Sukses

Solusi Terbaik Hindari Kulit Dehidrasi Saat Ibadah Haji

Suhu dan cuaca panas saat ibadah haji di Tanah Suci bisa membuat kulit dehidrasi. Pahami kulit dehidrasi dan berbagai cara mencegahnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Kulit dehidrasi umum terjadi ketika kandungan air dalam tubuh, terutama kulit, tidak mencukupi. Dehidrasi pada kulit bisa terjadi akibat kurang minum, diare, terlalu banyak buang air kecil, atau terlalu banyak berkeringat apalagi di bawah teriknya matahari Arab Saudi seperti yang dialami para jemaah haji, yang mana suhu pada siang hari bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius!

Perbedaan iklim yang signifikan antara Indonesia dan Mekkah/ Madinah memengaruhi kondisi kulit para jemaah. Perbedaan suhu antara siang dan malam hari bisa sedemikian ekstrem. Tak jarang banyak yang mendapati kulitnya kering dan kusam karena suhu udara yang sangat panas dengan tingkat kelembapan rendah.

Sebelum membahas kulit dehidrasi lebih jauh, pertama-tama, Anda harus kenali perbedaan antara kulit kering dan dehidrasi. Dijelaskan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, kulit kering adalah tipe kulit (selain kulit normal, berminyak, atau kombinasi), yang bisa diturunkan secara genetik, yang biasanya sudah ada sejak lahir dan bersifat permanen. Selain itu, kulit kering juga dapat terjadi karena penuaan alami. Lantas, apa bedanya dengan kulit dehidrasi?

“Kulit dehidrasi sifatnya sementara. Kondisi ini menandakan kulit mengalami kekurangan air pada lapisan terluar kulit, yaitu stratum korneum. Kulit dehidrasi bisa dialami semua orang, tanpa terkecuali. Bahkan, Anda yang memiliki tipe kulit berminyak pun bisa mengalami kulit dehidrasi,” dr. Adeline menjelaskan.

Dehidrasi pada kulit dapat disebabkan oleh banyak hal, utamanya akibat faktor eksternal. Hal ini meliputi cuaca, paparan polusi, penggunaan produk yang tidak tepat, kosmetik, pengobatan, diet, dan gaya hidup seperti minum minuman beralkohol ataupun kafein. Semua faktor tersebut dapat mengurangi jumlah kadar air pada kulit sehingga rentan mengalami dehidrasi.

Bagi Anda yang sedang menjalankan ibadah haji, cuaca terik di Tanah Suci yang pada siang hari bisa mencapai 44 Celsius tentunya bisa meningkatkan risiko kulit mengalami dehidrasi. Pasalnya, menghabiskan waktu terlalu lama di bawah terik matahari ditambah pakaian yang menutup seluruh badan dapat merangsang tubuh mengeluarkan cairan. Ditambah dengan kurang minum, kelembapan kulit pun menurun.

Kurang minum sangat mungkin terjadi ketika Anda berhaji. Apalagi banyak yang merasa enggan minum air putih secara cukup karena merasa repot jika harus bolak-balik ke kamar kecil.

Dengan cuaca yang panas dan terik, ketika selesai beribadah banyak orang yang memilih untuk buru-buru mencari ruangan berpendingin atau kembali ke hotel tempat menginap dan menyalakan AC hingga suhu terendah. Nah, paparan AC yang terlalu lama dengan pengaturan kelembapan di bawah 30 persen dapat bisa mengurangi kandungan air pada lapisan terluar kulit karena rendahnya.

1 dari 3 halaman

Cara mengetahui kulit Anda mengalami dehidrasi

Saat kulit mengalami dehidrasi, respons tubuh secara otomatis adalah memproduksi lebih banyak minyak untuk menggantikan kadar air yang hilang. Disebut dr. Adeline, respons ini dapat menyebabkan:

  • Timbulnya breakout (munculnya jerawat atau komedo yang umum disebabkan oleh ketidakcocokan kulit terhadap produk tertentu atau eksfoliasi berlebihan)
  • Iritasi
  • Bercak kering pada kulit
  • Kulit terasa berminyak dan kering pada saat yang bersamaan
  • Kulit tampak kusam
  • Terasa kencang dan teraba kasar
  • Sensitif
  • Gatal
  • Dapat muncul garis halus
  • Mata terlihat cekung
  • Muncul tanda penuaan dini seperti kulit kendur dan kerutan yang dalam

Selain mengenali gejala di atas, Anda juga bisa mengetes sendiri kulit untuk menentukan tingkat hidrasinya. Caranya, cubit ringan kulit di area pipi. Jika Anda melihat ada kerutan dan kulit tidak kembali seperti semula dengan cepat setelah cubitan dilepaskan, bisa jadi kulit Anda mengalami dehidrasi akut.

2 dari 3 halaman

Tangkal ancaman kulit dehidrasi saat ibadah haji

Saat haji, iklim yang panas membuat cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dari biasanya. Ibadah haji bisa digolongkan sebagai aktivitas kategori berat. Dengan aktivitas yang berat, pengeluaran cairan tubuh lewat keringat pun makin banyak.

Oleh karenanya, untuk menjaga hidrasi para jemaah disarankan untuk minum minimal 2–3 liter air selama tidak ada kontraindikasi. Mudahnya, jemaah disarankan untuk minum minimal 1 gelas tiap jam meskipun tidak merasa haus.

Selain itu, konsumsilah sayur dan buah dalam porsi yang cukup. Ini karena sayur dan buah mengandung air, vitamin, dan mineral yang baik untuk kulit Anda. Kurangi konsumsi minuman yang tinggi kafein seperti kopi dan soda yang dapat meningkatkan volume urine.

Selain melakukan proteksi dari dalam dengan memenuhi kebutuhan cairan, lakukan proteksi ganda dengan produk perawatan kulit. Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, Anda harus cerdas dalam memilih produk perawatan kulit, terutama pelembap, dan tahu beda produk dengan label “hydrating” dan atau “moisturizing”.

“Kulit yang mengalami dehidrasi sebaiknya lapisan pertahanan kulitnya diperbaiki terlebih dahulu dengan menggunakan produk yang bersifat hydrating. Ini bertujuan agar kelembapannya kulit terjaga. Beberapa agen humektan yang dapat Anda pilih untuk membantu proses ini misalnya seperti madu, aloe vera, gliserin, AHA, dan asam hialuronat,” jelasnya. Pemilihan produk dengan kandungan agen humektan tersebut bisa membantu kulit Anda menarik cairan dan terhindar dari kondisi dehidrasi.

Selanjutnya, aplikasikan moisturizer untuk mengunci kelembapan. Penting untuk diketahui, jangan mengandalkan penggunaan moisturizer saja karena tidak akan memperbaiki kondisi kulit. “Ini hanya akan membuat kulit terasa tebal dan berminyak, tapi tetap terasa kencang. Secara penampilan, kulit akan terlihat kusam dan kasar,” ungkap dr. Astrid.

Suhu dan cuaca panas di Tanah Suci bisa membuat tubuh dehidrasi. Dampaknya bukan hanya kulit dehidrasi, tapi bisa mengganggu kesehatan secara luas. Sebagai antisipasi, pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan, hindari minuman mengandung kafein, istirahat secara cukup, serta konsumsi makanan yang bergizi lengkap dengan memperbanyak asupan sayur dan buah demi kelancaran berhaji. Segera konsultasi ke petugas kesehatan sesuai kloter jika Anda mengalami keluhan kesehatan.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar