Sukses

Porsi Olahraga yang Tepat untuk Kesehatan Mental

Berapa porsi olahraga yang tepat untuk menunjang kesehatan mental Anda? Simak faktanya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kesehatan mental penting untuk dijaga lewat sejumlah cara, salah satunya adalah olahraga. Aktivitas fisik ini nyatanya tak hanya menyehatkan bagi tubuh, namun turut menjernihkan pikiran hingga membuatnya lebih segar.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, pada umumnya fokus sebagian besar orang ketika olahraga adalah untuk memperoleh tubuh sehat secara fisik. Namun ternyata, manfaat olahraga bisa lebih dari itu.

“Tak banyak yang tahu bahwa olahraga juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental. Olahraga dipercaya dapat mengurangi kecemasan, depresi, mood negatif, serta meningkatkan fungsi kognitif dan rasa percaya diri,” ujarnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal Of Clinical Psychiatry misalnya, menyatakan bahwa olahraga yang bersifat aerobik, seperti joging, berenang, bersepeda, atau sekadar berjalan, terbukti dapat mengurangi depresi dan kecemasan.

“Hal tersebut terjadi karena olahraga dapat melancarkan peredaran darah ke otak, dan juga dipengaruhi oleh hipotalamus sebagai respon terhadap stres yang melibatkan beberapa bagian dari otak, di antaranya adalah sistem limbik (mengatur motivasi dan mood), amigdala (mengatur emosi, insting bertahan, dan memori), serta hipokampus (mengatur memori),” kata dr. Andika.

Lantas, bagaimana porsi olahraga yang tepat untuk kesehatan mental? Dilansir dari WebMD, simak sebagai berikut.

Porsi olahraga untuk kesehatan mental

Aktif berolahraga selama 45 menit, tiga hingga lima kali seminggu dikaitkan dengan manfaat yang baik untuk kesehatan. Salah satu efek positif yang dapat dirasakan adalah pengaruhnya pada keseimbangan mental.

Olahraga memiliki dampak terbesar pada orang-orang terdiagnosis depresi yang merupakan penyebab utama ketidakseimbangan psikis di seluruh dunia Sebuah studi dilakukan dengan mencakup 75 jenis olahraga dan aktivitas yang menuntut fisik, mulai dari perawatan anak, pekerjaan rumah tangga, hingga pemotongan rumput.

Olahraga tim, bersepeda, aerobik dan pergi ke gym dikaitkan dengan jenis yang dapat memberikan pengaruh kesehatan secara signifikan. Hal tersebut diyakini karena jenis olahraga tersebut dapat mengurangi penarikan diri dan rasa terasing yang lantas berdampak pada isolasi sosial.

Orang yang aktif tiga hingga lima kali seminggu memiliki kesehatan mental yang lebih baik daripada mereka yang berolahraga kurang dari itu. Hasil dari penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Psychiatry.

Peneliti menyebut bahwa durasi yang dibutuhkan berkisar antara 30 hingga 60 menit. Jika lebih dari itu, misalkan sampai 3 jam dalam sehari, disinyalir malah menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi kesehatan mental.

Sebelumnya, orang percaya bahwa semakin banyak latihan yang Anda lakukan, semakin baik kesehatan mental Anda. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar. Tidak dianjurkan berolahraga lebih dari 23 kali sebulan atau lebih dari 90 menit dalam sehari.

Studi lain terkait olahraga dan kesehatan mental

Menurut hasil penelitian di Duke University, Amerika Serikat, ketika pengidap depresi melakukan olahraga rutin selama setahun, gejala yang mereka rasakan akan perlahan membaik. Berdasarkan penuturan dr. Andika, terdapat studi lain yang juga menjelaskan hal serupa.

“Ada pula penelitian lain yang menduga bahwa olahraga dapat meredakan gejala depresi kronis melalui mekanisme penurunan hormon serotonin di dalam tubuh. Karena olahraga memiliki manfaat bagi kesehatan mental, maka penelitian terkait masih terus dikembangkan mengenai apakah olahraga bisa menjadi terapi penunjang yang efektif untuk gangguan mental,” kata dr. Andika.

Setelah membaca artikel di atas, kini Anda pasti semakin ingin berolahraga, bukan? Tetu saja, karena ativitas fisik ini tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga berguna untuk kesehatan mental.

Oleh karena itu, lakukan olahraga secara rutin dalam porsi yang tepat sesuai anjuran di atas, demi kesehatan mental yang lebih baik. Selain itu, imbangi pula dengan asupan bergizi serta hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Salam sehat!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar