Sukses

Mengungkap Efek Samping Vaksin MR pada Orang Dewasa

Tahukah Anda bahwa efek samping vaksin MR pada orang dewasa berbeda dengan anak-anak? Cari tahu di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Vaksin MR (measles dan rubella) menjadi pembahasan penting bidang kesehatan beberapa hari belakangan. Hal ini terjadi setelah pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berupaya mengajak setiap anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun untuk menerima vaksin ini pada periode Agustus hingga September.

Kampanye vaksin MR oleh pemerintah dilakukan demi mengendalikan dan mengeliminasi campak, rubella, serta cacat bawaan rubella (congenital rubella syndrome) pada tahun 2020.

Orang dewasa juga perlu vaksin MR

Faktanya, campak dan rubella tak hanya menyerang anak-anak. Ya, penyakit tersebut juga menyerang orang dewasa. Potensi penyakit ini menyerang orang dewasa sangat besar, apalagi jika semasa kecil orang tersebut belum mendapat vaksin MR atau imuninasi secara lengkap.

Atas alasan itu, dr. Melyarna Putri dari KlikDokter menganjurkan setiap orang dewasa yang belum, atau tidak yakin bahwa dirinya sudah mendapatkan imunisasi lengkap di masa kecil untuk segera vaksin MR.

“Orang dewasa perlu ekstra usaha dalam mencari vaksin MR, karena vaksin yang ada sekarang ini disediakan pemerintah hanya untuk anak-anak,” ungkap dokter yang kerap disapa Mely ini.

Efek vaksin MR pada orang dewasa

Orang dewasa yang mendapatkan vaksin MR juga akan mengalami efek samping. Terkait hal ini, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa efek samping vaksin MR pada orang dewasa biasanya hanya berupa demam, alergi, atau bengkak di sekitar area yang disuntik.

Senada dengan itu, dr. Sara Elise Wijono juga mengatakan hal yang sama terkait efek samping vaksin MR pada orang dewasa

"Memang vaksin memiliki efek samping. Keluhan yang paling sering terjadi adalah demam dan ruam. Efek samping yang lebih serius sangat jarang terjadi, sehingga vaksin MR cukup aman dan sangat dianjurkan," ujar dr. Sara.

Lebih lanjut, dr. Sara menjelaskan bahwa efek samping vaksin MR pada orang dewasa biasanya akan hilang dalam tiga atau lima hari. Hal ini merupakan kondisi normal, dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Keamanan vaksin MR

Di Indonesia, vaksin MR masih mendapat pertentangan dari sebagian kalangan masyarakat. Ini karena vaksin MR diduga memiliki suatu kandungan yang tidak semestinya. Bahkan ada pula yang meyakini bahwa vaksin MR memberikan efek samping yang sangat mengerikan, seperti kelumpuhan.

Sehubungan dengan dugaan bahwa vaksin MR dapat menyebabkan kelumpuhan, dr. Ayutika Saraswati Adisasmito benar-benar tidak setuju dengan hal tersebut. Menurutnya, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa vaksin MR dapat menyebabkan kelumpuhan. Pada kasus tersebut, lumpuh belum tentu terjadi karena vaksin. Kelumpuhan yang terjadi  bisa saja diakibatkan karena penyakit lain yang sebelumnya sudah dialami orang tersebut.

“Efek samping yang lebih serius sangat jarang terjadi, sehingga vaksin MR cukup aman dan sangat dianjurkan," lanjutnya.

Mengetahui fakta di atas, orang dewasa sebaiknya tak perlu merasa khawatir jika ingin mendapatkan vaksin MR. Namun sebelum itu, pastikan bahwa Anda belum mendapatkan imunisasi lengkap saat masih anak-anak. Akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar