Sukses

Mendeteksi Gejala Meningitis pada Anak

Meningitis dapat terjadi pada anak yang tidak mendapat vaksinasi lengkap. Jangan abai, deteksi gejala dan tanda-tandanya sekarang juga!

Klikdokter.com, Jakarta Meningitis atau radang selaput otak merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada anak. Risiko penyakit ini bisa sangat tinggi bila si Kecil tak mendapatkan vaksinasi lengkap, memiliki daya tahan tubuh rendah, mengidap penyakit infeksi telinga kronik, atau tuberkulosis.

Meningitis disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, kuman mycobacterium tuberculosis (penyebab TB), ataupun jamur. Penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Gejala meningitis pada anak

Umumnya, meningitis pada anak diawali dengan adanya penyakit infeksi saluran napas, telinga, sinus, atau saluran cerna. Keadaan ini membuat seorang anak  mengalami tanda dan gejala yang mirip dengan penyakit infeksi lain, seperti demam, batuk, pilek, nyeri telinga, buang air besar cair, dan lainnya.

Di sisi lain, bila meningitis yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi kuman TB, gejalanya dapat berupa batuk, demam, berat badan sulit naik, pembesaran kelenjar getah bening, dan sesak napas. Namun, pada kasus ini, bila kuman-kuman tersebut berhasil menyebar ke selaput otak, gejala meningitis yang sebenarnya barulah muncul. Gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Kejang
  • Kesadaran menurun, anak menjadi gelisah atau tidak mau berinteraksi
  • Muntah-muntah
  • Leher kaku dan sulit digerakkan
  • Ubun-ubun terlihat menonjol (pada anak yang belum mengalami penutupan ubun-ubun).

Selain yang disebutkan di atas, terdapat pula gejala lain akibat gangguan pada saraf, yakni kelemahan satu sisi tubuh, bagian pupil mata kanan dan kiri tidak sejajar, dan wajah tampak tidak simetris.

Namun demikian, gejala tersebut tidak selalu tampak dan terkadang sulit dinilai sebagai sebuah gejala yang menggambarkan penyakit meningitis. Oleh karena itu, bila anak Anda mengalami dua atau lebih gejala di atas, jangan ragu untuk segera membawanya berobat ke dokter.

Saat ditangani dokter, anak Anda akan mendapatkan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyakit yang ada di balik gejala yang timbul. Bila terbukti gejala yang terjadi disebabkan oleh meningitis, penanganan yang anak Anda dapatkan akan disesuaikan dengan penyebab meningitis. Selanjutnya, anak Anda harus mendapatkan perawatan selama beberapa hari di rumah sakit, paling tidak hingga keadaan membaik.

Mencegah meningitis pada anak

Jika Anda tak ingin si Kecil terkena meningitis, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Di samping itu, Anda juga wajib memastikan bahwa si Kecil mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitarnya.

Sedangkan, bila si Kecil sempat mengalami penyakit infeksi telinga kronik atau tuberkulosis, Anda wajib membawanya ke dokter dengan segera. Tindakan ini bertujuan agar penyakit tersebut hilang sepenuhnya, sehingga risiko meningitis bisa ditekan atau dihilangkan sama sekali.

Dengan melakukan tindakan pencegahan dan deteksi dini, diharapkan meningitis tak lagi menelan korban berikutnya. Karena itu, bersikaplah waspada dan segera ambil tindakan bila si Kecil mengalami tanda atau gejala yang mengarah pada penyakit meningitis. Semakin dini dideteksi dan diobati, semakin besar pula peluang untuk sembuh!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar