Sukses

6 Makanan yang Bisa Sebabkan Asam Urat Tinggi

Asam urat bisa naik sangat tinggi bila Anda mengonsumsi makanan-makanan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Asam urat tinggi menjadi kondisi yang sangat ingin dihindari oleh setiap orang. Untuk mewujudkan ini, Anda wajib memperhatikan setiap asupan yang dikonsumsi setiap hari.

Faktanya, makanan yang mengandung purin adalah musuh terbesar bagi Anda yang tak ingin mengalami kenaikan asam urat. Purin itu sendiri merupakan zat yang secara alami diproduksi di dalam tubuh, dan ditemukan di sebagian makanan. Zat ini tidak sepenuhnya buruk, namun sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar.

Saat tubuh mencerna purin, akan diproduksi hasil samping atau limbah yang Anda kenal sebagai asam urat. Jadi, semakin banyak jumlah purin yang dikonsumsi, semakin tinggi pula jumlah asam urat yang mengendap di dalam tubuh.

Makanan yang memicu kenaikan asam urat

Makanan dengan kadar purin tinggi mengandung lebih dari 200 mg purin per 100 gram. Sedangkan yang berkadar purin sedang mengandung 150-200 mg purin per 100 mg.

Untuk mencegah kenaikan asam urat, Anda sebaiknya benar-benar menghindari konsumsi makanan berkadar purin tinggi dan membatasi konsumsi makanan berkadar purin sedang. Berikut beberapa makanan yang termasuk ke dalam kategori tersebut:

  1. Jeroan dan daging

Semua jeroan, seperti hati, pankreas, ginjal, otak, paru, lidah dan babat, mengandung kadar purin yang sangat tinggi. Daging bebek dan sapi muda juga tinggi purin, dan karenanya harus dihindari.

Untuk daging sapi, babi, kambing, dan ayam―terlebih yang berlemak―batasi konsumsinya hanya 100 gram per hari. Air kaldu yang berasal dari daging-daging ini pun mengandung purin yang tinggi, sehingga tetap harus Anda batasi konsumsinya.

  1. Ikan dan seafood

Keduanya merupakan sumber purin. Di antara ikan dan seafood, kerang, ikan sarden, trout, herring, teri, dan kembung adalah yang mengandung kadar purin paling tinggi.

Sedangkan, yang berkadar purin sedang adalah tuna, ikan cod, ikan mas, ikan pecak, kakap, salmon, serta seafood seperti tiram, lobster, kepiting dan udang.

  1. Produk susu tinggi lemak

Susu tinggi lemak seperti whole milk atau full cream, serta produk sampingannya seperti keju juga tinggi kandungan purin. Sebaliknya, konsumsi susu skim dan produk susu rendah atau bebas lemak (keju maupun yoghurt) tergolong rendah purin sehingga cenderung aman dikonsumsi.

  1. Sumber makanan nabati

Beberapa jenis sayuran seperti jamur, asparagus, kembang kol, lentil, kacang-kacangan, polong-polongan, dan bayam berkadar purin sedang dan konsumsinya dibatasi tidak lebih dari 2 porsi, atau 1 cangkir mentah atau ½ cangkir matang, per minggu. Meski demikian, penelitian terbaru membuktikan bahwa konsumsi sayuran ini tidak meningkatkan kadar asam urat.

  1. Makanan tinggi gula

Metabolisme gula memang tidak menghasilkan purin. Namun, makanan tinggi gula sederhana seperti roti tawar putih, produk roti komersil, cake, kue-kue kering, produk minuman kemasan dan minuman bersoda khususnya yang mengandung high-fructose corn syrup dapat meningkatkan kadar asam urat.

  1. Alkohol

Minuman beralkohol, khususnya bir dan minuman beragi, sangat tinggi purin. Sedangkan, liquor dan wine berkadar purin sedang dan karenanya masih bisa dikonsumsi dalam batas wajar.

Dengan membatasi makanan yang mengandung purin, diharapkan kadar asam urat di dalam tubuh Anda bisa terjaga di rentang normal: 2,4–6 mg/dL untuk wanita, dan 3,4–7 mg/dL untuk pria. Kombinasikan diet rendah purin dengan perilaku hidup sehat, olahraga secara rutin dan teratur, serta menjaga berat badan ideal agar kesehatan tubuh terus terjaga dengan baik.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar