Sukses

Bagaimana Usia Memengaruhi Selera Makan?

Seiring dengan bertambahnya usia, selera makan pun ikut berubah. Mengapa demikian? Pahami lebih lanjut di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda tipe orang yang hidup untuk makan, atau makan untuk hidup? Setiap orang memiliki hubungan khusus dengan makanan, yang dipengaruhi baik oleh biaya, ketersediaan, ataupun hubungan sosial. Selain itu, salah satu hal yang juga dapat berbeda-beda pada setiap manusia adalah selera makan. Tahukah Anda bahwa usia juga bisa memengaruhi selera makan?

Walaupun rasa lapar merupakan bagian dari selera makan, hal ini bukanlah satu-satunya faktor. Inilah kenapa sebagian orang sering mengonsumsi makanan walaupun tidak merasa lapar. Atau sebaliknya, tidak makan selama berjam-jam meski perut berbunyi nonstop. Penelitian terkini menggarisbawahi bahwa aroma, suara, hingga iklan dapat menjadi salah satu penyebab konsumsi makanan secara berlebihan.

Pengelompokan perubahan selera makan

Menurut sebuah artikel dari BBC, selera makan bukanlah hal yang konstan dan dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia. Perubahan selera makan dibagi menjadi tujuh kelompok, yang deskripsinya adalah sebagai berikut:

  1. Dekade pertama: usia 0-10 tahun

Pada tahap awal masa kanak-kanak, tubuh mengalami pertumbuhan yang pesat dan perilaku makan yang dididik sejak usia dini dapat berpengaruh hingga anak tumbuh dewasa. Penolakan atau rasa takut terhadap jenis makanan tertentu dapat terjadi pada tahap pengenalan makanan. Namun, dengan strategi pengenalan rasa dan pembelajaran di lingkungan positif, anak dapat belajar mengenai berbagai jenis makanan yang belum dikenal tapi penting, seperti sayur-sayuran.

  1. Dekade kedua: usia 10-20 tahun

Pada masa remaja, peningkatan selera makan dan postur tubuh yang didorong oleh faktor hormonal dapat menandai terjadinya pubertas. Pada tahap ini, pendidikan mengenai perilaku makan dan pemilihan jenis makanan yang sehat dapat memengaruhi selera makan para remaja saat beranjak ke usia dewasa.

  1. Dekade ketiga: usia 20- 30 tahun

Pada tahap dewasa muda ini, perubahan gaya hidup  dapat memungkinkan terjadinya peningkatan berat badan. Salah satu hal yang dapat terjadi pada usia ini adalah akumulasi lemak tubuh, akibat dari peningkatan konsumsi makanan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Dekade keempat: usia 30-40 tahun

Di kelompok usia ini, terjadi perubahan selera makan dan kebiasaan makan yang diamati pada 80 persen dari populasi. Beberapa faktor yang diduga berkonstribusi adalah tantangan pekerjaan, stres, hingga status finansial.

  1. Dekade kelima: usia 40- 50 tahun

Individu pada usia ini dengan pola makan yang tidak sehat sejak usia dini dapat mengalami dampak kesehatan seperti peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol dalam darah, dan sebagainya.

  1. Dekade keenam: usia 50-60 tahun

Setelah mencapai usia 50 tahun, manusia akan mengalami penurunan massa otot secara bertahap, yaitu sekitar 0,5 persen hingga 1 persen setiap tahunnya. Pola makan yang sehat dan bervariasi serta aktivitas fisik sangat penting untuk dipertahankan guna meminimalkan efek dari proses penuaan. Selain itu, kelompok usia ini juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein guna meningkatkan asupan protein.

  1. Dekade ketujuh dan seterusnya: usia 60 tahun ke atas

Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup pada manusia, salah satu hal yang juga penting untuk diperhatikan adalah kualitas hidup dari populasi lanjut usia. Selera makan pada kelompok usia ini semakin menurun dan rasa lapar lebih jarang dirasakan. Akibatnya populasi ini mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja dan kelemahan fisik. Oleh sebab itu, mendapatkan nutrisi yang memadai pada kelompok usia ini menjadi semakin penting.

Selera makan memang dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia. Terlepas dari usia Anda, mendapatkan nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan tahap perkembangannya tak boleh disepelekan demi menjaga tubuh tetap sehat, bugar, dan terlindungi dari berbagai ancaman penyakit.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar