Sukses

Tips Redakan Emosi Saat Jagoan Kalah di Asian Games

Jangan biarkan luapan emosi akibat kekalahan atlet jagoan di Asian Games melahap diri Anda. Lakukan ini untuk meredakannya.

Klikdokter.com, Jakarta Asian Games 2018 kini tengah dilangsungkan di Jakarta dan Palembang. Tentu, banyak dari Anda yang memiliki atlet jagoan di berbagai cabang olahraga yang sedang dikompetisikan. Saat menonton atlet favorit Anda bertanding, emosi Anda pasti ikut larut bersama serunya pertandingan.

Kalah atau menang adalah hal biasa dalam pertandingan olahraga. Namun tak jarang, penonton juga ikut merasakan emosi atas apa yang terjadi di lapangan. Mungkin Anda mengalami pengalaman ini, khususnya usai menyaksikan laga final pertandingan bulu tangkis beregu putra beberapa hari yang lalu.

Alotnya partai pertama antara Anthony Ginting yang harus kalah dari Shi Yuqi akibat cedera, disambung dengan heroiknya permainan The Minions―sebutan bagi pasangan ganda putra Markus Gideon dan Kevin Sanjaya - membuat emosi penonton naik turun.

Emosi adalah wajar

Sebagai manusia, merasakan berbagai spektrum emosi adalah hal yang wajar. Apalagi pada suasana Asian Games seperti saat ini, tidak aneh jika Anda merasa menjadi bagian dari tim andalan Indonesia sehingga ikut merasakan sensasi kalah dan menangnya.

Respons emosi tersebut normal dan tidak berbeda dengan perasaan saat kondisi lain, yang memang merupakan bagian kerja hormon yang mengatur mood dan suasana hati manusia.

Respons itu dipengaruhi oleh hormon kortisol yang akan memicu produksi dopamin atau serotonin, serta menentukan apakah Anda akan merasa senang atau sedih, stres atau depresi. Di samping itu, manusia juga memiliki empati sehingga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

1 dari 2 halaman

Redakan dengan cara ini

Merasa emosi adalah hal yang wajar. Namun bukan berarti Anda bisa tenggelam dan merasakannya berlarut-larut. Untuk mencegah hal tersebut, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

● Cari pelampiasan yang tepat

Bagaimana cara Anda melampiaskan emosi? Apakah berteriak sekencang-kecangnya, meninju udara, atau mengurung diri di dalam kamar? Apa pun yang Anda lakukan untuk mengekspresikan luapan emosi, ingatlah untuk tidak melakukannya dalam bentuk negatif.

Jadi, meski emosi sedang berada di puncaknya, Anda tak boleh menghina, menyerang balik secara verbal maupun fisik, apalagi hingga berkelahi dengan orang yang membuat emosi Anda meledak. Kendalikan diri, dan jangan biarkan emosi melahap diri Anda.

● Alihkan perhatian

Cobalah untuk mengatasi rasa patah hati akibat kekalahan atlet jagoan dengan berusaha untuk move on. Caranya, alihkan perhatian dan energi Anda untuk mendukung atlet Indonesia di cabang olahraga lain yang masih bertanding.

● Istirahat

Jika fisik dan psikis terlalu lelah akibat emosi yang meluap, berikan waktu diri Anda untuk istirahat. Tubuh dan pikiran yang penat tidak akan bisa memproses stimulus dari lingkungan dengan baik. Bisa-bisa Anda malah jadi cepat marah dan emosi justru menyambar ke hal-hal yang tidak berkaitan.

Istirahatkan tubuh dan pikiran Anda dengan relaksasi atau tidur sebelum kembali mendukung atlet jagoan di pertandingan berikutnya.

● Berpikir positif dan optimis

Jangan pernah berhenti untuk berpikir positif. Meski emosi tengah meluap akibat melihat kekalahan atlet jagoan, Anda harus berpikir dengan kepala dingin. Cobalah untuk tidak terlalu fokus pada kekalahan yang jagoan Anda alami. Sebagai gantinya, yakinkan diri Anda bahwa atlet jagoan tersebut telah memberikan kemampuan terbaiknya.

Jangan patah semangat meski atlet jagoan harus kalah saat berlaga di Asian Games 2018. Segera redakan emosi, dan bangkitkan semangat Anda lagi untuk terus mendukung Indonesia di perhelatan olahraga akbar ini. Meski hanya sebagai penonton, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan agar tetap dapat memberikan dukungan bagi atlet Indonesia.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar