Sukses

Kapan Sebaiknya Atlet Asian Games Mendapat Vaksin?

Vaksinasi pada atlet penting dilakukan untuk menunjang berbagai aktivitas yang dilakukannya. Lalu kapan seorang atlet perlu diberi vaksin?

Klikdokter.com, Jakarta Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin, yang bertujuan untuk merangsang pembentukan sistem imun (antibodi) di dalam tubuh. Vaksin itu sendiri adalah antigen atau bagian tubuh dari virus/bakteri yang sudah dilemahkan.

Mencegah terjadinya suatu penyakit adalah tujuan utama dari pemberian vaksin. Hal ini sangat penting, apalagi bagi seorang atlet, mengingat mereka dituntut untuk terus bugar dan sehat sepanjang waktu.

Pentingnya vaksin bagi atlet

Seorang atlet Asian Games atau ajang olahraga lainnya sering bepergian ke luar negeri, sehingga mereka rentan terserang berbagai penyakit infeksi. Parahnya lagi, atlet juga sering berkontak dengan atlet dari negara lain, yang memungkinan perpindahan kuman penyebab penyakit lebih mudah terjadi.

Atas dasar itu, setiap atlet sebaiknya mendapatkan sejumlah vaksin yang dibutuhkan agar dirinya selalu bugar dan sehat setiap saat. Selain untuk hal tersebut, vaksin pada atlet juga bertujuan agar mereka tidak “digunakan” oleh kuman, virus, atau bakteri sebagai media penyebaran wabah penyakit.

Waktu pemberian vaksin

Vaksinasi pada atlet juga perlu memperhatikan aspek waktu pemberian. Hal ini terkait dengan berbagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang mungkin saja terjadi dan berpotensi mengganggu performa atlet ketika bertanding.

Perlu Anda tahu, KIPI adalah suatu penyakit yang diduga terjadi akibat proses imunisasi. KIPI mungkin saja terjadi dalam derajat yang ringan hingga berat. Gejala yang terjadi pada KIPI umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu dan biasanya bersifat ringan.

Secara umum, KIPI hanya berupa efek samping ringan dan dapat terjadi dalam hitungan satu atau dua hari setelah pemberian vaksin. Oleh karena itu, seorang atlet sebaiknya diberikan vaksin tidak dalam rentang satu minggu menjelang kompetisi.

Jenis vaksin yang diberikan

Untuk atlet dewasa, terdapat beberapa jenis vaksin yang disarankan:

  • Tetanus
  • Difteri
  • Pertusis
  • Influenza
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Campak
  • Varicella

Vaksin tetanus dan difteri biasanya sudah diberikan saat seorang atlet masih berusia anak-anak melalui program imunisasi dasar. Walau begitu, atlet dewasa tetap perlu mendapatkannya lagi dengan tujuan mendorong imunitas terus aktif (booster).

Hal tersebut rasanya juga berlaku untuk vaksin influenza, mengingat penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan gangguan pada atlet saat bertanding. Sayangnya, efektivitas vaksin influenza bervariasi dari musim ke musim.

Adapun vaksin lain yang juga perlu dipertimbangkan, yaitu vaksin hepatitis B. Ini karena virus hepatitis B ditransmisikan melalui darah atau cairan genital, sehingga atlet yang kerap melakukan pertandingan dengan kontak tubuh seperti sepak bola atau tinju lebih berisiko untuk mengalaminya.

Jadi, baik atlet Asian Games maupun ajang olahraga lainnya tetaplah memerlukan vaksinasi. Selain untuk menunjang performanya, pemberian vaksin pada atlet juga bertujuan agar tubuh mereka tidak dijadikan media penyebaran wabah penyakit.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar