurigaan, dokter akan mengatasinya dengan obat-obatan.

Penyakit yang dapat ditandai dengan sariawan yang berulang adalah gingivostomatitis, yaitu infeksi pada mulut dan gusi yang menyebabkan luka dan pembengkakan. 

Gingivostomatitis bisa disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Biasanya kondisi ini terjadi pada anak-anak yang lebih muda dan berhubungan dengan gejala sistemik.

Artikel lainnya: 6 Tips Mengatasi Sariawan yang Muncul karena Behel

Sariawan berulang juga dapat menjadi tanda dari beberapa penyakit serius, seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, radang usus, infeksi HIV dan defisiensi nutrisi. Dengan melakukan pemeriksaan yang tepat, penyakit ini dapat teridentifikasi.

Apabila terdeteksi sejak dini, penyakit-penyakit tersebut dapat segera diatasi. Oleh karena itu, segeralah melakukan pemeriksaan dengan dokter gigi jika sariawan tak kunjung sembuh dan muncul secara berulang.

3 dari 4 halaman

Penanganan Sariawan

Umumnya sariawan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, bila rasa sakit tak tertahankan, Anda dapat melakukan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahannya.

Pada kasus ringan, Anda dapat menggunakan salep yang berisi anestesi topikal untuk mengurangi rasa nyeri. Penggunaan obat kumur chlorhexidine 0,2 persen mampu meringankan sariawan yang ringan.

Sedangkan untuk kasus sedang hingga berat, dibutuhkan obat topikal yang mengandung steroid. Obat-obat ini digunakan langsung pada daerah yang terkena. Penderita juga dapat menggunakan obat kumur yang mengandung antibakteri.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar sariawan atau penyakit lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar