Sukses

7 Hal yang Menghambat Kehamilan Anda

Tahukah Anda, bahwa ada beberapa hal yang bisa menghambat kehamilan dan mempersulit Anda dan pasangan memiliki momongan? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kehadiran anak merupakan salah satu hal yang paling diharapkan oleh pasangan menikah yang ingin segera memiliki momongan. Saat ini mungkin Anda dan pasangan juga tengah menjalankan program hamil. Namun ketahuilah, bahwa ada berbagai hal yang dapat menghambat kehamilan.

Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa pada 2012 jumlah penduduk menikah yang tidak dapat memiliki anak di Indonesia adalah 2,3 persen perempuan dan 3,8 persen laki-laki. Padahal, dari data yang sama juga disebutkan keinginan pasangan untuk memiliki anak cukup tinggi.

Bila dilihat dari kurva yang dirilis oleh SDKI pada 2012, angka keinginan untuk memiliki anak pada responden perempuan mencapai angka 83,9 persen, dan sekitar 24 persen pada laki-laki. Angka ini meningkat sebanyak lebih dari 3 persen dari tahun 2007.

Tak heran, data ini akhirnya sejalan dengan yang dijelaskan oleh Perhimpunan Fertilitas In Vitro Indonesia (PERFITRI). Disebutkan pada 2015, penggunaan bayi tabung sebagai solusi pasangan untuk memiliki momongan meningkat sebanyak 21,98 persen, dari 4.827 kasus pada 2014 hingga 5.888 pada tahun berikutnya.

Hal yang menggagalkan program hamil

Melihat dari berbagai data di atas, bisa Anda pahami bahwa setiap pasangan yang ingin memiliki anak akan melakukan berbagai hal agar usahanya berhasil, salah satunya dengan bayi tabung. Sayangnya, biaya untuk bayi tabung masih tergolong tinggi.

Agar tetap berpotensi memiliki momongan, Anda dapat mencoba terlebih dahulu menghindari berbagai hal yang dapat menghambat kehamilan berikut ini. Bisa jadi, salah satunya masih Anda lakukan, sehingga kehamilan tak kunjung terjadi.

1. Kerusakan DNA sperma

Dilansir dari Babyologist, ternyata adanya kerusakan pada DNA sperma bisa menghambat kehamilan. Profesor Sheena Lewis dari School of Medicine Queen’s University Belfast menyatakan 15 persen kerusakan DNA sperma laki-laki masih bisa dianggap normal.

Namun, bila kerusakannya lebih dari 25 persen sperma, kemungkinan memiliki bayi akan menurun, bahkan bila pasangan telah menjalani upaya untuk meningkatkan kesuburan. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan dari dokter.

2. Infeksi Penyakit Menular Seksual (PMS)

Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, seseorang yang terinfeksi PMS dapat mengalami gangguan dalam sistem reproduksi.

“Bila hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya tunda hubungan seksual untuk sementara waktu agar tidak terjadi infeksi berulang. Lakukan konsultasi dengan dokter agar seluruh sumber infeksi dapat dieliminasi,” jelasnya.

3. Terlalu sering berhubungan seksual

Melakukan upaya untuk segera memiliki momongan boleh saja, asal jangan berlebihan. Karena berhubungan seksual dengan intensitas yang berlebihan justru dapat menghambat kehamilan.

“Berhubungan seksual setiap beberapa hari sekali akan membantu tubuh menghasilkan sperma dengan kualitas lebih baik dibanding dengan berhubungan seks setiap hari,” ucap dr. Karin Wiradarma kepada KlikDokter.

Menurutnya terlalu sering berhubungan seksual akan menyebabkan kurangnya waktu pembentukan dan penyempurnaan sperma, sebelum akhirnya dikeluarkan melalui ejakulasi.

“Cobalah berhubungan seksual 2-3 hari sekali. Intensitas ini akan membuat kondisi hubungan Anda dan pasangan lebih menyenangkan,” tambahnya.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Konsumsi rokok dan alkohol

Dilansir dari Fit Pregnancy, alkohol dan rokok dapat memengaruhi kesuburan, bahkan bisa menyebabkan keguguran. Jadi, jika Anda ingin segera memiliki momongan, komitmen untuk menghindari rokok dan alkohol sangat dibutuhkan.

5. Obesitas

Salah satu kondisi kesehatan yang dapat menghambat kehamilan adalah kegemukan atau obesitas. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, wanita yang obesitas akan mengalami gangguan keseimbangan hormon yang dapat menyebabkan siklus pengeluaran sel telur terganggu, sehingga sulit hamil.

6. Usia yang tak muda lagi

Memang pada sebagian kasus, kehamilan bisa terjadi di usia 40 sekalipun. Meski demikian, puncak kesuburan seorang wanita adalah saat berada pada usia 20-27 tahun. Bahkan, setelah usia 40 tahun, tingkat keguguran akan naik hingga 50 persen.

Jadi, walaupun Anda berhasil hamil, kondisi kehamilan Anda di usia yang tak lagi muda juga sangat berisiko mengalami gangguan. Untuk upaya dengan bayi tabung sekalipun, wanita yang berusia di atas 30 tahun hanya memiliki tingkat keberhasilan sebesar 30 persen, dan 11 pesen untuk wanita usia 40 tahun.

7. Stres

Sebagian besar pasangan yang tak kunjung memiliki momongan biasanya mengalami stres. Padahal, hal ini justru akan semakin menghambat kehamilan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Fertility dan Sterility 2011, pada peneliti menemukan bahwa seorang wanita yang tertekan memiliki kemungkinan hamil yang lebih sedikit dibanding yang kondisi mentalnya lebih stabil.

Sebagian besar wanita membutuhkan 3-6 bulan untuk hamil dan kondisi mental turut memengaruhi sebesar 10 persen pemicu kehamilan. Jadi, cobalah untuk mengurangi stres dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda merasa lebih bahagia.

Berbagai upaya untuk segera memiliki momongan sudah Anda lakukan bersama pasangan, namun tanda-tanda kehamilan tak kunjung menghampiri. Jangan bersedih, cobalah untuk menghindari berbagai hal di atas dan lakukan konsultasi dengan dokter secara rutin. Baca artikel bertema serupa di sini.

[RVS]

 

3 Komentar

  • ratna terom

    sangat bagus artikelnya

  • Ardiansyah Putra

    ? aa№@s sa#@@@#№.

  • Thelma

    Utk segala permasalah kesehatan,trmsk soal kesuburan, blm umum dikenal: "therapy imun" dgn molekul "TRANSFER FACTOR". Lupa ya kalau kita hanya dapat imunisasi 1 x seumur hidup? Itu dia, lama2 habis, usang deh imunnya. Utk dokter silahkan cari soal TF di The Lancet, Pubmed, PDR (sy tau dr para dokter yg ada di team). WA saya utk lanjutan info 08128999926 atau 0818843562