Sukses

Tes Kesehatan Capres dan Cawapres, Apa Saja Fokusnya?

Jenis tes kesehatan tertentu akan menjadi penentu layak atau tidaknya seseorang menjadi capres dan cawapres dalam pilpres kali ini.

Klikdokter.com, Jakarta Para capres dan cawapres RI baru saja selesai menjalani serangkaian tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto. Tes yang disebutkan memakan waktu 9-12 jam tersebut merupakan salah satu tahap yang dapat membuktikan bahwa capres dan cawapres tidak hanya layak untuk posisinya, tetapi juga fit dari sisi kesehatan.

Waktu pemeriksaan yang terbilang panjang ini memang diperlukan mengingat banyak sekali aspek yang harus diperiksa dan dipastikan sehat. Dari seluruh tes yang dijalankan, apa saja yang menjadi fokus dan titik berat pemeriksaannya?

Evaluasi kejiwaan dan karakteristik seseorang

Seorang presiden dan wakil presiden dituntut untuk selalu dapat fokus, tenang, serta berpikir jernih dalam situasi sulit dan tekanan sebesar apa pun. Untuk itu, vitalitas kejiwaan dan kesiapan karakter mutlak menjadi fokus evaluasinya. Metode yang digunakan untuk menguji kondisi kejiwaan tersebut adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI).

MMPI dilakukan dengan melontarkan sejumlah pertanyaan melalui wawancara dan bentuk tertulis untuk menggali lebih jauh kejiwaan seseorang. MMPI sebagai tes kejiwaan diperkuat dengan pemeriksaan mini ICD 10. Mini ICD 10 juga merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi kejiwaan seseorang melalui serangkaian wawancara singkat.

Dari pemeriksaan tersebut akan dapat terdeteksi bila sang calon memiliki kecenderungan depresi, paranoid, skizofrenia, atau bahkan psikopat.  Hasil tes inilah yang menjadi dasar evaluasi layak tidaknya seseorang untuk menjadi calon pemimpin pada masa mendatang.

1 dari 4 halaman

Evaluasi penyakit dalam

Selain kondisi kejiwaan, hal yang harus dipastikan kesehatannya adalah fisik tubuh sang capres dan cawapres itu sendiri. Tes penyakit dalam umumnya dilakukan melalui wawancara medis untuk mengetahui riwayat penyakit terdahulu dan adanya penyakit yang sedang diderita saat ini.

Setelah melalui wawancara medis, akan dilakukan uji darah di laboratorium dan bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan tambahan berupa USG.  Penyakit seperti hepatitis atau gangguan ginjal dapat terdeteksi dari serangkaian pemeriksaan ini.

Evaluasi jantung dan paru

Evaluasi kesehatan jantung dan paru turut menjadi tes pemeriksaan capres dan cawapres. Bagaimana tidak, pasalnya dua organ inilah yang memegang kunci optimalnya seluruh kerja tubuh. Bila kesehatan jantung dan paru tidak optimal, peredaran darah yang berisi oksigen dan nutrisi tubuh juga tentu akan terganggu.

Pemeriksaan jantung dilakukan melalui tes elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, juga treadmill test. Sedangkan pemeriksaan paru dilakukan melalui rontgen dada dan spirometri. Berbagai tes ini menjadi modal bagi para dokter untuk menentukan kesehatan dan vitalitas dua organ penting capres dan cawapres pada masa mendatang.

2 dari 4 halaman

Evaluasi bedah dan saraf

Pemeriksaan bidang bedah dan saraf juga masuk dalam daftar tes capres dan cawapres. Bidang bedah yang dievaluasi, antara lain adanya riwayat operasi sebelumnya seperti usus buntu, operasi tulang, operasi prostat, dan sebagainya.

Tidak semua riwayat operasi akan memengaruhi kondisi kesehatan saat ini memang. Namun beberapa kasus operasi masa lalu, misalnya tumor, dapat digunakan untuk memprediksi penyakit pada masa mendatang. Beberapa jenis tumor diketahui dapat menjadi cikal bakal keganasan yang tentunya akan menyita waktu dan tenaga seseorang dalam perjalanan pengobatannya.

Bila pemeriksaan bedah telah dilalui, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan saraf. Pemeriksaan saraf ini tidak kalah pentingnya dari tes kesehatan yang lain. Seperti yang Anda tahu, pusat saraf yakni otak merupakan sentral kendali kerja seluruh organ di tubuh. Bila terjadi gangguan, kerja organ-organ tubuhlah yang akan dipertaruhkan. Kondisi saraf ini dapat dievaluasi melalui pemeriksaan fisik dan magnetic resonance imaging (MRI).

3 dari 4 halaman

Evaluasi mata dan THT

Walaupun dianggap sebagai bagian kecil, mata dan THT juga nyatanya tetap menjadi fokus tes kesehatan capres dan cawapres. Bagaimana tidak, gangguan kesehatan mata yang menjadi jendela dunia tentu akan berdampak besar terhadap kualitas kerja presiden dan wakil presiden yang dituntut optimal dalam setiap detailnya.

Gangguan ringan seperti mata minus hingga yang sifatnya berat seperti kerusakan saraf retina dapat dievaluasi dari rangkaian pemeriksaan mata ini.  Di samping mata, pemeriksaan THT juga turut menjadi bahan evaluasi. Adanya gangguan seperti sinusitis yang berpotensi mengganggu aktivitas setiap hari hingga tumor di salah satu organ THT dapat diketahui dari pemeriksaan dan alat bantu yang digunakan oleh dokter pemeriksa.

Seluruh fokus tes kesehatan capres dan cawapres ini dilakukan untuk menguji kesiapan raga serta psikis sang calon pemimpin bangsa. Bila dokter pemeriksa menyimpulkan bahwa bakal capres dan cawapres yang bersangkutan lulus uji kesehatan, maka proses dapat dilanjutkan. Bangsa yang hebat tentu diawali oleh pemimpin yang sehat. Tes kesehatan inilah yang menjadi salah satu kunci penentunya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar