Sukses

Waspada Nyeri Lutut bagi Atlet Angkat Besi

Atlet angkat besi rawan mengalami gangguan nyeri lutut. Tapi sebenarnya, kondisi ini bisa menyerang siapa saja. Bagaimana antisipasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu cabang olahraga yang diharapkan bisa menyumbang medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018 adalah angkat besi. Akan tetapi, para atlet angkat besi wajib waspada terjadinya nyeri lutut ketika sedang bertanding. Karena jika hal ini terjadi, mereka berisiko gagal mengukir prestasi.

Bicara soal prestasi, cabang olahraga angkat besi sangat dinantikan bisa mendulang medali dari Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani. Dua atlet ini punya modal bagus ketika meraih medali perak di ajang Olimpiade pada 2016 di Rio de Janeiro.

Nyeri lutut rawan mengintai di arena

Eko Yuli akan bertanding di kelas 62 kilogram, sementara Sri Wahyuni bertanding di kelas 48 kilogram. Secara hitung-hitungan matematis, Eko Yuli paling berpeluang untuk meraih medali emas di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Pada Olimpiade 2016 saja dia berhasil meraih medali perak di bawah Oscar Figueroa dari Kolombia yang negaranya bukan termasuk peserta Asian Games. Sementara itu, tugas Sri Wahyuni agak sedikit berat. Pasalnya, tiga besar di Olimpiade 2016 berasal dari Asia. Peraih medali emas kala itu adalah Sopita Tanasan dari Thailand. Sedangkan, peraih medali perunggunya adalah Jiromi Miyake. Dia harus menumbangkan Sopita yang terkenal rajanya kelas 48 kg.

Namun, target medali itu tidak akan menjadi berarti jika baik Eko Yuli, Sri Wahyuni, dan atletnya lainnya mengalami nyeri lutut. Cedera itu adalah yang paling sering menimpa atlet angkat besi karena lutut menahan beban angkatan yang sangat berat.

Kiat mengurangi nyeri lutut

Nyeri lutut bisa menimpa siapa saja yang sering melakukan aktivitas berat sehari-harinya. Melakukan pekerjaan berat, seperti atlet angkat besi yang melibatkan pergerakan sendi lutut, adalah faktor yang sering menjadi penyebab dari nyeri lutut.

Selain itu, pada saat melakukan olahraga seperti angkat besi, lutut menjadi tumpuan beban tubuh sehingga rentan mengalami cedera yang berujung pada nyeri lutut.

Seperti dikatakan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, nyeri pada daerah lutut dapat berasal dari lutut itu sendiri atau dari tempat lain, seperti pinggang, pergelangan kaki, atau punggung bagian bawah karena adanya saraf yang saling berhubungan.

"Struktur dari lutut terdiri dari tulang, tulang rawang, tendon, ligamen, dan bursa. Kelainan atau gangguan pada struktur tersebut dapat menimbulkan nyeri. Penyebab nyeri lutut yang paling sering, antara lain infeksi, peradangan seperti artritis reumatoid dan osteoarthitis, atau cedera," kata dr. Dyan.

Beberapa cara bisa digunakan untuk mengurangi nyeri lutut. Dokter Dyan menyebut metode PRICE, yakni:

P: Protection (memberikan perlindungan pada bagian lutut)

R: Rest (mengistirahatkan atau mengurangi aktivitas yang membuat lutut nyeri)

I: Ice (mengompres lutut dengan es bila terasa nyeri)

C: Compress (membalut lutut yang terasa nyeri)

E: Elevated (meninggikan kaki yang mengalami nyeri)

Cara-cara di atas merupakan pertolongan pertama jika Anda mengalami nyeri di lutut. Selain itu, Anda dapat mengonsumsi obat untuk mengurangi rasa nyeri tapi setelah berkonsultasi dengan dokter.

Nyeri lutut jangan terlalu lama didiamkan karena akan menghambat aktivitas Anda. Segera cek ke dokter apa yang menjadi penyebab nyeri lutut yang Anda alami, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar