Sukses

Atlet yang Berlaga di Asian Games Rentan Cedera Hamstring

Atlet yang bertanding di Asian Games wajib menjaga kondisi tubuhnya dengan baik agar tidak mengalami cedera hamstring.

Klikdokter.com, Jakarta Asian Games 2018 akan segera bergulir. Diawali dengan pembukaan pada 18 Agustus di Stadion Utama Gelora Bung Karno, setiap atlet kemudian akan berlomba untuk menjadi yang terbaik. Tapi, segenap atlet yang berlaga di ajang empat tahunan itu wajib mewaspadai masalah cedera hamstring.

Menurut ahli kesehatan dr. Harmantya Mahadipta, cedera hamstring adalah cedera pada sekumpulan otot yang terletak pada belakang paha (otot hamstring). Otot hamstring banyak digunakan pada gerakan menekuk lutut, seperti pada saat berlari, meloncat, dan memanjat.

Cedera hamstring sering menghantui para atlet yang lebih banyak menggunakan kakinya sebagai "senjata utama", seperti atletik dan sepak bola. Cedera ini punya waktu penyembuhan yang lama dan sekali terkena bisa menjadi kambuhan.

Cedera ini bisa terjadi ketika ada tarikan otot yang melebihi kemampuan otot untuk meregang. Bisa terjadi tiba-tiba, bertahap, atau akibat gerakan perlahan tapi ada beban berlebihan. Gejalanya biasanya rasa nyeri di bagian belakang paha, memar, bengkak, dan kesulitan menggerakkan otot bagian belakang paha.

Selain itu, cedera hamstring memiliki tiga tingkatan. Untuk tingkatan pertama, terjadinya tarikan ringan pada otot sehingga kekuatan otot untuk bergerak pun berkurang. Tingkatan kedua, sebagian otot akan robek yang menyebabkan rasa nyeri dan kekuatan bergerak menjadi berkurang. Tingkatan ketiga adalah robekan penuh pada otot yang membuat rasa sakit yang hebat dan otot hampir kehilangan seluruh kekuatannya untuk bergerak normal.

1 dari 2 halaman

Pesepak bola paling sering terkena cedera hamstring

Menurut British Medical Journal, pemain sepak bola paling sering mengalami cedera ini. Cedera hamstring menjadi momok menakutkan bagi pesepak bola aktif. Selain berlari, mereka juga menggunakan kaki untuk menendang.

Tak hanya saat pertandingan, pesepak bola bisa mendapat cedera hamstring ketika sedang latihan dan melakoni pertandingan persahabatan. Masih menurut sumber yang sama, cedera hamstring bisa membuat pesepak bola harus absen dari lapangan hijau sampai 90 hari.

Biasanya, lebih dari 70 persen pesepak bola yang aktif bermain setiap tahunnya. Jika sudah pernah terkena cedera hamstring, dia akan terkena cedera lebih mudah daripada yang belum pernah sama sekali.

Tingkat paling parah dari cedera ini adalah harus disembuhkan dengan cara operasi untuk memperbaiki robekan otot bagian belakang paha. Jika tidak ditangani dengan baik, kaki akan selamanya merasa nyeri.

Cara mencegahnya

Agar terhindar dari cedera ini, Anda bisa melakukan gerakan peregangan yang ringan setiap hari. Setelah bangun tidur atau saat waktu senggang, coba gerakkan kaki Anda seperti mengayun secara perlahan. Ini bisa membuat otot di sekitar paha Anda rileks.

Selain itu, coba beberapa cara di bawah ini:

  • Jangan lupakan pemanasan sebelum berolahraga. Otot-otot yang masih kaku rentan mengalami cedera hamstring ketika melakukan aktivitas olahraga. Jangan lupakan juga pendinginan setelah berolahraga, itu membuat otot-otot tidak menjadi tegang.
  • Jaga kondisi kebugaran tubuh supaya otot tidak menjadi lelah.
  • Lakukan olahraga sesuai kemampuan tubuh Anda, jangan memaksakan sesuatu. Anda boleh berlanjut melakukan olahraga yang lebih berat setelah melalui beberapa rangkaian frekuensi latihan yang bertahap.
  • Gunakan sepatu yang tepat saat berolahraga. Sepatu yang tepat bisa mengurangi risiko cedera.
  • Jika terkena cedera hamstring dan Anda masih merasakan sakit walau sedikit, jangan memaksakan diri untuk berolahraga. Tunggu sampai pulih seratus persen.

Bila tidak mau aktivitas olahraga terganggu, pastikan Anda sudah melakukan pemanasan dan tubuh dalam keadaan siap. Jika sampai Anda mengalami cedera hamstring tiba-tiba, segera ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat demi menghindari efek jangka panjang yang tak diinginkan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar