Sukses

Tips agar Tak Kena Penyakit Kulit Saat di Kolam Renang

Berenang memang menyenangkan. Namun, Anda harus tetap berhati-hati karena kondisi kolam renang juga rentan menyebarkan penyakit kulit!

Klikdokter.com, Jakarta Berenang adalah aktivitas menyehatkan lagi mengasyikkan, terlebih bila dilakukan bersama teman atau keluarga. Akan tetapi, Anda tetap harus waspada dan tidak boleh lengah, karena kondisi kolam renang juga dapat menjadi media penularan penyakit kulit.

Beningnya air kolam renang memang dapat menipu sebagian besar orang yang melihatnya dengan kasat mata. Ya, karena air yang tenang dan cemerlang itu belum tentu benar-benar aman dari kontaminan penyebab penyakit kulit. Ditambah lagi dengan lantai ruang bilas yang selalu basah,  membuat kuman juga bisa menyebar dari lantai.

Seperti dikatakan dr. Jessica Florencia dari KlikDokter, air kolam renang dapat menyebabkan Recreational Water Illnes (RWI).

"Itu adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bahan kimia yang ditemukan di air kolam renang,” kata dr. Jessica.

Air kolam renang memang berpotensi besar tercemar oleh berbagai macam bakteri, jamur, dan virus. Hal seperti ini bisa ditemui di kolam renang umum, yang biasanya digunakan oleh banyak orang.

Penyakit kulit akibat kolam renang

Kolam renang yang digunakan bersamaan dengan orang dari berbagai golongan semakin meningkatkan risiko terjadinya penyakit kulit. Keluhan yang biasanya muncul akibat keadaan tersebut adalah ruam kemerahan pada kulit yang terasa gatal. Kondisi seperti ini bisa terjadi akibat adanya infeksi bakteri atau jamur.

Tak sekadar itu, faktor penggunaan kaporit untuk kejernihan air kolam renang juga bisa menyeret seseorang pada penyakit kulit. Hal ini karena kaporit atau kalsium hipoklorit memiliki korosif, yang bisa membuat kulit menjadi kering.

"Selain itu, tanda-tanda yang mungkin terlihat pada kulit yang kerap terpapar oleh kaporit adalah penuaan dini, karena senyawa yang terkandung di dalam kaporit dapat merusak lapisan kolagen kulit sehingga menyebabkan kulit tampak lebih kusam dan kasar," ujar dr. Puspita Komala Sari kepada KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Puspita mengatakan bahwa kaporit juga bisa menyebabkan efek yang lebih buruk daripada sekadar masalah iritasi kulit saja.

“Kaporit bisa bersifat karsinogenik. Ini artinya kaporit memiliki potensi untuk memicu penyakit kanker,” ungkapnya.

Mencegah penyakit kulit akibat kolam renang

Penyakit kulit atau gangguan kesehatan kulit lainnya yang mungkin terjadi akibat kolam renang tentu bisa dicegah. Untuk hal ini, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Siram tubuh Anda menggunakan air bersih sebelum masuk ke kolam berenang.
  • Mandilah dengan menggunakan air bersih yang mengalir sebelum berenang. Jangan lupa untuk menggunakan sabun secara menyeluruh di tubuh.
  • Bersihkan tubuh dan rambut setelah berenang dengan teliti menggunakan sabun, sampo, dan air bersih yang mengalir.
  • Pastikan baju renang bersih sebelum dan setelah dari kolam renang

Kebersihan kolam renang umum memang tak bisa dipastikan hanya dengan mata telanjang. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk berenang bersama kawan atau keluarga, tak ada salahnya untuk melakukan persiapan matang agar penyakit kulit atau kondisi gangguan kesehatan kulit lainnya tak menimpa Anda dan keluarga.

[NB/ RVS]

1 Komentar

  • meisarah

    Benar banget kunjungi juga web aku ya siapa yang ingin tinggi di www.tinggibadan.com