Sukses

5 Tanda Bayi Anda Obesitas

Bayi gemuk bukan berarti obesitas. Tapi ada juga tanda-tanda bayi gemuk yang tak sehat. Bagaimana indikatornya?

Klikdokter.com, Jakarta Menghabiskan hari-hari dengan bayi Anda yang berpipi chubby, rasanya memang gemas. Anda pun jadi tak bosan-bosan mencium dan mencubitnya. Tapi coba perhatikan lebih saksama, apakah bayi Anda benar-benar gemuk sehat atau malah obesitas?

Bayi gemuk mungkin merupakan hal positif karena mereka membutuhkan lemak untuk bertumbuh dan berkembang. Namun, bayi obesitas adalah hal yang negatif. Bayi obesitas berisiko untuk tetap obesitas seumur hidupnya. Bayi obesitas juga rentan mengalami penyakit serius seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan kanker.

Karena itu, mencegah bayi obesitas menjadi penting agar sang bayi tidak mengalami penyakit di atas. Bayi obesitas tidak dapat diketahui hanya dengan melihat sang bayi. Setiap bayi memiliki proporsi dan bentuk tubuh yang berbeda-beda. Orang tua perlu membawa anak untuk periksa ke dokter atau puskesmas secara rutin supaya pertumbuhannya dipantau.

Bayi obesitas juga tidak bisa diketahui dari indeks masa tubuh atau body mass index (BMI). Untuk bayi digunakan grafik berat untuk panjang badan (weight for length) dari WHO. Perlu diketahui juga, bayi gemuk dengan pipi tumpah alias tembam, tangan dan kaki berlipat belum tentu obesitas.

Tanda bayi obesitas

Namun, sebelum memeriksakan bayi Anda ke dokter atau puskemas, tak ada salahnya untuk mengetahui tanda atau prediktor bayi obesitas berikut ini:

  • Kurva pertumbuhan yang melompat jauh

Pertumbuhan bayi biasanya dipantau dari pemeriksaan rutin ke dokter atau puskesmas. Kurva berat badan yang melompat, misalnya dari persentil 25% ke 95%, mungkin menjadi tanda bayi obesitas. Sebaiknya pertumbuhan bayi tetap dijaga sesuai kurva persentil sejak lahir. Namun jika berat badan lahir bayi berlebihan, sebaiknya berkonsultasi ke dokter ahli.

  • Bayi malas bergerak

Biasanya bayi akan aktif bergerak dan berusaha untuk berkembang seperti mengangkat leher, miring ke kanan kiri, tengkurap, merangkak, dan sebagainya. Pada bayi obesitas, mereka harus berusaha lebih untuk bergerak karena beban cukup berat, dan akhirnya menjadi malas bergerak karena lelah. Alhasil, perkembangan mereka pun menjadi terlambat.

  • Kualitas tidur bayi kurang

Terdapat hubungan antara berat badan bayi dan kualitas tidur. Pada bayi yang kualitas tidurnya kurang akan mengalami kenaikan berat badan. Hal ini mungkin berhubungan dengan orang tua yang sering memberikan botol susu untuk menenangkan bayi dan membuatnya tidur kembali.

  • Orang tua obesitas

Jika kedua atau salah satu orang tua sang bayi obesitas, kemungkinan besar bayi tersebut juga mengalami obesitas. Obesitas yang terjadi pada ibu sebelum hamil, atau kenaikan berat badan berlebih saat hamil, juga meningkatkan risiko memiliki bayi obesitas. Selain itu, pola makan di keluarga juga dapat menjadi pemicu obesitas.

  • Diabetes gestasional

Komplikasi diabetes gestasional juga merupakan prediktor bayi obesitas. Studi membuktikan bahwa sepertiga (31%) bayi yang lahir dari ibu yang mengalami diabetes gestasional menjadi obesitas pada usia 11 tahun. Biasanya juga, bayi obesitas lahir dengan berat badan berlebih, yaitu di atas 4 kg.

Sekali lagi, bayi yang gemuk bukan berarti obesitas. Namun, Anda tidak dapat mengetahui bayi tersebut obesitas atau tidak hanya dari tampilan luar. Untuk mengukurnya, Anda perlu melihat dari grafik berat untuk panjang badan (weight for length) yang direkomendasikan WHO.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar