Sukses

Tips Melindungi Anak dari Challenge Berbahaya di Media Sosial

Tren challenge di media sosial kerap diikuti banyak orang. Mirisnya, sebagian besar tantangan kekinian tersebut dapat membahayakan keselamatan pelakunya.

Klikdokter.com, Jakarta Di zaman teknologi saat ini, media sosial sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Meski turut berkontribusi positif dalam persebaran informasi, media sosial juga dapat berdampak negatif. Salah satunya adalah dengan menjamurnya challenge menantang maut yang justru diikuti banyak orang.

Sebagai orang tua, mungkin tak mudah untuk membatasi berbagai informasi yang mungkin saja dapat merusak anak. Apalagi, beberapa tantangan yang viral di media sosial berisiko membahayakan keselamatan orang yang melakukannya..

Tantangan yang mengancam kesehatan

Salah satu challenge yang paling populer dan sayang untuk dilewatkan adalah mannequin challenge, harlem shake, dan gangnam style. Namun, ada juga beberapa challenge yang viral di media sosial dan dapat membahayakan keselamatan pelakunya, seperti:

  • Kiki challenge

Tantangan menari di pinggir pintu mobil yang sedang terbuka dan berjalan ini termasuk challenge yang sedang ramai dibicarakan di Indonesia. Challenge ini awalnya dipopulerkan oleh komedian Shiggy menggunakan lagu terbaru milik musisi Drake, “In My Feelings”.

Tantangan ini berbahaya karena pelaku dapat saja melakukan challenge ini di jalan raya ketika mobil banyak melaju. Risiko tertabrak mobil bisa saja tak terhindarkan.

  • Momo challenge

Challenge ini mengajak pelaku untuk menambahkan kontak seseorang bernama Momo di aplikasi WhatsApp. Selanjutnya, Momo akan memberikan tantangan untuk menyakiti diri.

Jika tak dilakukan, Momo akan mengirimkan pesan yang mengerikan dan mengancam pelakunya. Tantangan ini berbahaya karena pada tantangan terakhir, pelaku akan diminta untuk melakukan percobaan bunuh diri dan mendokumentasikannya.

  • Ice bucket challenge

Challenge untuk menyiram tubuh dengan seember air es ini menjadi viral sejak tahun 2014. Awalnya tantangan ini dilakukan sebagai bentuk penggalangan dana penelitian penyakit Lou Gehrig’s (ALS), yang kemudian memancing para selebriti untuk melakukannya juga.

Meski cukup positif, bila dilakukan dalam kondisi kesehatan yang kurang baik dan lingkungan yang kurang tepat, ice bucket challenge dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Mulai dari hipotermia, serangan jantung, bahkan kematian.

  • Kylie lip challenge

Tantangan yang mengajak orang untuk membentuk bibir tebal mirip selebriti Hollywood Kylie Jenner ini dilakukan dengan memasukkan bibir ke lubang kecil seperti mulut botol dalam waktu yang cukup lama.

Dengan cara tersebut, bibir akan menjadi bengkak dan tebal. Challenge ini berbahaya karena dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan cacat permanen.

Tips agar anak terhindar dari challenge berbahaya

Sederet korban meninggal dunia akibat tantangan yang ditawarkan di media sosial sudah selayaknya menjadi catatan tersendiri bagi para orang tua. Tentunya para orang tua tak bisa tinggal diam dan harus mulai memantau aktivitas digital anak.

Sudah menjadi tugas orang tua untuk melindungi anak agar tidak terpengaruh oleh challenge berbahaya tersebut. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa Anda lakukan:

  • Selalu update informasi

Sebelum mencegah, orang tua tentu harus mengetahui hal yang perlu dicegah. Anda sebagai orang tua harus selalu update mengenai challenge seperti apa yang tengah viral di media sosial.

  • Memberikan nasihat kepada anak

Ketika orang tua sudah mengetahui ada informasi negatif, berikan nasehat untuk mencegah anak melakukan challenge berbahaya tersebut. Apa yang Anda sampaikan bisa berupa dampak dari challenge yang mungkin terjadi pada anak. Berikan juga fakta yang telah terjadi agar anak lebih waspada

  • Mengawasi perilaku anak

Orang tua harus selalu mengawasi perilaku anak. Ketika terjadi perubahan perilaku, segera dekati anak Anda dan tanyakan sebabnya. Jangan segan untuk memeriksa gawai atau akun media sosial anak jika kondisi anak cukup mencurigakan.

  • Membatasi penggunaan gawai

Penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif. Beberapa studi sudah menunjukkan adanya gangguan mental seperti depresi yang disebabkan oleh penggunaan media sosial.

Tekanan dari media sosial untuk melakukan challenge berbahaya juga dapat menjadi salah satu penyebab anak kemudian mengikutinya. Sebaiknya batasi penggunaan gawai agar anak tidak terjerumus ke dalam challenge yang membahayakan keselamatan jiwanya.

Challenge yang viral di media sosial dapat saja membahayakan jiwa pelakunya. Lakukan berbagai upaya di atas agar anak Anda tidak terdorong untuk berpartisipasi. Akan lebih baik bila Anda sebagai orang tua mengarahkan anak untuk mengikuti kegiatan positif seperti kegiatan sosial atau olahraga.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar