Sukses

Ini Penyebab Berat Bayi Kurang Meski Sudah ASI Eksklusif

Sudah ASI eksklusif berat bayi masih kurang, apa yang salah? Ini penjelasan medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak tantangan yang dihadapi para ibu saat menyusui anaknya. Kondisi yang dialami bisa karena puting datar, puting lecet dan nyeri, payudara bengkak, hingga saluran kelenjar air susu tersumbat. Ada pula yang tidak mengeluhkan masalah dalam proses menyusui dan memberikan ASI tetapi berat badan bayi tidak naik secara signifikan. Mengapa bisa demikian?

Tanda kecukupan ASI

Kenaikan berat badan bayi memang dijadikan salah satu tolok ukur untuk menilai apakah ASI yang diproduksi ibu cukup atau tidak. Lebih lengkapnya, berikut adalah tanda-tanda bayi cukup minum ASI, yaitu:

● Kenaikan berat badan

Bayi yang menyusui idealnya akan mengalami pertambahan berat badan. Sebagai panduan, usia 0-3 bulan bayi umumnya akan naik berat badannya sebanyak 150-190 gram per minggu. Kemudian memasuki usia 4-6 bulan, kenaikan berat badan ada pada kisaran 90-120 gram per minggu.

● Buang air kecil

Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan buang air kecil hingga enam kali per hari sejak usia 4 hari. Volume setiap kali buang air kecil adalah sebanyak 45 ml atau sekitar tiga sendok makan penuh. Urinenya pun biasanya berwarna kuning jernih.

Buang air besar pun dapat digunakan untuk menilai kecukupan ASI. Biasanya bayi yang mendapat ASI akan buang air besar setiap hari dengan warna tinja kuning dan konsistensinya cenderung cair.

Namun, bila bayi tidak buang air besar Anda tidak perlu buru-buru khawatir. ASI adalah cairan yang dapat diserap sempurna oleh pencernaan bayi. Mungkin saja tidak terbentuk tinja karena semuanya sudah diserap sehingga bayi tidak buang air besar.

Selain itu, bayi yang mendapat cukup ASI umumnya akan terlihat kenyang dan tertidur setelah menyusu. Payudara ibu pun akan terasa lunak dan lembek setelah sesi menyusu.

Lalu, bila kenaikan berat badan menjadi tanda kecukupan ASI, apakah berat bayi kurang artinya ASI-nya juga kurang? Jawabannya, belum tentu.

Pertama, Anda perlu memastikan apakah berat bayi masih ada dalam grafik normal atau tidak. Lakukan dengan cara yang objektif, bukan membandingkannya dengan pertumbuhan bayi lain. Bawalah bayi Anda ke dokter untuk melihat grafik pertumbuhan bayi berdasarkan tinggi dan beratnya.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Apabila kenaikan berat badan bayi memang kurang, ada beberapa kemungkinan penyebabnya, yaitu:

  • Proses menyusui kurang efektif. Bayi hanya menyusui di puting dan tidak di payudara sehingga ASI yang keluar tidak efektif. Akhirnya bayi tidak mendapat kalori yang cukup.
  • Bayi tidak menyusu hingga payudara kosong. Bayi yang sering tertidur saat sesi menyusui berisiko melewatkan hindmilk, yaitu ASI yang tinggi lemak dan kalori.
  • Penggunaan dot atau empeng. Pemberian ASI perah menggunakan media seperti dot atau memberikan empeng akan memengaruhi cara bayi menyusu. Hal ini sering kali menyulitkan ketika bayi kemudian menyusu di payudara dan menyebabkan produksi ASI ibu turun.
  • Faktor nutrisi ibu. Memang, ibu dengan gizi kurang sekalipun tetap dapat memproduksi ASI yang baik. Akan tetapi, dari segi kualitas tentu sedikit banyak akan terpengaruh. ASI dari ibu yang kurang gizi relatif rendah kalori dan lemaknya.
  • Adanya penyakit tertentu pada bayi. Bayi yang mengalami penyakit tertentu akan mengalami metabolisme yang berbeda dengan bayi sehat pada umumnya. Kalori dari ASI yang masuk dalam tubuhnya akan lebih banyak digunakan untuk melawan penyakit sehingga berat badannya pun sulit naik.

Untuk memastikan yang mana penyebab berat badan bayi kurang, Anda harus membawanya ke dokter. Sementara itu, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti tetap susui bayi secara eksklusif dan sesering mungkin. Biarkan bayi menyusu di satu payudara hingga benar-benar kosong agar ia mendapat hindmilk yang kaya akan lemak, lakukan pijat bayi dengan lembut, serta gendong bayi sesering mungkin.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa saat bayi sering menempel dengan tubuh ibunya akan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Hal lain yang tidak boleh dilupakan juga adalah nutrisi ibu. Ibu menyusui harus mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap agar kualitas ASI semakin baik.

Berat badan kurang memang dapat dialami bayi yang mendapat ASI eksklusif. Jangan buru-buru panik, tetap susui bayi Anda, dan tak perlu ragu untuk meminta pertolongan tenaga medis atau konsultan laktasi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar