Sukses

Waspada ISPA Akibat Polusi Udara Saat Asian Games di Palembang

Polusi udara kabut asap masih berpotensi menimbulkan ISPA bagi atlet dan pengunjung Asian Games di Palembang. Simak penjelasan di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Perhelatan Asian Games di Palembang akan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga yang dilakukan di luar ruangan. Namun, adanya polusi udara dalam bentuk kabut asap yang sesekali menyelimuti Palembang dapat meningkatkan risiko para atlet dan pengunjung mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Meski sudah cukup terkendali, polusi udara akibat kabut asap masih perlu mendapat perhatian.

Riwayat kabut asap di Palembang

Sejak kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar 700.000 hektar hutan dan lahan di lima kabupaten pada tahun 2015, pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya untuk mengendalikan polusi udara yang disebabkan oleh kabut asap. Hasilnya, di tahun 2016 Sumsel berhasil menekan kejadian karhutla hingga 97 persen. Di tahun 2017, karhutla masih terjadi namun tidak menyebabkan kabut asap.

Tahun ini Sumsel ditargetkan nol kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak mengganggu jalannya Asian Games di Palembang. Status siaga darurat karhutla pun ditetapkan sejak 1 Februari hingga 30 Oktober 2018. Namun pada bulan Juli 2018, terjadi kebakaran lahan di kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir, yang hanya berjarak 15 km dari Kompleks Olahraga Jakabaring, tempat berlangsungnya perhelatan Asian Games.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa ancaman kabut asap kali ini tidak akan terlalu berdampak pada warga, atlet, dan pengunjung Asian Games karena adanya potensi turun hujan di bulan Agustus. Pemerintah setempat juga sudah menyiapkan hujan buatan yang akan aktif bila kabut asap muncul.

Kabut asap bisa cetuskan ISPA

Kabut asap tergolong polusi udara yang dapat mencetuskan ISPA karena memicu munculnya infeksi virus dan bakteri. Di area yang mengalami kabut asap, umumnya terjadi peningkatan kasus batuk pilek, demam, hingga influenza.

Selain itu, partikel kabut asap tergolong benda asing yang berbahaya bagi tubuh manusia. Kabut asap merupakan campuran dari debu, karbon organik, karbon hitam, nitrat dan sulfat, yang biasanya ditemukan dalam material konstruksi, emisi kendaraan bermotor, insinerator, pembangkit listrik, dan pembakaran batu bara.

Dengan berbagai kandungan yang terdapat pada kabut asap tersebut, tentu bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada saluran pernapasan Anda bila terisi dengan kabut asap.

Anak-anak lebih rentan

Berbagai studi menemukan bahwa kasus ISPA akibat kabut asap lebih banyak dialami oleh bayi dan balita ketimbang orang dewasa. Meski sebagian besar kasus bersifat ringan, sebagian kecil berpotensi menimbulkan penyakit berat dan bahkan mematikan.

Sebuah kajian studi pada 16.000 anak yang dimuat dalam jurnal Environmental Health Perspectives tahun 2014 menemukan hubungan antara polusi udara dengan radang paru (pneumonia), infeksi telinga tengah (otitis media), dan batuk rejan (croup) pada anak.

Studi ini juga menemukan bahwa kandungan oksida nitrogen di dalam polusi udara merupakan partikel yang paling berbahaya bagi bayi dan balita.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada

Agar terhindar dari ISPA akibat kabut asap, khususnya selama Asian Games, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah setempat dan masyarakat untuk menanggulanginya. Pemerintah diharapkan senantiasa siaga dan segera membersihkan kabut asap yang muncul melalui hujan buatan.

Masyarakat pun dihimbau untuk mengikuti arahan pemerintah bila sewaktu-waktu kabut asap menyerang. Di luar itu, upaya pencegahan pribadi untuk menjaga kesehatan juga perlu dilakukan, misalnya dengan menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

Meski Palembang memiliki riwayat munculnya kabut asap yang menyebabkan polusi udara dan ISPA, semoga perhelatan Asian Games tetap berjalan lancar. Apabila Anda berencana untuk menyaksikan pertandingan cabang olahraga Asian Games di Palembang, lindungi diri dengan pola hidup sehat dan tetap waspada dari serangan ISPA dan kabut asap.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar