Sukses

Gemuk Sekaligus Sehat, Mungkinkah?

Maraknya kampanye sosial mengenai body image membuat banyak orang menerima ukuran tubuhnya yang gemuk. Mungkinkah gemuk sekaligus sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh yang gemuk disebabkan adanya lemak berlebihan di dalam tubuh, dan ini merupakan sesuatu yang tidak diinginkan banyak orang. Bukan karena alasan penampilan saja, tapi kegemukan juga masih dianggap sebagai pemicu munculnya berbagai penyakit serius. Apakah hal yang tak mungkin memiliki tubuh gemuk sekaligus sehat?

Dalam berbagai penelitian, para ahli kesehatan telah mengemukakan bahwa kematian pada usia dini salah satunya disebabkan oleh kelebihan lemak tubuh, terutama lemak di perut. Namun, perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis lemak di dalam tubuh. Ada yang sehat, ada pula yang tak sehat.

Jenis lemak yang dikenal berbahaya disebut lemak putih (white fat), yang biasa ditemukan di bawah kulit dan juga melapisi organ-organ tubuh. Lemak putih biasanya terakumulasi di dalam perut dan menjadikan perut buncit jika jumlahnya terlalu banyak.

“Kelebihan lemak putih, terutama di daerah perut, sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang melemah. Hal ini ditandai dengan penyakit seperti sleep apnea, asma, batuk kronis, gangguan gastrointestinal, batu empedu, perlemakan hati, gagal ginjal, stroke, kanker, dan masih banyak lagi,” ujar dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Lalu, bagaimana dengan lemak yang sehat? Dilansir dari laman Psychology Today, begini penjelasannya.

Fakta tentang lemak sehat

Lemak jenis ini sudah dimiliki tubuh untuk menghangatkan tubuh semenjak dilahirkan, yang kemudian sebagian besar menghilang ketika menginjak usia 1-2 tahun. Sementara itu, sebagian lainnya tetap dipertahankan di bagian tubuh seperti leher dan di antara tulang belikat. Lemak ini disebut sebagai lemak coklat (brown fat). Fungsi utama lemak coklat yang tersisa di dalam tubuh ini adalah untuk mengatur suhu tubuh.

Lemak coklat juga sering dikaitkan dengan berbagai manfaat yang berhubungan dengan kesehatan. Sel-sel lemak coklat yang berkembang di mitokondria dapat mengubah makanan menjadi energi. Ketika diaktifkan, lemak coklat membakar kalori pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada lemak putih. Kalori yang terbuang ini terjadi karena proses yang disebut termogenesis.

Lemak putih sebetulnya bisa diubah menjadi lemak yang lebih sehat seperti lemak coklat. Penelitian dari Jun Wu et al. menunjukkan bahwa sel-sel lemak yang bersifat seperti lemak coklat dapat muncul di jaringan lemak putih melalui suatu proses yang disebut browning.

Proses browning ini mengubah lemak putih menjadi lemak krem (beige fat). Browning tercipta karena adanya kegiatan fisik seperti olahraga aerobik, olahraga dengan intensitas tinggi, atau bisa juga disebabkan oleh suhu dingin yang terbentuk, pembatasan kalori yang masuk ke tubuh, atau ketika Anda mengonsumsi makanan dan suplemen termogenik dan antiradang seperti capsaicin (zat kimia yang ada di dalam cabai atau merica), teh hijau, kunyit, jahe, kapulaga, kayu manis, probiotik, omega-3, buah anggur, dan vitamin D.

1 dari 2 halaman

Tubuh gemuk dan tetap sehat? Ini kiatnya

Obat-obat tertentu seperti obat stimulan ADHD, hormon tiroid, dan obat diabetes tipe 2 tiazolidinedion yang meningkatkan sensitivitas insulin sel-sel lemak telah terbukti dapat meningkatkan efek pembakaran kalori dari lemak krem.

Sebaliknya dari lemak putih, lemak krem yang aktif memiliki beberapa manfaat kesehatan seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi kognitif, menyembuhkan nyeri kronis, dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin yang dapat membantu menstabilkan gula darah dan mencegah diabetes tipe II dan banyak manfaat lainnya. Jadi, apa mungkin bisa sehat walaupun gemuk? Tentu saja bisa, hanya saja pastikan lemak tubuh anda yang berlebih adalah lemak krem, bukan lemak putih.

Gemuk sekaligus sehat? Tentu saja bisa! Lakukan kombinasi diet sehat dan olahraga aerobik seperti lari, renang, bersepeda ataupun yang bersifat pembentukan seperti plank, push-up, dan latihan beban. Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki masalah kardiovaskular atau gangguan kesehatan lainnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar