Sukses

Saluran Telur Tersumbat, Masih Bisa Hamil?

Meski saluran telur tersumbat, Anda tetap bisa hamil asal memenuhi syarat berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Di Indonesia, sebanyak 10-15 persen pasangan usia subur mengalami infertilitas primer, atau sulit hamil setelah satu tahun menikah meski berhubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi. Salah satu penyebabnya adalah saluran telur yang tersumbat.

Saluran telur dan sulit hamil

Setiap wanita memiliki dua saluran telur (tuba falopi) di sisi kanan dan kiri rahim. Saluran ini menghubungkan indung telur (ovarium) dan rahim, serta menjadi tempat bertemunya sel telur dan sel sperma. Di sinilah terjadi pembuahan atau konsepsi, yang merupakan awal mula kehamilan.

Bila salah satu atau kedua saluran telur tersumbat total, sel telur tidak dapat bertemu dengan sel sperma sehingga pembuahan tidak terjadi. Bila sumbatan tidak total atau hanya sebagian, pembuahan masih bisa terjadi tetapi terdapat risiko kehamilan tuba atau kehamilan ektopik. Kehamilan ini, yang terjadi luar rahim, terjadi karena sumbatan menghalangi embrio—sel telur yang sudah dibuahi—untuk “berpindah” ke dalam rahim.

Selanjutnya, kehamilan ektopik bisa menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa dan membuat peluang kehamilan berikutnya makin kecil.

Penyebab saluran telur tersumbat

Saluran telur berisiko tersumbat bila sebelumnya terdapat riwayat penyakit radang panggul yang dipicu oleh infeksi menular seksual, khususnya yang disebabkan oleh kuman klamidia atau gonore.

Riwayat infeksi rahim akibat keguguran, usus buntu yang pecah, operasi perut atau yang melibatkan saluran telur, serta adanya endometriosis (pertumbuhan dinding rahim di luar rahim) juga dapat memicu sumbatan saluran telur.

Meski jarang, sebagian wanita pun mengalami kelainan bawaan sejak lahir dimana hanya satu saluran telur yang berkembang.

1 dari 2 halaman

Cara mengetahui adanya sumbatan saluran telur

Untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan saluran telur, umumnya dilakukan evaluasi melalui pemeriksaan histerosalpingografi (HSG). Melalui selang khusus, dimasukkan zat kontras ke dalam leher rahim dan selanjutnya dilakukan pengambilan foto rontgen pada area panggul.

Bila saluran telur tidak tersumbat atau disebut paten, zat kontras akan mengisi rongga rahim, kedua saluran telur, dan tampak “tumpahan” (spill) di sekitar indung telur dan rongga panggul. Sedangkan bila zat kontras tidak mengisi saluran telur atau tak tampak “tumpahan”, artinya saluran telur tersumbat atau disebut nonpaten.

Lantas, bisakah hamil bila saluran telur tersumbat?

Pada dasarnya, seorang wanita masih bisa hamil secara alami hanya dengan satu saluran telur selama tidak ada kelainan pada saluran telur tersebut dan organ reproduksi lainnya, yaitu indung telur dan rahim. Namun tidak demikian bila keduanya tersumbat. Peluang hamil alami bisa dikatakan nol.

Akan tetapi, jangan dulu berkecil hati. Wanita yang mengalami sumbatan pada kedua saluran telur masih bisa hamil melalui metode bayi tabung (in vitro fertilization/IVF) selama kondisi indung telur dan rahim baik. Metode bayi tabung tidak membutuhkan peran saluran telur untuk terjadinya pembuahan karena proses ini dilakukan secara buatan di laboratorium.

Meski memiliki haid yang teratur merupakan indikator kesuburan seorang wanita, kenyataannya tidak selalu demikian. Sumbatan saluran telur kerap tidak bergejala sehingga tidak terdeteksi sejak awal. Oleh karena itu, kemungkinan ini perlu dipikirkan bila Anda belum juga hamil setelah menikah selama satu tahun dan rutin berhubungan intim (2-3 kali per minggu) tanpa kontrasepsi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar