Sukses

Pahami Gejala Meningitis pada Anak

Meningitis masih menjadi penyakit yang berbahaya bagi anak. Terlebih, gejala meningitis sukar diidentifikasi sejak dini.

Meningitis merupakan salah satu infeksi berat dan serius pada anak. Meningitis merupakan infeksi pada selaput otak sehingga biasanya bermanifestasi sebagai gangguan pada sistem saraf. Infeksi ini jarang terjadi, namun jika terjadi dapat bersifat fatal. Apalagi jika terlambat ditangani.

Untuk itu, mengenali tanda dan gejala meningitis pada anak sangat penting bagi orang tua sehingga dapat segera membawa si Kecil ke dokter. Lalu, apa saja gejala meningitis pada anak? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

1 dari 3 halaman

Tanda dan Gejala Meningitis pada Anak

Meningitis disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, kuman mycobacterium tuberculosis, ataupun jamur. Risiko penyakit ini bisa sangat tinggi bila si Kecil tak mendapatkan vaksinasi lengkap, memiliki daya tahan tubuh rendah, mengidap penyakit infeksi telinga kronis, atau tuberkulosis.

Umumnya, meningitis pada anak diawali dengan adanya penyakit infeksi saluran napas, telinga, sinus, atau gigi berlubang. Di sisi lain, bila meningitis yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi kuman TB, gejalanya dapat berupa batuk, demam, berat badan sulit naik, pembesaran kelenjar getah bening, dan sesak napas.

Namun, pada kasus ini, bila kuman-kuman tersebut berhasil menyebar ke selaput otak, gejala meningitis yang sebenarnya barulah muncul. Gejala meningitis pada anak, antara lain:

1. Demam

Karena disebabkan oleh kuman baik virus, bakteri, atau jamur, maka salah satu gejala meningitis pada anak adalah demam. Demam terjadi sebagai reaksi dari tubuh dalam menghadapi kondisi infeksi yang terjadi.

Pada meningitis, demam biasanya terjadi dalam fase akut beberapa hari sebelum muncul gejala lain. Namun, pada meningitis TB, demam dapat muncul lebih lama sebelum muncul gejala lain.

Artikel Lainnya: Orang-Orang Ini Rentan Terkena Meningitis

2. Nyeri Kepala

Nyeri kepala juga merupakan tanda meningitis pada anak. Nyeri ini terjadi karena adanya peradangan sel-sel pada selaput otak dan pembengkakan sel-sel otak akibat proses peradangan.

3. Kejang

Sebenarnya, kejang tidak muncul pada anak dengan meningitis. Namun, jika anak mengalami kejang dengan gejala-gajala lain yang mengarah ke meningitis, maka kemungkinan besar anak mengalami meningitis.

4. Penurunan Kesadaran

Kesadaran menurun, gelisah, atau tidak mau berinteraksi merupakan tanda dan gejala meningitis pada anak. Selain itu, anak dengan meningitis cenderung mudah mengantuk.

5. Muntah-Muntah

Tekanan dalam otak yang meningkat akibat proses peradangan dapat mengakibatkan anak mengalami muntah-muntah. Namun, gejala ini muncul belakangan.

Artikel Lainnya: 5 Cara Praktis yang Efektif Cegah Meningitis

6. Leher Kaku dan Sulit Digerakkan

Anak dengan meningitis juga mengalami leher kaku atau yang disebut dengan istilah kaku kuduk dalam kedokteran.

7. Ubun-Ubun Menonjol

Gejala khas lain pada meningitis adalah ubun-ubun menonjol. Gejala ini dapat ditemui pada bayi dengan ubun-ubun yang belum menutup.

2 dari 3 halaman

Bahaya Meningitis pada Anak

Meningitis merupakan infeksi berat yang tidak boleh disepelekan karena dapat bersifat fatal jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Nah, meningitis ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang, apalagi jika terlambat terdeteksi.

Berikut adalah beberapa bahaya meningitis pada anak:

  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan penglihatan
  • Keterlambatan perkembangan
  • Cerebral palsy
  • Kelumpuhan
  • Penurunan kemampuan dalam belajar

Risiko ini sangat tergantung pada derajat penyakit yang dialami anak, usia anak mengalami meningitis, serta kecepatan dan ketepatan pengobatan meningitis pada anak. Itulah mengapa ayah bunda perlu mewaspadai gejala meningitis pada anak.

Jika anak mengalami dua atau lebih gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Untuk membaca informasi dan artikel kesehatan lainnya, Anda dapat mengunduh aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar