Sukses

Ciri-ciri Sperma yang Sehat untuk Mempercepat Kehamilan

Tak melulu soal ukuran penis, pria justru wajib tahu bagaimana ciri-ciri sperma sehat supaya bisa cepat membuahi sel telur pasangannya!

Kualitas sperma yang sehat kerap kali dilupakan oleh masyarakat awam jika bicara soal program hamil. Ya, selama ini wanita-lah yang sering mengeluarkan usaha lebih demi mewujudkan impian punya momongan.

Padahal, pria pun harus memerhatikan kondisinya juga, terlebih soal kualitas spermanya. Jika fisik wanita sudah siap, tetapi sperma pasangannya kurang oke, maka rencana memiliki anak tak akan berjalan mulus!

Untuk itu, kaum adam harus mengetahui bagaimana ciri-ciri sperma yang sehat supaya bisa membuahi sel telur pasangan dan menciptakan kehamilan.

 

1 dari 3 halaman

Seperti Apakah Sperma yang Sehat?

Jumlah sel sperma dalam cairan semen itu sangat penting jika Anda berusaha memiliki keturunan. Angka sperma yang abnormal dapat menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Artikel Lainnya: Sperma Warna Putih, Apakah Selalu Sehat?

Jumlah sel sperma normal berkisar 15 juta hingga lebih dari 200 juta sperma per mililiter (ml) semen. Sedangkan, jumlah yang kurang dari 15 juta per milliliter atau 39 juta sperma per ejakulasi, dianggap rendah atau abnormal.

Tingkat sel sperma yang rendah itu disebut oligospermia. Jumlah sperma yang tinggi atau di atas rata-rata adalah lebih dari 200 juta sperma per milimeter.

Anda dapat mengetahui jumlah sperma secara detail melalui pemeriksaan analisis semen di laboratorium.

Tes analisis semen biasanya akan mengetahui hal-hal berikut.

  • Jumlah sperma (sudah dijelaskan di atas).
  • Bentuk anatomi atau struktur sel sperma (memiliki struktur kepala oval dan ekor yang panjang).
  • Pergerakan sperma (harus bergerak lincah).

Lantas, adakah faktor lainnya yang perlu diketahui? Jawabannya, ada. Supaya bisa menilai apakah sperma Anda oke atau tidak, di bawah ini ada beberapa ciri-ciri dari sperma yang sehat, yaitu:

Artikel Lainnya: 6 Pola Hidup untuk Tingkatkan Kualitas Sperma

  1. Volume Cairan Sperma Cukup dan Kental

Volume sperma yang dikeluarkan pria saat ejakulasi harus sekitar 2-5 ml. Konsistensi cairan sperma juga harus kental.

Bila kurang dari jumlah tersebut, artinya volume sperma yang dimiliki sedikit dan ejakulasi pun kurang sehat.

Kondisi volume cairan sperma yang sedikit ini disebut hipospermia. Hal ini bisa terjadi bila pria terlalu sering mengalami ejakulasi.

Sementara itu, volume air mani yang berlebih disebut dengan hyperspermia, yang akan terjadi bila pria sudah lama tidak mengalami ejakulasi.

Artikel Lainnya: Benarkah Pria Harus Sering Mengeluarkan Sperma?

  1. Warna Putih Keabuan

Umumnya, cairan sperma berwarna putih keabuan. Jika warnanya kemerahan, bisa jadi Anda mengalami sumbatan atau luka pada saluran kemih.

Bila warna cairan sperma menjadi kuning, bisa jadi Anda mengalami infeksi saluran kencing.

  1. Tidak Berbau Amis

Seharusnya, cairan sperma berbau seperti daun akasia. Namun, jika cairan sperma Anda berbau sangat amis, perlu diwaspadai adanya infeksi pada saluran kencing, prostat, atau bagian lain.

  1. Mengandung Sel Sperma yang Cukup

Untuk mengetahui kesehatan sel sperma, diperlukan analisis menggunakan mikroskop.

Cairan sperma yang sehat harus memiliki sel sperma yang cukup banyak, yakni dalam 1 ml setidaknya cairan sperma mengandung 20 juta sel sperma yang berbentuk normal dan bergerak cepat.

Artikel Lainnya: 6 Makanan yang Dapat Meningkatkan Kualitas Sperma Pria

  1. pH Sperma Normal

Tanda kualitas sperma yang bagus lainnya adalah memiliki pH yang normal. Sperma yang sehat memiliki pH sekitar 7,2-7,8 (bersifat basa). Kadar pH yang terlalu rendah menandakan adanya infeksi pada organ intim pria.

  1. Dapat Mencair di Waktu Tertentu (Likuifaksi)

Istilah likuifaksi itu sendiri memang cukup asing. Likuifaksi adalah kemampuan sperma dalam berubah dari gel menjadi cairan.

Dalam suhu ruang, kemampuan semen dapat mencair dari bentuk kental sekitar 15-20 menit. Sperma yang tidak mencair pada rentang waktu tersebut akan sulit atau tidak dapat berenang menuju sel telur.

Artikel Lainnya: Awas, Bakteri di Gigi Bisa Turunkan Kualitas Sperma!

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mendapatkan Sperma yang Sehat?

Perubahan gaya hidup dapat membantu Anda dalam mendapatkan kualitas sperma yang bagus. Adapun beberapa cara mudah yang bisa dilakukan demi menjaga kualitas sperma, yakni:

  • Menurunkan berat badan. Obesitas bisa menyebabkan jumlah sperma rendah. Cobalah untuk mempertahankan pola hidup sehat melalui diet seimbang dan olahraga rutin.
  • Minum suplemen atau multivitamin. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah Anda kekurangan vitamin atau tidak.

Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menambahkan nutrisi ke dalam diet atau mengonsumsi suplemen untuk membantu mengembalikan kadar vitamin dan mineral.

  • Cobalah konsumsi makanan yang baik untuk kesuburan pria, misalnya kacang-kacangan, tiram, ikan salmon, bawang putih dan cokelat hitam.

Artikel Lainnya: Kenali Azoospermia, Kelainan pada Air Mani Pria

  • Jauhi narkotika, minuman beralkohol, dan hindari pula rokok.
  • Hindari pakaian atau celana yang terlampau ketat. Pakaian yang ketat akan membuat suhu di sekitar testis menjadi panas dan mengganggu testis dalam memproduksi sperma.

Gunakan pakaian atau celana yang lebih longgar agar kesehatan organ intim dan saluran sperma lebih terjaga.

  • Sebisa mungkin tidak stres berlebihan. Imbangi rasa penat dengan aktivitas yang Anda sukai.
  • Untuk masalah kesehatan lain, seperti infeksi saluran reproduksi, ketidakseimbangan hormon testosteron, dan lain sebagainya harus segera dikonsultasikan secara langsung dengan dokter.

Supaya program kehamilan sukses, diperlukan sperma yang oke. Semoga saja setelah mengetahui ciri-ciri sperma sehat dan cara menjaga kualitas sperma di atas itu semua dapat membantu Anda.

Jangan segan periksakan diri ke dokter bila merasa ada yang tak beres dengan penis, prostat, dan sperma Anda.

Untuk pertanyaan lainnya seputar kesehatan organ reproduksi dan cara lain untuk mempercepat proses kehamilan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kami melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

(AM/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar