Sukses

Anak Pertama Baru Saja Lahir? Ikuti Tips Menyusui Berikut Ini!

Anda yang baru saja memiliki anak pertama biasanya punya banyak pertanyaan, termasuk soal menyusui. Ikuti tipsnya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kesadaran terhadap manfaat pemberian ASI (Air Susu Ibu) ekslusif semakin meningkat. Namun, kekhawatiran dalam hal menyusui kerap mengganggu pikiran ibu, terutama bagi yang baru memiliki anak pertama. Tenang, yang perlu Anda lakukan adalah menambah pengetahuan seputar menyusui, serta menjalankan sederet tips menyusui yang tepat.

Masalah produksi ASI

ASI (Air Susu Ibu) merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI ekslusif pada 6 bulan pertama kelahiran, kemudian dilanjutkan hingga 1 tahun atau lebih disertai makanan pelengkap.

Memang tidak semua ibu baru dapat berhasil menyusui tanpa masalah. Namun, berdasarkan penelitian hanya sekitar 2 persen wanita yang tidak dapat memproduksi ASI dengan lancar. Hal ini turut membuat para ibu baru panik dan khawatir kondisi serupa terjadi padanya.

Berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan menyusui sangat banyak. Selain faktor yang bersumber dari diri ibu sendiri (misalnya kelelahan fisik, kecemasan, depresi, dan rasa nyeri pasca melahirkan), faktor dari luar juga sangat berpengaruh. Misalnya mengenai asupan makanan ibu, kondisi bayi, serta dukungan orang sekitar.

Dengan menghindari berbagai faktor yang menghambat produksi ASI tersebut, seharusnya Anda tak perlu cemas.

1 dari 3 halaman

Tips menyusui bagi ibu baru

Tak dapat dipungkiri memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan produksi ASI yang lancar adalah hal yang cukup kompleks bagi para ibu menyusui. Tapi, bukan berarti hal tersebut tidak mungkin untuk dilakukan. Berikut ini adalah beberapa kiat menyusui yang bisa Anda coba untuk melancarkan produksi ASI.

  1. Hindari kecemasan akan kecukupan jumlah ASI Anda

Sesaat setelah melahirkan, seorang ibu akan melihat bahwa jumlah ASI yang diproduksi sangat sedikit. Biasanya, hal ini dapat menurunkan optimisme dan semangat seorang ibu yang baru pertama kali mempunyai anak.

Perlu Anda ketahui, ukuran lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng, sekitar 5-7 ml (seukuran satu sendok teh).. Jadi, ibu tak perlu resah. Karena jumlah ASI yang dihasilkan ibu menyusui akan selalu mencukupi kebutuhan si Kecil.

  1. Berikan si Kecil ASI sesering mungkin, sesuai keinginannya

Terdapat hubungan yang unik antara jumlah ASI yang diproduksi dengan seberapa sering ibu menyusui bayinya. Pada dasarnya terdapat dua hormon yang berperan penting dalam proses menyusui.

Hormon tersebut yaitu prolaktin, yang memicu kelenjar di payudara untuk memproduksi ASI, serta oksitosin yang membantu ASI dapat dikeluarkan. Pengeluaran kedua hormon ini dipicu oleh rangsangan menyusui dari bayi, yaitu ketika bayi berupaya mengisap ASI dari puting ibu.

Maka, bila tidak ada rangsangan menyusui dari bayi, hormon prolaktin dan oksitosin tidak akan dikeluarkan, hingga akhirnya produksi ASI menjadi terhambat. Oleh karena itu, perbanyaklah frekuensi menyusui bayi, terutama di awal kelahiran, demi menghasilkan produksi ASI yang berlimpah.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Kelola stress

Kelelahan maupun masalah-masalah psikologis pada ibu menyusui dapat menghambat kerja oksitosin sebagai hormon yang bertugas mengeluarkan ASI. Sebaliknya, perasaan bahagia menjadi seorang ibu, senang berdekatan dengan bayi, dan rasa percaya diri ibu, dapat meningkatkan pengeluaran hormon ini. Jadi, lakukanlah hal-hal yang dapat membuat Anda bahagia agar produksi ASI tidak terhambat.

  1. Pastikan cara menyusui Anda benar

Bila cara si Kecil mengisap ASI tidak sempurna, maka ASI yang masuk ke dalam mulut bayi juga akan berkurang. Hal ini dapat berisiko menurunkan produksi ASI dalam jangka waktu lama. Selain itu, cara menyusui yang salah juga dapat mengakibatkan ketidaknyamanan ibu menyusui karena munculnya lecet atau iritasi pada payudara

  1. Menjaga asupan makanan dan minuman

Hal yang tidak kalah penting dalam mengupayakan kesuksesan menyusui adalah asupan makanan ibu yang bernutrisi dan seimbang. Kecukupan cairan dan kelengkapan gizi ibu menyusui juga mesti diperhatikan sebagai bahan dan energi untuk proses produksi ASI. Tanpa asupan makanan yang memadai, produksi ASI berisiko menurun.

Momen menyusui sangat penting bagi pertumbuhan anak. Meski demikian, bagi Anda para ibu menyusui yang baru saja memiliki anak pertama, tak perlu cemas. Ikuti berbagai tips menyusui di atas agar produksi ASI lancar dan Anda dapat memenuhi periode ASI eksklusif untuk si Kecil. Tetap semangat!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar