Sukses

4 Cara Membebaskan Warga Jakarta dari Diabetes

Pemprov Jakarta berusaha mewujudkan lingkungan sehat bagi warga dengan menekan angka diabetes. Ini 4 cara mudah yang bisa dilakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat kota besar seperti Jakarta semakin rentan mengalami masalah kesehatan, termasuk diabetes. Gaya hidup modern dan semakin malasnya warga untuk beraktivitas fisik, membuat penyakit diabetes menjadi ancaman yang harus diwaspadai.

Dalam upaya membangun Kota Bebas Diabetes, Pemprov DKI Jakarta, bekerja sama dengan sebuah perusahaan kesehatan ternama, Jumat (24/8) lalu  menandatangani kerja sama terkait penyakit diabetes. Jakarta menjadi kota ke-17 di dunia yang menjalani kerja sama tersebut. Sebagai kota besar, Jakarta dinilai sangat rentan dengan penyakit diabetes ini.

Program yang dinamai Cities Changing Diabetes ini merupakan upaya untuk mengurangi pertumbuhan angka orang hidup dengan diabetes di Jakarta. Lalu, bagaimana cara agar warga Jakarta terbebas dari diabetes?

Warga Jakarta rentan  diabetes?

Sesuai dengan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, DKI Jakarta menduduki posisi enam besar provinsi tertinggi prevalensi diabetes tipe 2 penduduk usia 15 tahun ke atas di Indonesia. Ini berarti tingkat diabetes di Jakarta cukup besar.

Selain itu, diabetes secara keseluruhan di Indonesia memang menjadi salah satu pembunuh terbesar selain stroke dan jantung. Atas dasar inilah, Pemprov DKI Jakarta akhirnya tergerak untuk menekan jumlah penyakit diabetes.

Lingkungan perkotaan seperti Jakarta merupakan "rumah" bagi dua pertiga orang yang hidup dengan diabetes. Sebagian besar karena dipicu oleh gaya hidup masyarakat yang jauh dari kata sehat.

Berdasarkan data dari Diabetes Atlas Edisi 8 yang merupakan anggota Federasi Diabetes Internasional, sudah 10,3 juta penderita diabetes di Indonesia dan diprediksi akan bertambah menjadi 16,7 juta pada 2045, dengan mayoritas pendudukan tinggal di daerah perkotaan.

Penyebab utama orang-orang di kota besar bisa terkena diabetes adalah karena tidak berolahraga atau hanya sekadar beraktivitas fisik. Faktor lain yang memengaruhi masyarakat tidak bisa mengembangkan hidup sehat adalah karena kemacetan di Jakarta yang sangat tinggi. Kemacetan membuat orang-orang yang hidup di perkotaan lebih lama menghabiskan waktu di jalanan daripada untuk berolahraga.

Selain itu, masyarakat Jakarta juga jarang sekali berjalan kaki, dan lebih mengandalkan transportasi berbasis online. Padahal jalan kaki adalah cara mudah untuk berolahraga harian yang membuat tubuh menjadi segar dan bisa menghindarkan dari penyakit.

1 dari 2 halaman

Kiat mudah cegah diabetes

Sesuai dengan penyebab utama yang dijelaskan di atas, maka harus ada pencegahan yang dilakukan agar diabetes tidak semakin banyak menimpa masyarakat. Pencegahan ini penting untuk dilakukan karena jika sudah terkena tidak dapat disembuhkan, meskipun dapat dikontrol.

Nantinya, jika Jakarta berhasil dalam program ini, kota-kota besar lainnya di Indonesia bisa mengikuti. Jakarta akan menjadi role model dalam pencegahan diabetes mellitus.

Berikut beberapa cara yang bisa menghindarkan Anda dan warga lainnya dari diabetes:

1. Olahraga teratur

Salah satu penyebab besar diabetes karena tubuh kurang bergerak atau tidak punya waktu olahraga. Menurut dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter, dengan berolahraga, kalori yang Anda konsumsi akan berubah menjadi energi. Dengan demikian, kalori tidak akan ditimbun dalam pembuluh darah berupa glukosa atau gula, yang dapat menyebabkan diabetes pada kemudian hari.

2. Jaga berat badan tetap seimbang

Orang yang kelebihan berat badan kemungkinan tujuh kali lebih besar terkena diabetes dibanding mereka yang memiliki berat badan ideal. Bahaya lainnya jika kelebihan berat badan adalah ketika Anda punya riwayat diabetes dalam keluarga, ini juga bisa jadi pemicu.

Jika tidak ingin terserang diabetes meski ada faktor keturunan, coba kendalikan berat badan Anda. Caranya mudah: berjalan cepat selama 30 menit setiap hari dapat menurunkan risiko diabetes sebanyak 50 persen.

3. Hindari minuman manis

Tidak ada yang lebih baik selain air putih. Sementara itu, minuman manis memiliki kalori yang tinggi. Menurut dr. Kartika, minuman manis itu mengandung kalori seperti satu piring nasi.

Sebagai gantinya, pilihlah air mineral atau air putih tanpa rasa. Yang harus diingat adalah, mengonsumsi minuman manis akan meningkatkan risiko Anda terserang diabetes sebesar 25 persen.

4. Makan makanan yang seimbang

Jangan makan berlebihan, yang dianjurkan adalah maksimal tiga kali sehari. Lalu, porsinya juga harus seimbang: karbohidrat 25%, protein 25%, dan serat 50%.

Selain itu, jenisnya juga harus diperhatikan dengan baik. Dalam hal ini pilihlah makanan yang memiliki indeks kalori rendah. Contohnya, lebih baik pilih nasi merah daripada nasi putih yang lebih banyak mengandung gula.

Program Cities Changing Diebetes yang mulai dijalankan Pemprov DKI Jakarta memang belum lama berjalan. Meski demikian, semangat untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Bebas Diabetes, perlu segera diwujudkan. Untuk itu, dukungan seluruh warga Ibu Kota, mutlak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kota yang sehat. Yuk, mulai sekarang biasakan diri untuk menjalankan pola hidup sehat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar