Sukses

3 Bahaya Akibat Benturan Kepala Saat Bermain Sepak Bola

Benturan kepala adalah kejadian dalam sepak bola yang paling dihindari para pemainnya. Insiden itu bisa mengakibatkan risiko yang fatal.

Klikdokter.com, Jakarta Piala AFF U-16 tahun ini terlihat sangat meriah. Masyarakat Indonesia sedang menaruh perhatian besar kepada tim sepak bola Indonesia, yang sudah memastikan lolos ke babak semifinal berkat kemenangan atas Timor Leste dengan skor 3-0.

Kemenangan yang diraih timnas Indonesia U-16 ke semifinal sekaligus menegaskan kehebatan tim asuhan Fakhri Husaini, yang tidak terkalahkan dalam empat laga fase grup hingga saat ini. Garuda Asia―julukan tim―masih akan menyelesaikan satu laga lagi melawan Kamboja, Senin (6/8), di babak grup.

Namun, pertandingan itu tidak terlalu berarti karena Indonesia telah dipastikan lolos sebagai juara Grup A. Rendy Juliansyah dan kawan-kawan timnas U-16 akan menunggu lawan selanjutnya, Laos atau Malaysia, di babak empat besar.

Untuk bisa meraih juara pertama, para pemain diharapkan tidak ada yang mengalami cedera sampai minimal babak semifinal. Kekuatan tim yang utuh dibutuhkan untuk bisa membawa pulang trofi Piala AFF U-16 pertama kalinya ke tanah air.

Bicara soal cedera, salah satu cedera yang paling menakutkan dalam dunia sepak bola adalah akibat benturan kepala. Cedera seperti ini sebelumnya pernah terjadi pada penyerang timnas Indonesia U-16, Mochammad Supriadi, sebulan sebelum turnamen.

Tim pelatih timnas Indonesia U-16 sempat was-was akibat cedera kepala yang menimpa Supriadi, lantaran dirinya adalah pemain andalan di sisi sayap kiri. Untung saja, pemain asal Surabaya itu bisa sembuh tepat waktu dan selalu bermain di babak fase grup sejak Minggu (29/8).

1 dari 2 halaman

Bahaya benturan kepala

Benturan kepala yang terjadi saat bermain sepak bola atau akibat hal lainnya sangat berbahaya. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, sejumlah masalah kesehatan berikut sangat mungkin untuk terjadi:

1. Gegar otak

Gegar otak alias Traumatic Brain Injury (TBI) terjadi ketika kepala terbentur dengan keras. Dampak buruk yang bisa timbul akibat kondisi ini adalah lupa ingatan hingga kematian.

Gegar otak memiliki 3 tingkat keparahan, yakni ringan, sedang, dan berat. Pada tingkat ringan, pasien biasanya akan merasa pusing saja. Pada tingkat sedang, keluhan yang terjadi bisa berupa pusing, pingsan, dan muntah-muntah. Sedangkan pada tingkat berat, pasien gegar otak akan merasakan dampak berupa kehilangan kesadaran sepenuhnya, gangguan pada otak, atau bahkan kehilangan nyawa.

2. Penyakit Alzheimer

Seseorang yang mengalami cedera kepala akibat benturan keras akan mengalami demensia. Keadaan ini membuat tertumpuknya plak di kepala, yang merupakan ciri-ciri dari penyakit Alzheimer.

3. Perdarahan otak

Perdarahan otak terbagi menjadi dua jenis, yakni subdural dan epidural. Untuk subdural (kronis, subakut, dan akut), yang terjadi adalah robeknya pembuluh darah vena di dalam otak. Sementara epidural adalah robeknya pembuluh darah arteri di otak.

Perdarahan otak epidural adalah yang paling parah di antara keduanya. Sebab keadaan ini mengakibatkan arteri―yang merupakan pembuluh darah besar―sobek sehingga darah yang keluar juga lebih banyak. Jika tidak cepat ditangani, kerusakan otak permanen atau kematian sangat mungkin terjadi.

Jika Anda merasa pernah mengalami benturan kepala, baik akibat sepak bola atau hal lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar