Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Makanan Pedas?

Ibu hamil harus memberikan asupan makanan yang bernutrisi bagi janin yang dikandungnya. Lalu, bolehkah ibu hamil mengonsumsi makanan pedas?

Klikdokter.com, Jakarta Di masa kehamilan, makanan adalah salah satu elemen penting yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Konsumsi menu seimbang dan bergizi menjadi sesuatu yang wajib dipenuhi agar janin berkembang dengan baik. Namun, sebagian ibu hamil masih menginginkan makanan tertentu, termasuk makanan pedas.

Pada dasarnya, nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil merupakan nutrisi yang sehat dan seimbang serta tidak dikonsumsi secara berlebihan, sama seperti yang dianjurkan untuk semua orang. Bedanya, wanita yang sedang hamil memerlukan perhatian ekstra. Selain itu, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari.

Makanan pedas dan ibu hamil

Saat hamil, keselamatan janin menjadi perhatian utama. Itulah sebabnya asupan makanan ke dalam tubuh harus dikontrol dengan baik.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, makanan pedas sebenarnya tidak menjadi pantangan bagi ibu hamil. Akan tetapi, jangan sampai makanan pedas mengganggu kebutuhan asupan makanan lainnya.

"Makanan pedas boleh-boleh saja dikonsumsi saat hamil, sebab tidak memiliki efek samping yang buruk untuk ibu hamil. Tetapi bila ibu hamil memiliki riwayat gangguan lambung seperti sakit mag atau dispepsia, makanan pedas sebaiknya dikurangi karena dapat menimbulkan gejala perih dan ketidaknyamanan di lambung," ujar dr. Atika.

Menurutnya, variasi makanan pedas harus dihindari jika menimbulkan rasa mual dan membuat nafsu makan berkurang. Jika demikian, ditakutkan janin tidak mendapat nutrisi yang baik akibat ibu hamil tidak bisa menyantap makanan lainnya.

"Sementara itu, jika sebelumnya Anda menyukai makanan pedas dan makanan tersebut bisa menambah nafsu makan, makanan pedas sah-sah saja dikonsumsi oleh ibu hamil," sambung dr. Atika.

Meski demikian, makanan pedas yang dikonsumsi juga tetap harus dipilih. Pastikan yang Anda makan berasal dari bahan alami, bukan sambal kemasan. Sebab, rasa pedas yang didapat dari sambal kemasan biasanya mengandung MSG yang berbahaya bagi pertumbuhan janin.

Selain itu, dilansir dari Momjunction.com, salah satu alasan mengapa ibu hamil harus menghindari makanan pedas adalah kemungkinan terjadi mulas dan refluks asam di lambung, terutama pada trimester ketiga.

1 dari 3 halaman

Jenis makanan yang harus dihindari ibu hamil

Walau makanan pedas boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tetap ada beberapa makanan yang harus dihindari. Dalam hal ini, saat hamil Anda harus tahu apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Pasalnya, jika mengonsumsi makanan yang tidak baik, nutrisi yang dibutuhkan bayi malah tidak tercukupi. Bahkan, bisa jadi makanan itu mengancam keselamatan janin.

Berikut ini adalah makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil:

1. Hindari makanan laut yang tinggi merkuri

Makanan laut dapat menjadi sumber protein dan omega-3 yang baik bagi ibu hamil. Kedua nutrisi itu bisa didapat lewat ikan untuk mendukung perkembangan otak dan mata janin. Namun, beberapa ikan dan kerang mengandung kadar merkuri yang berbahaya bila dikonsumsi. Sebab, terlalu banyak merkuri juga dapat membahayakan perkembangan sistem saraf bayi Anda.

The Food and Drug Administration (FDA) mendorong wanita hamil untuk menghindari beberapa jenis ikan laut dalam yang disinyalir mengandung kadar merkuri tinggi. Beberapa di antaranya adalah ikan todak, makarell, hiu, dan tilefish.

Sementara itu, Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan dua atau tiga porsi makanan laut dalam seminggu untuk wanita hamil dan yang diperbolehkan adalah udang, teri, ikan kod, ikan pollock, nila, dan tuna.

2. Hindari makanan laut mentah, kurang matang, atau terkontaminasi

Hal ini harus dilakukan untuk menghindari bakteri atau virus berbahaya dalam makanan laut masuk ke dalam tubuh. Contoh makanan yang dimaksud adalah sushi dan sashimi. Selain itu, makanan laut jenis kerang juga sebaiknya tidak dikonsumsi.

3. Hindari daging, unggas, dan telur yang kurang matang

Selama kehamilan, Anda berisiko tinggi mengalami keracunan makanan yang mengandung bakteri. Reaksi ibu hamil mungkin bisa lebih parah daripada orang dalam kondisi normal. Tak jarang, keracunan makanan juga memengaruhi kondisi janin.

Untuk mencegah penyakit bawaan karena makanan yang dikonsumsi saat hamil, sebaiknya masak hingga matang semua daging dan unggas sebelum dimakan. Hindari daging yang didinginkan, dan masaklah telur sampai benar-benar matang.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Hindari makanan yang tidak dipasteurisasi

Produk mengandung susu yang tidak dipasteurisasi tidak baik untuk ibu hamil. Sebab, produk-produk ini dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Jadi, hindari keju dan jus yang tidak melewati proses pasteurisasi.

5. Hindari buah dan sayuran yang tidak dicuci

Untuk menghilangkan bakteri berbahaya, bersihkan semua buah dan sayuran mentah sebelum dikonsumsi atau diolah menjadi makanan. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan infeksi bakteri penyebab penyakit.

6. Hindari kafein berlebih

Walau kafein dapat terlewat dari plasenta, Anda direkomendasikan membatasi jumlah kafein menjadi kurang dari 200 miligram sehari selama kehamilan.

7. Hindari teh herbal

Ada sedikit data tentang efek ramuan khusus pada bayi yang sedang berkembang. Jadi, sebaiknya hindari minum teh herbal, bahkan jenis teh herbal yang dipasarkan khusus untuk wanita hamil sekalipun.

8. Hindari alkohol

Tidak ada kadar alkohol yang terbukti aman selama kehamilan. Berhentilah mengonsumsi alkohol agar janin dalam kandungan Anda tidak bermasalah.

Memang tak ada larangan keras terhadap konsumsi makanan pedas bagi ibu hamil. Meski demikian, dengan memilih makanan sehat, manfaatnya bukan hanya diperoleh ibu hamil tapi juga janin yang ada di dalam kandungan. Satu hal yang harus diingat, janin akan berkembang dengan baik tergantung dari apa yang Anda konsumsi.

[NP/ RVS]

1 Komentar