Sukses

Tips Kulit Sehat Saat Bertanding Outdoor di Asian Games

Terik matahari dan keringat bisa jadi sumber masalah bagi kulit seorang atet Asian Games. Bagaimana cara tepat melindunginya?

Klikdokter.com, Jakarta Kemeriahaan acara pembuka Asian Games 2018 sukses membuat 45 negara peserta dan berjuta penonton terpukau. Euforia ajang empat tahunan ini semakin hangat dirasakan. Sebanyak 40 cabang pertandingan siap dipertarungkan, dan salah satu yang tidak pernah sepi penonton adalah pertandingan luar ruangan alias outdoor.

Bagi atlet cabang sepakbola, voli pantai, dan berbagai pertandingan luar ruangan lainnya, perlindungan terhadap kulit adalah hal yang tidak bisa disepelekan. Pasalnya, terik matahahari dan kucuran keringat saat jalannya pertandingan dapat menyebabkan penampilan kulit yang kusam, kering, keriput, bahkan jamuran bila didiamkan begitu saja.

Nah, agar segudang masalah kulit seperti itu tidak terjadi, para atlet oudoor tentu harus melakukan segudang persiapan. Beberapa persiapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Tabir surya

Teriknya sinar matahari mengandung unsur ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) yang dalam tahap ringan dapat menyebabkan kulit terbakar. Bila kulit terus terkena paparan sinar tersebut, risiko kanker kulit juga bisa meningkat. Bahkan, paparan sinar UVA dan UVB juga bisa menyebabkan kerusakan mata, serta penurunan kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, atlet diharapkan selalu menggunakan tabir surya sebelum memulai pertandingan outdoor. Dalam hal ini, tabir surya broad spectrum dengan SPF 30 atau lebih adalah yang terbaik karena dapat memberikan perlindungan efektif terhadap dampak buruk UVA dan UVB. Tabir surya ini dapat dioleskan secara berulang, apalagi bila jalannya pertandingan cukup lama.

  1. Air putih

Faktanya, 64% komposisi kulit terdiri dari air. Bila cadangan air di kulit menguap lewat pori dan keringat, kulit akan menjadi kering maupun keriput. Guna mencegah hal itu, minum air putih dalam jumlah cukup sangat wajib dilakukan oleh atlet Asean Games yang bertanding di area outdoor.

Dalam kondisi normal, seseorang membutuhkan setidaknya 2 liter cairan. Sedangkan, bagi atlet yang bertanding di luar ruangan kebutuhan cairan bisa saja lebih dari itu. Semakin lama pertandingan dan semakin panas cuaca, semakin tinggi pula kebutuhan air putihnya.

  1. Baju berwarna cerah

Hal berikutnya yang juga harus diperhatikan adalah baju yang dikenakan sang atlet. Bila memungkinkan, atlet Asian Games sebaiknya mengenakan baju yang berwarna cerah.

Mengapa harus berwarna cerah? Ini karena baju warna gelap dapat menangkap lebih banyak sinar matahari. Akibatnya, kulit jadi semakin terasa panas. Sebaliknya, warna cerah mampu memantulkan sebagian besar sinar matahari sehingga lebih bersahabat untuk kesehatan kulit.

  1. Kebersihan diri

Keringat yang menempel selama bertanding bisa menjadi sumber penyakit yang mengancam kesehatan seorang atlet. Salah satu yang mungkin timbul akibat kondisi tersebut adalah infeksi jamur.

Untuk menghindari risiko infeksi jamur, seorang atlet harus memperhatikan betul kebersihan tubuhnya. Caranya adalah dengan membersihkan diri dengan air mengalir dan sabun, lalu keringkan tubuh dan kenakan pakaian yang bersih seusai bertanding. Langkah ini akan menjaga kulit senantiasa bersih dan kering, sehingga jamur pun enggan menempel dan berkembang menjadi penyakit di kemudian hari.

Cara menjaga kesehatan kulit seperti di atas tak hanya terbatas untuk atlet outdoor Asian Games 2018 semata. Ini berarti, Anda yang berada di luar arena juga dapat melakukannya agar kulit senantiasa sehat setiap saat.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar