Sukses

4 Penyebab Kanker Otak yang Renggut Jiwa John McCain

Senator Amerika Serikat, John McCain, meninggal dunia akibat kanker otak yang dideritanya. Apa penyebab kanker otak tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Sabtu lalu (25/8) menjadi hari berkabung, khususnya bagi warga Amerika Serikat (AS). Senator ternama AS dari Partai Republik, John McCain, menghembuskan napas terakhirnya akibat kanker otak yang dideritanya sejak setahun terakhir.

Dikutip dari Liputan6.com, McCain yang dikenal dengan kritiknya yang tajam dan pedas kepada Presiden Donald Trump, telah melakukan berbagai upaya pengobatan. Namun, dalam pekan terakhirnya ia memutuskan untuk menghentikan semua pengobatan yang dijalaninya.

Rival Obama dalam pemilihan presiden tahun 2008 ini menderita kanker otak glioblastoma, atau atau secara lengkap disebut sebagai glioblastoma multiforme (GBM). Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling sering terjadi, sekaligus paling berbahaya.

Glioblastoma ini berasal dari sel glial, yaitu kumpulan sel di otak yang berfungsi untuk menjaga keutuhan sel saraf, serta memberikan nutrisi dan oksigen agar sel saraf dapat berfungsi optimal. Pada kondisi kanker otak jenis glioblastoma, sel glial tersebut berkembang biak secara tak terkontrol dan menyebabkan berbagai gangguan saraf yang semakin lama semakin berat.

Golongan yang rentan terkena glioblastoma

Seperti kebanyakan kanker pada umumnya, penyebab kanker otak juga belum diketahui secara pasti. Namun demikian, ada beberapa hal yang diduga menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami kanker otak jenis glioblastoma. Di antaranya adalah:

  1. Mutasi genetik

Pada penderita kanker otak, ada beberapa gen yang diduga mengalami mutasi. Salah satunya adalah gen bernama p53. Dalam keadaan normal, gen p53 berfungsi untuk mencegah terjadinya tumor. Namun, jika gen ini mengalami mutasi, maka perannya sebagai pencegah tumor turut terganggu. Pada kasus kanker otak, didapatkan 25-40 persen penderitanya mengalami mutasi gen ini.

Selain mutasi gen p53, diduga mutasi gen epidermal growth factor receptor (EGFR), gen MDM2, gen PTEN, dan gen IDH juga dialami oleh penderita kanker otak.

  1. Riwayat kanker otak dalam keluarga

Ini juga sebenarnya berhubungan dengan mutasi genetik. Meski tidak selalu, kelainan genetik sering diturunkan dari orang tua ke anak. Oleh karena itu, jika orang tua menderita kanker otak, maka anaknya lebih rentan mengalami kanker otak juga.

  1. Usia tua

Semakin meningkatnya usia, maka risiko mengalami kanker otak turut meningkat. Sebagian besar kasus kanker otak jenis glioblastoma terjadi pada rentang usia 45-65 tahun. Namun demikian, ada beberapa jenis tumor otak, seperti ependimoma dan astrositoma, lebih sering dialami oleh anak-anak dan orang berusia muda.

  1. Paparan radiasi

Orang yang pernah mengalami paparan radiasi, terutama di daerah kepala dan leher, lebih rentan mengalami kanker otak. Paparan radiasi ini biasanya didapatkan dari radioterapi untuk pengobatan kanker. Selain itu, radiasi ini bisa juga didapatkan dari paparan bom atom pada daerah perang.

Meski diketahui empat hal di atas dapat menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami kanker otak, tapi kanker otak merupakan satu dari banyak penyakit yang belum ditemukan cara pencegahannya. Satu hal yang dapat dilakukan adalah mengenali gejala kanker otak secara dini, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih awal.

Gejala utama kanker otak adalah sakit kepala. Berbeda dengan sakit kepala biasa, pada kanker otak sakit kepala dirasakan semakin sering dan semakin berat. Keluhan tersebut lebih sering dialami pada pagi hari atau saat baru bangun tidur. Selain itu, penderita kanker otak juga mudah mengalami muntah-muntah dan kelemahan lengan serta tungkai.

Sayangnya hingga saat ini, meski diobati dengan optimal dengan operasi, radioterapi, dan kemoterapi, kebanyakan penderita kanker otak jenis glioblastoma bertahan hidup dalam waktu kurang dari setahun. Namun, dalam kasus John McCain, dengan pengobatan yang dilakukan dan semangatnya membela hak rakyat AS - meski dalam keadaan sakit – perjuangannya melawan kanker sangat inspiratif. Dalam kondisinya tersebut, ia telah berjuang melawan kanker otak selama lebih dari satu tahun, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada usia 81 tahun.

[RN/ RVS]

2 Komentar

  • Hanafi Alkhoiri

    So sad :( it feels bad

  • Nikita Arla

    terimakasih informasih nya , sangat bermanfaat sekali jangan lupa mampir di bioskop keren kami ya subtitle indonesia film-film terupdate setiap hari http://www.movie21terbaru.com/ http://www.movie21terbaru.com/ http://www.movie21terbaru.com/