Sukses

Inilah Bentuk Reaksi Alergi Obat pada Anak

Muncul ruam kemerahan dan gatal setelah anak minum obat? Bisa jadi anak mengalami alergi obat. Kenali reaksi alergi obat pada anak selengkapnya di sini.

Alergi adalah suatu kondisi yang umum terjadi pada anak dan dipicu oleh banyak hal, termasuk obat. Yang tadinya dikonsumsi untuk mengobati penyakit, obat bisa saja malah menimbulkan alergi. Jangan remehkan reaksi alergi obat pada anak karena bisa berbahaya.

Alergi adalah reaksi yang muncul secara berlebihan dari sistem kekebalan tubuh akibat masuknya suatu zat. Disebut berlebihan karena paparan alergen (zat yang menimbulkan alergi) sebenarnya cenderung tidak berbahaya bagi tubuh. Kondisi ini biasanya diturunkan dari orang tua.

1 dari 4 halaman

Gejala Alergi Obat pada Anak

Alergi obat pada anak terjadi akibat reaksi yang berlebihan terhadap kandungan tertentu di dalam obat. 

Jika reaksi imun tersebut muncul akibat suatu kandungan dari makanan, maka disebut sebagai alergi makanan, begitu pun pada kondisi lain.

Gejala alergi obat pada anak dibagi menjadi dua, ada yang bersifat ringan dan ada yang berat dan berbahaya. Adapun, gejala alergi obat ringan adalah:

  • Gatal-gatal.
  • Kulit kemerahan.
  • Bentol bengkak pada kulit.
  • Ruam kemerahan atau keunguan.
  • Bersin-bersin.
  • Hidung meler atau mampet.
  • Mata gatal dan berair.

Sementara itu, gejala alergi obat berat antara lain:

  • Bibir dan lidah bengkak.
  • Sulit menelan atau bicara.
  • Suara mengi atau bengek (ngik-ngik).
  • Sesak napas.
  • Seluruh kulit melepuh.
  • Nyeri perut, mual, muntah, atau diare.
  • Pusing hingga hilang kesadaran (pingsan).

Gejala alergi obat pada anak hampir mirip dengan penyebab alergi lain sehingga tidak selalu mudah untuk memastikannya. Misalnya, gejala yang timbul akibat alergi obat dan alergi makanan serupa. Antara lain, gatal-gatal, bengkak, mual, muntah, hingga diare.

Itu sebabnya, jika si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, lebih baik segera bawa berobat ke dokter untuk memastikan alergi yang dialami. Oleh dokter, anak akan diperiksa secara mendetail untuk mendeteksi apakah telah mengalami alergi obat.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama untuk Anak Alergi Antibiotik

2 dari 4 halaman

Jenis Obat yang Berisiko Menimbulkan Alergi pada Anak

Pada dasarnya, obat-obatan apa pun berisiko menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi obat pada anak juga belum bisa diketahui jika sebelumnya si Kecil belum pernah mengonsumsi obat tersebut. Namun demikian, ada beberapa jenis yang kerap kali menyebabkan reaksi alergi obat pada anak, di antaranya:

  • Antibiotik golongan penisilin (amoksisilin, ampisilin).
  • Antibiotik golongan sulfonamida (trimethoprim-sulfametoksazol, sulfadizinem sulfasalazine, sulfafurazol, dan lain sebagainya).
  • Obat-obatan anti kejang.
  • Aspirin, ibuprofen, dan obat anti radang non steroid (OAINS) lainnya.
  • Obat-obatan kemoterapi.

Artikel Lainnya: Anak Autisme Lebih Rentan Terkena Alergi?

3 dari 4 halaman

Penanganan Alergi Obat pada Anak

Cara mengatasi alergi obat pada anak tergantung dari kondisi anak itu sendiri, mulai dari usia hingga reaksi alergi yang terjadi. Obat-obatan golongan antihistamin, kortikosteroid, maupun epinefrin umum digunakan untuk mengatasi alergi, tergantung kebutuhan dan kondisi.

Selain itu, jika yang muncul reaksi alergi ringan seperti gatal-gatal, penggunaan losion yang mengandung calamine, menggunakan sabun bayi dan mandi air dingin juga menjadi cara mengatasi alergi obat pada anak.

Segera bawa anak ke dokter jika sampai gejala berat yang muncul, seperti:

  • Bengkak di bibir, lidah, dan mulut.
  • Bentol merah mendadak di seluruh tubuh.
  • Bunyi mengi.
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Dada atau tenggorokan terasa tertekan.
  • Pingsan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kulit terkelupas.
  • Sariawan di mulut atau alat kelamin.

Jangan anggap enteng alergi obat pada anak karena berisiko menimbulkan kondisi gawat darurat dan mengancam nyawa jika ditangani terlambat. Catat, ingat, dan informasikan kepada dokter riwayat obat apa saja yang memicu alergi pada si Kecil.

Pantau terus informasi seputar kesehatan anak dan juga tips-tips bermanfaat lainnya di aplikasi KliKDokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar