Sukses

Kiat Atasi Stres Saat Atlet Gagal Maju ke Final Asian Games

Tekanan untuk menjadi yang terbaik membuat atlet yang berlaga di Asian Games rentan terpicu stres. Ini kiat stres saat gagal maju ke final.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak hari pertama penyelenggaraan Asian Games, medali terus diperebutkan oleh atlet-atlet. Akan tetapi, ada beberapa cabang olahraga di mana perlu melakukan fase penyisihan terlebih dahulu sampai nanti saatnya final untuk memperebutkan medali. Untuk atlet-atlet yang gagal melaju ke final, waspadai stres yang bisa melanda.

Dilansir dari Healthline, stres adalah adalah situasi yang memicu respons biologis tertentu. Biasanya kondisi ini muncul ketika Anda merasakan terancam atau tertekan.

Stres ini bisa terjadi jika sang atlet sebelumnya sudah sangat yakin bisa mendapatkan medali, bahkan medali emas, tapi justru gagal melaju ke final. Apalagi dia memang menjadi atlet yang diunggulkan dalam gelaran Asian Games tahun ini.

Menjadi unggulan juga membuat atlet bisa tertekan karena dia dituntut memberikan prestasi. Selain itu, beberapa faktor kegagalan melaju final bisa terjadi, mulai dari gugup, lawan lebih baik, atau kesulitan berkonsentrasi.

Untuk atlet-atlet yang tergabung dalam tim, beban kegagalan mungkin bisa dibagi satu sama lain kepada rekan-rekan satu tim, tetapi untuk cabang olahraga individual, ini bisa membuat stres berlebih.

Stres yang dibiarkan berlarut-larut rentan menjadi depresi. Jika tidak segera diatasi kondisi ini bisa memicu gangguan mental yang lebih parah bagi atlet.

Kiat atasi stres

Membawa nama negara di pentas internasional dan gagal mempersembahkan medali tentu bisa membuat atlet stres. Dalam kondisi ini, atlet harus bisa menenangkan diri agar tidak terbebani saat mengikuti event olahraga selanjutnya.

Kegagalan melaju ke final harus segera ditangani dengan baik. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak menjadi stres karena gagal melaju ke laga puncak Asian Games:

1. Berpikir positif

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, pengaruh pikiran yang positif akan berdampak pada bagaimana Anda merespons suatu hal yang sudah terjadi. Melakukan kegiatan positif seperti bercanda dengan teman-teman selepas pertandingan, dapat membantu Anda tetap tenang. Selain itu, ketika Anda mulai merasa stres, coba tarik napas panjang dan menjauhkan diri sejenak untuk menenangkan diri, supaya tak ada perkataan kasar keluar dari mulut, yang akan Anda sesali di kemudian hari.

2. Selalu bersyukur

Saran yang diberikan dr. Nadia Octavia, cobalah untuk selalu melihat sisi baik dari setiap masalah. Coba nikmati apa yang sudah Anda hasilkan sejauh ini, dan bersyukur bahwa Anda masih bisa bertanding, masih diberikan kesehatan dan hal-hal lain yang mungkin Anda lewatkan. Ya, rasa syukur sangat ampuh dalam mengurangi tingkat stres.

3. Makan cokelat

Menurut studi yang dipublikasikan oleh The Journal of Proteome Research, konsumsi cokelat – terutama dark chocolate – dapat membuat kadar stres menjadi turun. Kandungan antioksidan polifenol dalam cokelat cukup efektif untuk mengurangi stres. Para ahli menyarankan Anda untuk memilih cokelat dengan kadar 70 persen. Tapi ingat, jangan berlebihan dalam mengonsumsinya, karena menjadi tidak baik kalau berlebihan bagi atlet.

4. Dengarkan musik

Menurut Mayo Clinic, mendengarkan musik adalah salah cara penghilang stres yang dianjurkan karena dapat mengurangi ketegangan otot dan mengurangi hormon stres. Para atlet yang gagal ke final bisa memutar musik yang Anda sukai dan nikmati iramanya. Untuk membuat tubuh lebih rileks, Anda dapat memilih musik klasik dengan irama yang menenangkan.

Stres berkepanjangan akibat kegagalan dalam sebuah event olahraga dapat menimbulkan penyakit, baik fisik atau mental. Jadi, kelola stres dengan sebaik-baiknya. Kalau bisa, cepat lupakan kegagalan itu dengan berlatih lagi sekeras-kerasnya agar bisa beprestasi pada kejuaraan selanjutnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar