Sukses

Kenali Efek Jangka Panjang Pengapuran Sendi

Pengapuran sendi bisa memiliki efek jangka panjang bagi tubuh manusia. Ketahui penyebab dan gejalanya agar terhindar dari kondisi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin selama ini Anda mengenal penyakit yang menyerang bagian tulang adalah osteoporosis. Akan tetapi, itu bukanlah satu-satunya penyakit yang bisa mengganggu tulang manusia. Penyakit lainnya yang juga berbahaya adalah osteoartritis, atau pengapuran sendi.

Osteoartritis yang juga sering disebut awam sebagai nyeri sendi adalah penyakit tulang yang disebabkan karena menipisnya tulang rawan yang menjadi pelapis tulang-tulang persendian. Bagian tulang di dalam tubuh yang biasanya paling sering terserang osteoartritis adalah sendi lutut.

Angka kejadian pengapuran sendi ternyata lebih sering menimpa wanita, terutama yang usianya sudah di atas 55 tahun. Sebuah studi menunjukkan 13% wanita yang sudah berusia 60 tahun rentan mengalami pengapuran sendi. Sementara itu, pria terkena pengapuran sendi sebanyak 10% ketika sudah berusia 60 tahun. Tingginya angka pengapuran sendi pada wanita karena menopause.

Menurut dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, riwayat cedera pada sendi dapat meningkatkan risiko pengapuran. Risiko tersebut bahkan hingga sekitar 3,8 kali lipat dibanding faktor yang lainnya.

Penyakit pengapuran sendi memiliki gejala seperti nyeri sendi yang bersifat menetap. Biasanya juga menyebabkan sendi kaku pada pagi hari. Lalu, apa efek jangka panjang dari penyakit pengapuran sendi?

Umumnya penderita pengapuran sendi akan mengalami kesulitan berjalan, cepat lelah, kesulitan jongkok, dan mudah jatuh. Sementara itu, nyeri yang dirasakan bisa menyebabkan keterbatasan gerak, serta perubahan bentuk kaki akibat tulang yang semakin keropos.

Tentunya, orang-orang dengan pengapuran sendi akan kesulitan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Karena harus membatasi aktivitas, pengapuran sendi bisa membuat psikis seseorang terganggu atau stres.

1 dari 3 halaman

Penyebab pengapuran sendi

Faktor pemicu pengapuran sendi memang beragam. Tapi satu fakta yang perlu diketahui, penyakit itu tidak berhubungan dengan asupan kalsium selama hidup. Penyebab pengapuran sendi terbanyak adalah karena genetik, riwayat cedera pada sendi, kelemahan otot, olahraga yang selama ini ditekuni, dan obesitas.

Nah, menarik untuk membahas soal olahraga yang ditekuni penderita pengapuran sendi dan obesitas. Untuk masalah terkait pengapuran sendi yang disebabkan oleh jenis olahraga, biasanya disebabkan karena olahraga yang berat.

Contoh olahraga yang bisa menyebabkan pengapuran sendi adalah angkat berat atau angkat bebas. Lutut sebagai penopang ketika mengangkat beban sangat rentan mengalami pengapuran jika tidak didampingi oleh orang yang ahli.

Sementara itu, orang dengan badan gemuk memiliki risiko 10 kali lebih besar untuk terkena pengapuran sendi. Hal ini dikarenakan tekanan pada sendi penopang tubuh, terutama lutut, menjadi lebih besar dan membuat kerja sendi menjadi lebih berat. Satu-satunya cara agar orang obesitas tidak terkena pengapuran sendi adalah dengan menurunkan berat badan.

2 dari 3 halaman

Bisakah dicegah?

Menerapkan sejumlah gaya hidup sehat secara konsisten dapat memengaruhi risiko Anda terkena osteoartritis. Perhatikan apabila pekerjaan Anda menuntut gerakan yang repetitif dan mengakibatkan tekanan di sendi-sendi tertentu (seperti membungkuk, berjalan, mengangkat). Sebaiknya konsultasikan dengan dokter apa yang harus Anda lakukan untuk menurunkan risiko osteoartritis.

Olahraga rutin sangat penting untuk membantu kesehatan sendi. Selain latihan aerobik (jalan kaki, bersepeda, dll), Anda juga dapat melakukan latihan ketahanan seperti angkat beban dan peregangan.

Meski demikian, jangan sampai Anda olahraga terlalu berlebihan, karena justru bisa membuat sendi bengkak atau sakit. Kuncinya adalah seimbang. Jika Anda mengalami nyeri sendi setelah berolahraga, hindari melakukan latihan yang berfokus pada sendi tersebut selama setidaknya 12 hingga 24 jam.

Jika berat badan Anda termasuk berlebih, cobalah untuk menurunkan berat badan. Karena berat badan yang berlebih dapat meningkatkan risiko osteoartritis. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gizi jika memang membutuhkan. Selain itu, jangan lupa untuk mengontrol kadar gula darah secara teratur. Menurut Arthritis Foundation, diabetes dapat menjadi faktor risiko yang signifikan untuk osteoartritis.

Setelah mengetahui fakta tentang pengapuran sendi, mulailah dari sekarang untuk lebih serius memperhatikan jika bagian sendi Anda terasa nyeri. Apabila Anda mengalami hal tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

[RS/ RVS]

1 Komentar