Sukses

Selain Tubuh, Kulit Juga Bisa Dehidrasi

Tak hanya tubuh yang bisa dehidrasi, tapi kulit Anda juga bisa mengalaminya. Ini penyebab dan cara menanganinya.

Klikdokter.com, Jakarta Dehidrasi terjadi ketika Anda kekurangan cairan. Jika berbicara soal dehidrasi, orang akan mengaitkannya dengan tubuh padahal kulit juga bisa mengalaminya. Kulit yang dehidrasi dapat sangat mengganggu karena bisa menjadi kering, lebih sensitif, gatal, atau mungkin tampak kusam.

Tak hanya itu, warna dan penampakan kulit secara keseluruhan mungkin dapat tampak tidak rata. Garis-garis halus atau kerutan pun menjadi lebih terlihat. Meski kulit yang dehidrasi dapat terlihat kering, namun hal ini tidak sama dengan memiliki tipe kulit kering.

Hal-hal berikut dapat menjadi penyebab kulit menjadi dehidrasi:

  1. Matahari

Sinar matahari, terutama UVA, berkaitan dengan kondisi dehidrasi pada kulit. Sinar UVA berperan sebagai faktor utama yang dapat mempercepat proses penuaan, meningkatkan oksidan pada kulit, serta menyebabkan dehidrasi kulit

  1. Mandi air panas

Penggunaan air panas untuk mandi, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan kontak pada kulit, dapat membuat kulit kekurangan cairan.

  1. Proses penuaan

Ketika kulit mengalami penuaan, maka menjaga kelembapan kulit akan menjadi lebih sulit. Hal ini dikarenakan adanya perubahan struktur yang terjadi dan proses pergantian sel menjadi lebih lambat dari normalnya. Jika kulit sudah dehidrasi, akan menyebabkan kulit tampak lebih tua dengan garis-garis halus yang menjadi lebih nyata.

  1. Penggunaan pendingin (AC) dan pemanas

Pendingin dan pemanas ruangan sering digunakan untuk membuat suhu sekitar menjadi lebih nyaman selama cuaca panas ataupun dingin. Nyatanya, penggunaan kedua alat ini dapat berdampak negatif pada hidrasi kulit, sehingga dapat menyebabkan kulit jadi dehidrasi.

  1. Perawatan kulit yang salah

Menggunakan produk perawatan kulit yang terlalu keras, terlalu ringan, atau bahkan jarang merawat kulit dapat berkontribusi terhadap masalah kulit yang dehidrasi.

  1. Sedang mengalami atau baru menderita sakit

Kulit yang dehidrasi dapat berhubungan dengan hilangnya cairan akibat sakit yang sedang dialami atau baru diderita. Perbanyak konsumsi cairan dan mengobati penyakit sampai tuntas akan memperbaiki kondisi kulit yang dehidrasi.

Tidak seperti memiliki tipe kulit kering, kondisi kulit yang dehidrasi dapat ditangani dengan cara cukup mudah, yaitu dengan mengubah gaya hidup secara tepat. Menambah dan mempertahankan hidrasi merupakan langkah utama yang harus dilakukan untuk menanganinya. Hal yang dimaksud adalah dengan memperbanyak konsumsi cairan.

Cairan yang dibutuhkan tubuh bergantung pada berat badan dan tingkat aktivitas sehari-hari. Namun, Anda dapat berpatokan pada aturan yang sudah dikenal yaitu dengan mengonsumsi minimal delapan gelas air per harinya.

Penanganan lainnya untuk kulit dehidrasi adalah perubahan gaya hidup seperti:

  • Olahraga secara teratur.
  • Tidur yang cukup.
  • Makan makanan bergizi dan seimbang.
  • Perbanyak buah dan sayuran.
  • Batasi minum kopi dan sumber kafein lainnya.
  • Konsumsi alkohol secukupnya.
  • Berhenti merokok.
  • Minum air saat berolahraga (dianjurkan setiap 20 menit satu teguk) dan setelah berolahraga.
  • Gunakan pelindung matahari, seperti tabir surya, topi, kacamata hitam.
  • Penggunaan produk topikal seperti yang mengandung asam hyaluronik juga berfungsi untuk mempertahankan kadar air di dalam kulit sehingga menjaga kelembapan kulit.

Kulit yang sehat dan tampak muda pastinya dambaan semua orang. Oleh karena itu, cegah dehidrasi pada kulit dengan memastikan kecukupan cairan serta menjalani pola hidup sehat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar