Sukses

Mungkinkah Atlet Olahraga Air Mengalami Dehidrasi?

Meski air merupakan elemen kemahirannya, tapi bukan berarti para atlet cabang olahraga air terhindar dari dehidrasi. Simak faktanya ini.

Klikdokter.com, Jakarta Hingga 2 September nanti, pesta olahraga Asian Games masih berlangsung di Jakarta dan Palembang. Para atlet dari berbagai penjuru Asia tengah berjuang sekuat tenaga untuk dapat berdiri di podium juara. Apa pun cabang olahraga yang ditekuni, setiap atlet harus mewaspadai ancaman dehidrasi, termasuk para atlet olahraga air.

Dehidrasi berbahaya bagi tubuh. Jika asupan cairan dalam tubuh kurang, kondisi ini bisa menghambat para atlet untuk menorehkan prestasi terbaik. Lantas, apakah dehidrasi juga mungkin dialami para atlet Asian Games cabang akuatik, polo air, jetski, atau dayung?

Sebagaimana diketahui, cabang-cabang olahraga tersebut selalu bersinggungan dengan air. Akan tetapi, seperti yang dikatakan dr. Atika dari KlikDokter, para atlet cabang olahraga air tetap bisa mengalami dehidrasi.

"Para atlet cabang olaharaga air tentu saja tetap bisa terkena dehidrasi. Ini bukan masalah mereka sering terpapar air, tapi kan apa yang mereka minum, sudah cukup atau tidak asupannya," ujar dr. Atika.

Para atlet juga harus mengetahui apa gejala ketika terkena dehidrasi. Ini sebagai bentuk penanganan cepat dan tepat agar tidak berlanjut menjadi dehidrasi yang serius.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, gejala dehidrasi bergantung pada derajat dehidrasi itu sendiri. Di bawah ini adalah gejala yang umum ditemukan pada kasus dehidrasi ringan hingga sedang:

  • Rasa haus yang berlebih
  • Rasa lelah
  • Kulit kering
  • Air mata kering
  • Mata cekung
  • Ubun-ubun cekung (pada anak-anak)
  • Turgor kulit (derajat elastisitas kulit) menurun
  • Bibir dan mulut kering
  • Pusing
  • Penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Penurunan berat badan
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut nadi meningkat

Waspadalah jika dehidrasi sudah semakin serius. Parahnya, dehidrasi membuat kesadaran menurun. Hal ini bisa mengancam nyawa dan menyebabkan kematian.

1 dari 2 halaman

Mengatasi dehidrasi

Karena dehidrasi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kematian pada penderitanya, tindakan pencegahan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Cara terbaik (dan termudah) adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.

Air putih adalah contoh asupan paling baik untuk mencegah dehidrasi. Berbagai pakar dan peneliti menyebut, setiap orang harus minum 7-8 gelas air putih dalam sehari.

Selain itu, kata dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, Anda disarankan untuk mengonsumsi sejumlah minuman yang tepat agar terhindar dari dehidrasi. Tak hanya air putih, beberapa minuman ini bisa menjadi pilihan untuk menangkal dehidrasi.

1. Air kelapa

Tak hanya nikmat, air kelapa juga sangat bagus agar terhindar dari dehidrasi. Dikatakan oleh dr. Theresia, kelapa baik dikonsumsi setelah berolahraga untuk mengganti cairan yang hilang. Selain itu, air kelapa juga memiliki kandungan karbohidrat dan sodium yang rendah dan tinggi akan potasium.

2. Minuman isotonik

Minuman isotonik banyak dijumpai dan mudah mendapatkannya. Minuman isotonik membuat tubuh bisa kembali segar dalam waktu yang cepat. Menurut dr. Rio, dalam minuman isotonik terkandung tekanan osmotik yang sama dengan cairan tubuh. Hal ini mempermudah pertukaran elektrolit maupun senyawa lainnya. Cairan dan elektrolit inilah yang membuat Anda terhindar dari dehidrasi.

3. Susu

Anda bisa meminum susu untuk mencegah dehidrasi karena di dalam susu terkandung nutrisi yang bisa menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang.

Meski menekuni cabang olahraga yang berhubungan air dan tidak terlihat seperti “banjir” keringat seperti atlet sepak bola, voli, atau badminton, tapi para atlet cabang olahraga air tetap harus waspada terhadap ancaman dehidrasi. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dan patuhi semua aturan yang telah disusun oleh tim ahli gizi yang sudah ditunjuk.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar