Sukses

4 Makanan Ini Cegah Bayi Lahir Cacat

Asupan nutrisi yang baik saat hamil berperan bagi perkembangan janin. Untuk mencegah bayi lahir cacat, ini makanan yang direkomendasikan.

Klikdokter.com, Jakarta Semua ibu hamil tentunya menginginkan anak yang dikandungnya lahir sehat tanpa cacat suatu apa pun. Oleh sebab itu, berbagai cara dilakukan sebagai upaya pencegahan. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi beberapa makanan yang dipercaya dapat mencegah bayi lahir cacat.

Dilansir dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, bayi yang lahir cacat biasanya disebabkan oleh gen yang diwariskan oleh orang tua kepada anak. Selain itu, penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan, terjadinya infeksi, dan janin terpapar bahan kimia.

Bayi yang lahir cacat tentunya dapat mengalami kesulitan menjalani proses tumbuh kembang, sehingga kemampuannya pun bisa jauh tertinggal dari anak lainnya. Untuk mencegah hal tersebut, para ibu hamil perlu mengonsumsi berbagai makanan bergizi yang dapat mendukung kesehatan janin.

Makanan ibu hamil untuk mencegah bayi lahir cacat

Selama kehamilan, ibu membutuhkan asupan zat tertentu untuk membantu perkembangan janin yang dikandungnya. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang dapat dikonsumsi untuk mencegah bayi lahir cacat:

1. Kentang

Berdasarkan keterangan tertulis dari Babyologist, kentang mengandung asam folat yang cukup tinggi yang berperan dalam membantu pertumbuhan sistem saraf janin di dalam perut. Dengan demikian, risiko bayi lahir cacat menjadi sangat kecil. Selain itu, asam folat juga dapat mencegah keguguran.

Menurut dr. Ayutika Saraswati Adisasmito, M.Res, dari KlikDokter, asam folat yang dibutuhkan ibu hamil setiap harinya adalah 600-800 mcg.

“Asam folat bisa diperoleh juga dari sayuran seperti bayam, kubis, brokoli, dan jagung. Dari kelompok buah-buahan, jeruk, melon, pepaya, dan pisang bisa Anda jadikan pilihan,” jelasnnya.

2. Ikan dan rumput laut

Dilansir dari situs kesehatan Better Nutrition, kekurangan yodium dapat meningkatkan risiko kematian janin, gangguan perkembangan saraf, hingga gangguan pertumbuhan fisik dan mental janin. Anda dapat memenuhi kebutuhan yodium melalui asupan ikan dan rumput laut.

Dalam 1gr rumput laut terdapat sekitar 35 mcg yodium. Sebagai alternatif, Anda juga dapat mengonsumsi wakame yang memiliki kadar yodium 3 kali lipat lebih banyak.

Meski demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi kepada dokter seputar kadar yodium yang dibutuhkan. Sebab, sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi yodium berlebihan selama masa kehamilan justru dapat membuat bayi lahir dengan masalah cacat intelektual, pertumbuhan yang tertunda, serta masalah jantung.

3. Tempe

Meskipun terkesan sederhana, tempe ternyata bermanfaat untuk mencegah bayi lahir cacat. Probiotik dalam tempe membantu melindungi bayi saat melewati jalan lahir agar tidak terkena infeksi atau masalah lainnya.

Konsumsi probiotik dapat membantu mencegah si Kecil mengalami infeksi telinga, alergi, asma, hingga penyakit radang usus. Selain tempe, ibu hamil juga dapat mendapatkan probiotik lewat asupan asinan, zaitun, sup miso, dan keju gouda atau parmesan.

4. Kacang-kacangan

Asam lemak omega-3 penting dikonsumsi ibu hamil untuk perkembangan saraf bayi. Zat ini juga dapat mencegah kelahiran dan persalinan prematur, menurunkan risiko preeklamsia, dan meningkatkan berat badan bayi saat lahir.

Nah, asam lemak omega-3 ini bisa diperoleh dari konsumsi kacang-kacangan seperti biji rami, chia seed, kacang kenari, dan almond.

Memperhatikan asupan nutrisi selama kehamilan sangat penting untuk menjaga kesehatan janin. Oleh sebab itu, Anda para ibu hamil dapat mengonsumsi berbagai pilihan makanan sehat di atas sebagai upaya mencegah bayi lahir cacat. Yuk, ubah pola makan demi si Kecil! Baca artikel bertema sejenis di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar