Sukses

Makan Daging Kambing Bisa Bikin Atlet Lebih Bertenaga?

Daging kambing adalah salah satu jenis daging yang digemari, yang katanya bisa bikin para atlet lebih bertenaga. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Asupan makanan yang tepat tentu diperlukan oleh atlet yang masih berkompetisi di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang, untuk membantu perfoma mereka secara optimal. Banyak makanan yang dipercaya bisa membuat para atlet lebih bertenaga. Salah satunya adalah daging kambing. Benarkah begitu?

Atlet-atlet yang bertanding di Asian Games, terutama cabang-cabang yang membutuhkan stamina yang sangat besar, memerlukan asupan yang bagus. Selain minum yang cukup, makanan juga menjadi penentu performa mereka di lapangan.

Pentingnya pengaturan nutrisi bagi atlet

Nutrisi memegang peranan penting bagi para atlet. Pengaturan gizi sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjaga gizi dan kebugaran atlet. Selain itu juga agar para atlet dapat mencapai bentuk tubuh spesifik yang sesuai untuk tiap cabang olahraga yang dilakoni.

Banyak yang meyakini bahwa salah satu makanan yang bisa membantu tubuh mendapat tambahan tenaga ekstra adalah daging kambing. Meski tidak sepopuler daging sapi atau ayam, daging kambing merupakan sumber protein yang cukup disukai masyarakat, termasuk para atlet. Misalnya pada saat perayaan Iduladha beberapa waktu lalu, para atlet di Kampung Atlet di Jakabaring Sport City, Palembang, sempat menyantap sate kambing bersama sebagai bentuk tradisi Iduladha.

Meski disukai, tapi banyak juga yang menganggap daging kambing buruk untuk kesehatan tubuh, yang dapat menyebabkan hipertensi dan kolesterol.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, anggapan tersebut salah. Nyatanya, daging kambing dapat menjadi alternatif sumber protein hewani yang lebih sehat dibandingkan dengan daging sapi dan ayam.

Dalam 85 gram daging kambing mengandung 122 kalori, 2,6 gram lemak, dan 64 miligram kolesterol. Sementara itu, dalam 85 gram daging ayam mengandung 162 kalori, 6,2 gram lemak, dan 76 miligram kolesterol. Perbandigan lainnya, dalam 85 gram daging sapi mengandung 179 kalori, 7,9 gram lemak, dan 73 miligram kolesterol.

Angka di atas tertera jelas bahwa daging kambing ternyata memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibanding daging ayam dan sapi dalam jumlah sajian yang sama. Selain itu, daging kambing juga diketahui memiliki kandungan zat besi yang tinggi, bahkan dua kali lipat dari daging ayam.

1 dari 2 halaman

Benarkah daging kambing bisa membantu atlet lebih bertenaga?

Daging kambing adalah salah satu jenis daging merah. Kenyataannya, mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang cukup memang bisa menghadirkan manfaat baik bagi tubuh. Namun, harus diingat bahwa cara pengolahannya harus tepat. Jika daging kambing diolah dengan santan atau bumbu kacang, maka bisa saja menyebabkan hipertensi dan naiknya kadar kolesterol.

Selain itu, perhatikan juga jumlah daging kambing yang dikonsumsi. Dikatakan oleh dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter, konsumsi daging kambing yang berlebihan bisa membuat tubuh menjadi lemas.

“Tenaga bisa hilang seketika setelah makan daging kambing secara berlebihan,” kata dr. Kartika.

Penyebabnya adalah daging merah memiliki protein yang sangat tinggi, sehingga tubuh perlu bekerja keras untuk mencernanya. Tubuh pun butuh energi lebih untuk menyokong proses tersebut.

Daging kambing juga akan makin sulit dicerna jika sebelumnya Anda tidak mendapatkan asupan yang cukup atau mengonsumsinya dalam keadaan perut kosong. Jadi belum ada kalori yang diubah menjadi energi untuk proses tersebut.

Baik atau buruknya manfaat daging kambing tergantung seberapa banyak Anda mengonsumsinya dan cara pengolahannya. Oleh karena itu, konsumsilah daging kambing secara bijak.

Saran dari dr. Dyah Mega Inderawati, juga dari KlikDokter, konsumsilah daging kambing tak lebih dari 70 gram dalam sehari. Jika dijadikan sate, 70 gram itu setara dengan lima tusuk sate berukuran sedang. Tidak ada larangan bagi para atlet untuk mengonsumsi daging kambing karena merupakan sumber protein yang dapat menghasilkan energi sehingga atlet jadi bertenaga. Namun, perhatikan jumlah dan cara memasaknya agar kebaikan yang ditawarkan dari daging kambing ini tidak berbalik mengancam kesehatan tubuh.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar