Sukses

Berapa Usia Ideal Anak Masuk PAUD?

Selain usia yang tepat, Anda juga perlu mengenali tanda si Kecil sudah siap belajar di PAUD. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Pendidikan anak adalah kebutuhan yang tidak terelakkan. Pendidikan yang berkualitas nantinya akan membuat anak siap menghadapi masa depan dengan segala tantangannya. Oleh karena itu, wajar saja bila banyak orang tua seakan berlomba-lomba menyekolahkan buah hati mereka di sekolah yang terbaik sejak dini, seperti sekolah PAUD alias preschool.

Kini usia anak masuk sekolah pun bergeser menjadi semakin cepat. Kelompok bermain sekarang menjamur di mana-mana, yang membuat orang tua meyakini bahwa semakin cepat mendaftarkan anak ke sekolah maka akan semakin bayi. Ada orang tua yang sudah menyekolahkan anak sejak usia 2 tahun, ada juga yang lebih “santai” menyekolahkan anak saat usia 18 bulan.

Manfaat PAUD

PAUD atau pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang diperuntukkan untuk anak usia 0 hingga 6 tahun. Tujuan PAUD adalah  untuk mestimulasi tumbuh kembang anak baik secara jasmani, rohani, dan intelektual.

PAUD diketahui memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  • Sangat baik bagi perkembangan sosial anak. Anak akan belajar berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Ia pun akan belajar berbagi dan menyesuaikan diri dalam komunitas.
  • PAUD menyediakan ruang bagi anak untuk belajar mandiri. Hal ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab serta membuat ia semakin percaya diri.
  • Dari sisi intelektualitas, PAUD yang berkualitas akan menolong anak untuk lebih berprestasi saat ia belajar di sekolah formal nantinya.

Sejauh ini, Anda mungkin semakin bersemangat untuk mendaftarkan si Kecil ke PAUD. Pertanyaan selanjutnya, apakah usia anak sudah cukup?

1 dari 2 halaman

Usia ideal anak masuk sekolah PAUD

Sebetulnya tidak ada ketentuan khusus mengenai usia ideal anak masuk sekolah PAUD. Namun, banyak ahli sepakat bahwa usia 3 tahun adalah usia yang cukup ideal untuk anak masuk sekolah PAUD. Ini karena pada usia ini anak mulai dapat menghabiskan waktu bermain dan melakukan berbagai kegiatan bersama kelompok seusianya tanpa didampingi orang tua.

Lantas, bagaimana bila sebelum usia tiga tahun anak sudah merengek ingin sekolah? Fenomena seperti ini sebetulnya lazim ditemui dan tak perlu dirisaukan. Untuk mengetahui apakah anak sudah benar-benar siap memulai PAUD, beberapa hal di bawah ini bisa Anda jadikan sebagai panduan.

  • Aspek kemandirian anak

Apakah anak sudah lulus toilet training? Hal ini termasuk dalam salah satu kemampuan yang umumnya diwajibkan oleh sekolah. Selain itu, lihat juga apakah anak sudah mulai belajar makan sendiri, apakah anak sudah mampu mencuci tangannya sebelum dan setelah makan, termasuk apakah ia sudah siap untuk berpisah dengan orang tua untuk sementara waktu. Bila ia tidak menunjukkan kecemasan tinggi ketika orang tua tidak bersamanya, kemungkinan ia sudah siap masuk PAUD.

  • Aspek sosial

Di sekolah PAUD, umumnya ada waktu anak akan melakukan aktivitas dengan teman-temannya secara bersamaan. Coba perhatikan apakah anak sudah mampu bermain bersama dengan teman-temannya? Atau ternyata anak masih cenderung ingin main sendiri? Selain itu, pastikan juga apakah anak sudah mampu untuk mengikuti kegiatan yang terstruktur dan terjadwal. Jika mayoritas jawaban masih tidak memuaskan, sebaiknya Anda tunda dulu mendaftarkannya ke sekolah.

  • Aspek fisik

Ada banyak hal yang anak akan lakukan di sekolah PAUD, mulai dari bermain di taman bermain, belajar di kelas, membuat prakarya, dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut tentu memerlukan kesiapan fisik. Apakah anak mudah kesal atau cranky setelah beberapa waktu menjalani kegiatan? Rasa kesal bisa menjadi tanda bahwa anak kelelahan. Memastikan anak cukup bugar untuk beraktivitas di sekolah sangat penting.

Nah, jika secara usia anak sudah ideal dan telah memenuhi berbagai aspek kesiapan yang disebutkan di atas, langkah selanjutnya adalah mencari sekolah PAUD. Jika ternyata anak belum terlihat siap masuk PAUD, lebih baik ditunda dulu dan latih kemampuan anak, baik fisik, mental, maupun sosial di rumah sebelum mendaftarkan anak ke sekolah.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar