Sukses

Sering Terganggu oleh Suara? Mungkin Anda Kena Misophonia

Sering merasa terganggu dengan suara orang bernapas atau mengunyah? Waspada, bisa jadi Anda terkena misophonia. Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda merasa kurang nyaman dengan suara-suara yang dihasilkan dari kapur yang bergesekan dengan papan tulis, atau saat seseorang mengunyah dan bernapas, bisa jadi Anda mengalami Mispohonia. Ini adalah kondisi ketika Anda cenderung membenci suara tertentu.

Misophonia dan penyebabnya

Menurut situs kesehatan WebMD, misophonia atau juga dikenal sebagai sindrom sensitivitas suara selektif. Kondisi ini dapat muncul karena suara dari gerakan kecil yang berulang-ulang, seperti pada orang yang menggoyangkan kaki mereka saat mereka duduk, mengunyah, menguap, atau bersiul.

Sebuah penelitian yang berbasis di Inggris mengidentifikasi penyebab misophonia dengan mempelajari 20 orang dewasa yang memiliki misophonia dan 22 orang tanpa kelainan tersebut.

Mereka semua kemudian disuruh menilai ketidaknyamanan dari suara yang berbeda, termasuk suara pemicu umum (makan dan bernapas), suara yang secara universal mengganggu (bayi menangis dan orang-orang berteriak), dan suara netral (seperti hujan).

Hasilnya, orang-orang dengan misophonia menilai suara orang makan dan bernapas sangat mengganggu. Sedangkan, kedua kelompok itu sepakat terjadi ketidaknyamanan akibat suara dari bayi menangis dan orang-orang berteriak. Ini menegaskan bahwa orang-orang misophonia jauh lebih dipengaruhi oleh suara tertentu.

Jika Anda seseorang dengan misophonia, reaksi ringan dari ketidaknyamanan Anda terhadap suara adalah gelisah, ingin melarikan diri, dan merasa jijik. Saat mendengar suara yang membuatnya tidak nyaman, pengidap misophonia parah bereaksi sedemikian rupa. Ia bisa merasa marah, benci, panik, takut, mengalami gangguan emosional, timbul keinginan untuk membunuh atau menghentikan sumber kebisingan, merinding, hingga pikiran untuk bunuh diri.

Dalam sebuah penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada 2017, gangguan ini terjadi akibat perbedaan di lobus frontal otak manusia. Hal itu menyebabkan seseorang dengan misophonia akan bereaksi sangat keras terhadap suara, bahkan menyebabkan detak jantung lebih cepat.

1 dari 2 halaman

Gangguan mental vs gangguan fisik

Kondisi ini biasanya akan berlangsung seumur hidup, dimulai pada rentang usia 9-13 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita. Misophonia bisa muncul dengan cepat, tetapi tidak terkait dengan satu peristiwa.

Sejauh ini, misophonia bukan terjadi karena adanya masalah pada telinga seseorang. Beberapa peneliti percaya kelainan ini bagian dari gangguan mental, dan sebagian berkaitan dengan gangguan fisik. Sebab, kondisi ini bisa dikaitkan dengan bagaimana suara memengaruhi otak dan memicu respons otomatis di tubuh Anda.

Beberapa dokter bahkan keliru membedakan antara penyakit misophonia dengan gangguan kecemasan lainnya, seperti bipolar atau obsesif-kompulsif. Beberapa dokter berpikir misophonia harus diklasifikasikan sebagai gangguan baru. Terlebih lagi, orang dengan misophonia cenderung menghindari situasi pertemuan-pertemuan sosial.

Jika Anda sudah terlanjur terkena misophonia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak terganggu dengan suara tertentu. Seperti melansir dari Medical News Today, cara yang paling mudah untuk mengatasi misophonia adalah mengenakan earphone guna meminimalkan suara-suara yang mengganggu mereka.

Tips mengurangi gangguan misophonia

Terkadang, di saat pekerjaan tengah menumpuk dan membutuhkan konsentrasi, orang dengan misophonia bisa sangat tersiksa. Karena di samping terganggu dengan suara-suara yang ada, ia juga rentan terkena stres karena pekerjaan yang tak kunjung terselesaikan. Jika Anda mengalaminya, cobalah lakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Gunakan alat bantu dengar

Anda bisa mencoba perangkat seperti alat bantu dengar yang menciptakan suasana di telinga mirip suara air terjun. Dengan demikian, Anda tidak akan terlalu terganggu dengan suara yang ada di sekitar.

  1. Mengikuti terapi

Perawatan dengan terapi bicara dan antidepresan juga bisa dicoba untuk mengatasi misophonia.

  1. Ubah gaya hidup

Gaya hidup ternyata berperan terhadap munculnya misophonia. Jadi, lakukanlah olahraga teratur, cukup tidur, dan kelola stres Anda dengan baik.

  1. Sediakan ruangan khusus

Siapkan satu ruangan khusus di rumah Anda yang tenang dan dapat meredam suara yang membuat Anda tidak nyaman.

Jika Anda mulai merasa terganggu dengan suara tertentu yang sebenarnya lazim terdengar sehari-hari, segera temui dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Kuncinya, Anda juga tidak boleh terlalu stres. Beberapa pemicu harus bisa Anda tangani sedini mungkin agar gangguan misophonia tidak semakin parah.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar